Doa Istri Yang Teraniaya

Doa Istri Yang Teraniaya
Satu Buah Roti Coklat


__ADS_3

“Aku gak bisa gini terus, aku harus cari uang buat operasi Ayah dan lepas dari si tua bangka itu” ucap Kania bangkit dan berjalan ke kamar Ayah, di depan pintu Kania berkata.


“Yahh,,Ayah bisa dengar Kania?? Ayah baik-baik saja kan Yah? Ayah kenapa gak jawab Kania? apa Ayah tidur?? tunggu Kania ya Yahh,,Kania akan cari uang buat operasi Ayah, doakan Kania Yah" pamit Kania dan berlalu pergi keluar rumah, sebelum keluar, Kania menyempatkan melihat Kemal di dalam kamar, Kemal sedang tertidur pulas, sekilas senyum tersungging di wajah nya melihat sang adik yang tertidur dengan tenang dan nyaman.


“Kakak pergi ya dek, jaga Ayah ya” ucapnya pelan sambil mencium kening Kemal.


-----


“Kemana lagi ya aku harus nyari kerja??” ucap Kania pelan, sambil duduk di kursi yang berjejer rapi di tepi jalan. Kania meminum air mineral yang dia beli tadi di persimpangan jalan.


“Omaaa,,Omaaaa” terdengar suara anak kecil menangis.


Kania langsung berdiri dan mencari asal suara, Kania melihat seorang gadis kecil duduk sambil memeluk lututnya, dia menghampiri gadis kecil itu.


“Hai sayang,,kenapa kamu menangis? tenang lah,,ada kakak disini,,kamu jangan takut” ucap Kania lembut sambil memeluk tubuh mungil itu.


Bukannya tenang, sang gadis kecil malah semakin menangis.


“Duh,,kenapa ni bocah makin nangis ya?” ucap Kania dalam hati.


“Tenang sayang,,kamu kenapa menangis? coba cerita sama kakak” pinta Kania sambil mengurai pelukannya dan mengangkat wajah gadis kecil itu.


“Sakitt kak” rengek nya.


“Iya sayang, mana yang sakit? biar kakak obatin” ucap Kania, gadis kecil mengangkat rambut panjang nya dan terlihat darah mulai mengering di lehernya, sontak Kania kaget.


“Oh Tuhan, kamu kenapa sayang? kenapa bisa seperti ini?” tanya Kania kaget.


“Sakit,,” jawab nya pelan.


“Yaudah, kita ke apotek yuk, biar kakak belikan obat buat sembuhin luka kamu” ajak Kania, sambil memegang tangan gadis itu. Namun langkah nya terhenti, saat dia menyadari langkah sang gadis sedikit tertatih.


“Kenapa sayang? kaki kamu sakit juga?” tanya Kania sambil melihat kearah kaki gadis kecil itu dan ya, lutut nya juga berdarah.


“Maaf ya sayang, kakak tidak tau kalau lutut kamu juga terluka, mari sini kakak gendong” ucap Kania sambil memunggungi gadis kecil dan dia langsung naik ke punggung Kania.


“Gadis pintarr,,pegang leher kakak ya biar kamu engga jatuh” pinta Kania, gadis itu kembali menurut.


“Terimakasih kak” ucap nya pelan di telinga Kania.


Kania tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Iya sayang, kamu harus kuat ya, pasti sangat sakit kan?” tanya Kania dan di balas dengan anggukan kepala oleh gadis itu.


10 menit berjalan, akhirnya Kania sampai di depan apotek, dia langsung membeli obat luka buat gadis kecil itu.


“Semuanya 78 ribu dek” ucap kasir apotek, Kania langsung menyerahkan uang dan mengambil obat yang sudah ia beli, seketika dia menghela nafas panjang saat melihat isi dompetnya yang hanya tinggal 2 ribu rupiah, itu pun hanya uang receh 500 an, dia melihat ke arah gadis kecil yang tengah duduk menunggunya di kursi “Anak itu lebih membutuhkan di banding aku, ayo Kania semangat,,kamu harus lebih keras lagi mencari uang,,semangattt” ucap nya dalam hati, sambil tersenyum senang karna dapat membantu gadis kecil itu.


Walaupun hanya uang itu yang dia punya untuk bertahan, yang entah sampai kapan dia bisa mendapat uang kembali,,Kania langsung menghampiri gadis kecil, dia kembali menggendong tubuh mungil, hingga sampai di sebuah taman yang tidak jauh dari apotek, dengan pelan Kania menurunkan tubuh kecil itu di sebuah kursi dan Kania langsung mengobati luka nya.


“Sstt sakit kak” ringis nya.


“Maaf ya sayang,,kakak akan pelan-pelan” ucap Kania sedih, melihat gadis itu meringis kesakitan.


Tak lama, Kania sudah selesai mengobati luka sang gadis.


“Terimakasih kak, maaf aku membuat kakak susah” ucapnya sedih.


“Tidak sayang,,kamu sama sekali tidak menyusahkan kakak” jawab Kania sambil membelai lembut kepala gadis kecil itu.


“Kakak pasti sangat capek sudah menggendong aku, aku berat ya kak?” tanya nya polos.


“Tidak sayang,,bahkan kakak kira, kakak sedang menggendong kapas sangking ringannya” jawab Kania dengan senyuman indahnya, gadis itu pun juga ikut tersenyum.


“Kamu lapar sayang?” dibalas dengan anggukan oleh nya.


“Yaudah kamu tunggu disini sebentar ya, kakak belikan makanan untuk kamu” gadis itu kembali tersenyum dan mengangguk senang menanggapi ucapan Kania.


Kania langsung berjalan mencari makanan, langkah kania tiba-tiba terhenti, tak kala dia ingat kalau uang nya tidak cukup untuk membelikan gadis kecil itu makanan, kania dengan ragu membalikkan badannya dan menghampiri gadis kecil itu, dia bingung bagaimana cara menjelaskan kalau dia tidak punya uang, dengan ragu kania duduk di hadapan gadis kecil itu dan berkata


“Sayang,,uang kakak hanya cukup untuk membelikan kamu satu buah roti...” Lania tak dapat menyelesaikan perkataannya karna gadis kecil itu tiba-tiba memeluknya dan berkata “Takk apa kak, satu roti sudah cukup untuk perut ku” ucapnya sambil tersenyum.


Kania membalas senyuman indah gadis itu dengan senyuman tak kalah indah nya


“Maaf ya, kakak tidak bisa membelikan kamu makanan yang enak dan mengenyangkan” ucap Kania sedih.


“Tidak apa apa kak, satu roti sudah sangat enak dan mengenyangkan, aku mau roti rasa coklat ya kak” pinta gadis itu, sambil tertawa dan menampakkan barisan gigi putih dan rapinya, Kania mengangguk dan tersenyum, dia bangkit dari duduk nya.


“Tunggu disini ya,,kakak akan belikan roti nya”


pinta Kania.


“Iyaa kak, hati-hati ya kak” sambil melambaikan tangan ke arah Kania, yang sudah sedikit menjauh dari nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Kania sudah datang dengan satu buah roti coklat di tangan nya, Kania duduk disamping gadis kecil, dia langsung membuka bungkus roti dan memberikannya kepada gadis itu.


“Terimakasih kak” jawab nya senang dan langsung memakan roti.


“Kakak mau?” tanya nya sambil menyodorkan roti yang masih sisa setengah.


Kania menggelengkan kepalanya, walaupun dia juga merasa lapar karna belum makan dari tadi pagi “Tidak sayang, kamu makan saja, kakak tidak lapar” gadis itu hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makan nya.


“Nama kamu siapa?” tanya Kania, sedari tadi dia berbicara dengan gadis itu namun dia tidak tau namanya.


“Aurora kak, namaku Aurora” jawab nya dengan mulut yang masih di penuhi roti, Kania tersenyum melihat tingkah lucu gadis kecil yang bernama aurora itu.


“Makannya pelan-pelan saja, ini...” kania memberikan sisa air mineral yang dia minum tadi.


Aurora meminum air itu dan srrrr langsung habis, Aurora tersenyum malu karna menghabis kan air yang lumayan banyak.


“Maaf kak, aku menghabiskan minum kakak”


Kania tersenyum “Tak apa sayang,,bagaimana sekarang? sudah kenyang?” ya walaupun mungkin tidak akan kenyang karna hanya makan satu buah roti saja, setidaknya cukup untuk sekedar mengganjal perut.


Aurora mengangguk cepat “Kenyang kak,,perut aku sudah tidak berbunyi lagi,,terimakasih kak” jawab Aurora dengan senang, Kania membalas dengan anggukan dan senyuman.


“Kak,,kakak mau kan mengantar aku pulang?” tanya Aurora sambil memegang tangan Kania.


“Tentu sayang, kakak akan mengantarkan kamu pulang” jawab Kania dan memegang kembali tangan Aurora.


“Dimana alamat rumah kamu sayang?” tanya Kania


“Aku tinggal di perumahan XX kak” jawab Aurora, sontak Kania kaget, dia tau perumahan itu adalah perumahan termahal dan termewah yang ada di kota inii, dan yang lebih membuat Kania kaget, perumahan itu cukup jauh dari tempat nya berada sekarang, sedangkan dia tidak mempunyai uang sepeser pun untuk mengantarkan Aurora pulang.


“Kak,,kak..” Aurora menggoyang kan tangan Kania, karna Kania tampak diam dan tak merespon ucapan nya.


“Ah iyaa,,iya sayang,,kakak akan mengantarkan kamu pulang” ucap Kania sadar dari lamunan nya.


“Tapi,, kita pulangnya naik bus saja ya, tak apa kan?” tanya Kania ragu, Aurora mengangguk dan tersenyum kearah Kania, walaupun Kania tak punya uang sepeserpun, tapi setidak nya dia masih ada saldo untuk naik bus.


Tak lama berjalan, akhirnya Kania dan Aurora sudah duduk didalam bus, 10 menit kemudian aurora sudah tertidur dipangkuan Kania, Kania mengelus lembut rambut Aurora, seperti ibu yang sedang mengantarkan anaknya kedalam gerbang mimpi indah.


Selamat tidur aurora, semoga mimpi indah hehe.


***wahhh,,kejutan apa yang akan di dapat Kania saat sampai di perumahan yang mewah dan mahal itu?? pantengin terus cerita “Buah KeSabaran Kania (istri ku)” ya guysss...

__ADS_1


__ADS_2