
“Kalian.. tangkap gadis itu” perintah Adit kepada pengawal yang sedari tadi diam mematung.
Kania kaget melihat dua orang laki laki berbadan tinggi besar itu memegang tangannya.
“Ada apa ini? kenapa kalian menangkap ku?” tanya Kania heran.
“Bawa dia pada ku” perintah Adit, kedua pengawal itu mendekatkan Kania ke hadapan Adit.
“Siapa lo? kenapa lo melukai ponakan gua?” tanya Adit dengan muka penuh amarah.
“Saya tidak melukai Aurora, sungguh” jelas Kania, bagaimana mungkin laki-laki didepan nya ini mengira dia telah melukai Aurora? bukankah dia sudah menolong gadis kecil itu?
“Ternyata lo punya nyali yang cukup besar juga ya?” seringai mematikan dari Adit, tak lupa dengan tatapan mata tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.
“Apa maksud anda tuan?” tanya Kania takut.
“Sudah banyak tindak kejahatan seperti yang elu lakuin sekarang, jadi jangan pura-pura tidak tau, gua gak akan tertipu dengan wajah polos lo” ucap Adit sambil menegak kan dagu Kania.
“Saya,,,auuuhhh” pekik Kania, ia tak dapat menyelesaikan ucapannya, saat tangan Adit mencengkam kuat dagu nya, tak terasa air mata sudah jatuh membasahi pipi mulus Kania, air mata itu juga menyentuh tangan Adit, yang masih mencekam kuat dagu Kania, dengan cepat Adiit melepas kuat dagu Kania, hingga Kania terjatuh.
“Berani-beraninya air mata buaya lo menyentuh tangan gua, lu kira gua akan melepaskan lu begitu saja? cihhh” ucap Adit, sambil meludah di samping tubuh Kania.
“Tuhan,,apa lagi ini? masih belum cukup kah semua cobaan mu? masih banyak kah stok cobaan mu untuk ku? jika iya, bolehkah aku menyerah saja? MENYERAH? tidak Kania,,kamu tidak boleh menyerah, ada Ayah yang harus kamu jaga, bangkit Kania,,bangkit,,Ayah menunggu mu” ucap Kania dalam hati, tubuh Kania seolah memberinya semangat, belum waktunya untuk menyerah.
Kania mencoba bangun, namun kaki Adit lebih dulu menginjak lengan sebelah kanannya.
“Auuhh,,sakit tuan,,apa salah ku? kenapa anda melakukan ini pada ku?” lagi-lagi Kania bertanya, apa kesalahan yang sudah dia perbuat, hingga laki-laki di depannya menyiksa dia? bukankah laki-laki itu harus nya mengucapkan terimakasih kepada nya? karna dia sudah menolong dan mengantarkan Aurora dengan selamat?
“Sakittt??? ini belum seberapa dengan apa yang sudah lo lakuin sama ponakan gua!” jawab Adit, dengan semakin menguatkan hentakan kakinya pada lengan Kania.
“Auuhh,,sakiittt, sakitttt tuaannn” pekik Kania, sungguh ini sangat menyakitkan, Kania merasa seolah lengannya ingin lepas dari tubuh nya, air mata tak henti-hentinya mengalir, Kania benar-benar kesakitan, namun Adit seperti tidak memiliki hati, ya memang laki-laki itu tidak akan memiliki hati, jika ada orang yang menyakiti keluarganya, bukankah wanita ini yang lebiih tidak memiliki hati? Sudah tega merampas kalung Aurora hingga lehernya terluka dan datang mengantarkan Aurora seperti malaikat penolong??? oh sungguh ini membuat Adit muak.
Lagi-lagi, wanita membuat Adit ingin melenyapkan seluruh populasi mereka yang ada di dunia ini.
__ADS_1
Kau sungguh salah Adit,,justru Kania yang sudah menolong ponakan kesayangan mu itu, kau lah yang tak punya hati Adit, kau manusia yang sungguh kejam, hanya karna masa lalu mu yang kelam tentang wanita, kau menyamakan semua wanita, tak selamanya mereka sama, masih ada yang baik di dunia ini, apa yang akan kau lakukan, jika orang yang kau siksa sekarang sungguh tidak melukai ponakan mu? akan kah kau meminta maaf kepadanya?
Seperti itulah watak Adit, dia tidak akan mau percaya dan mendengarkan penjelasan apa-apa, jika itu sudah menyangkut dengan yang namanya wanita, masa lalu yang membuatnya seperti ini, masa lalu yang mebuatnya membenci wanita, kecuali Momy dan ponakan kecil kesayangangannya,,lepaslah dari masa lalu mu Adit,,dunia sungguh indah jika kau mau keluar dari zona hitam mu.
“Adiitt,,ada apa ini?" kenapa kamu menginjak nya?” tanya seseorang yang berpakaian putih kepada Adit, yah dia adalah Dokter Daniel, beruntung Joko datang bersama dengan Dokter Daniel, membuat Kania sedikit mendapat pembelaan.
Adit seolah tak peduli dengan pertanyaan Dokter Daniel, kakinya masih setia menginjak lengan Kania.
“Auhh,,” ringis Kania lagi, melihat hal itu Dokter Daniel langsung duduk, dan menyingkirkan kaki Adit dari lengan Kania, dia seakan teringat dengan anak gadisnya yang masih kuliah, mungkin Kania seumuran dengan anak nya, dia tak sampai hati melihat Kania menangis kesakitan, bagaimana jika itu terjadi pada putrinya? itulah yang mendorong Dokter Daniel untuk menolong Kania, Kania meringis menahan sakit di lengannya, yang sudah sulit di gerakkan itu, tangan kiri Kania menopang tangan kanannya.
“Bertahan lah saudara, aku tau itu sungguh sakit” kira-kira itulah yang di ucapkan tangan kiri Kania pada tangan kanannya.
“Berdirilah nak” ucap Dokter Daniel, sembari membantu Kania.
“Jangan pernah membatu pencuri ini Dokter Daniel” peringat Adit, pelan namun mematikan.
Dokter Daniel menelan saliva nya berat, dia tau persis bagaimana kejam nya Adit dalam melenyapkan musuhnya, dalam dunia bisnis maupun mafia sekalipun.
“Sa..saaya hanya kasihan dengan nona ini tuan” jawab Dokter Daniel dengan nada bergetar.
“Iii ya,,iiiyaa tuan,, maaf kan saya,,saya tidak akan ikut campur urusan anda, maa maafkan saya tuan” ucap Dokter Daniel sambil menunduk di hadapan Adit, senyum menakutkan keluar dari wajah Adit, membuat Joko, yang sedari tadi hanya menyaksikan tontonan yang tidak berperi kemanusiaan itu, ikut tertunduk takut.
“Cepat anda masuk, dan pastikan ponakan saya baik-baik saja” ucap Adit datar namun menusuk bagi Dokter Daniel.
“Ba baaiikk tuan” jawab Dokter Daniel
“Dan pastikan tidak terjadi apa-apa pada ponakan saya, jika terjadi sedikit saja kesalahan, maka saya akan menggantinya dengan nyawa putri anda” ancam Adit tepat di telinga Dokter Daniel.
Dokter mengangguk takut tanpa melihat kearah Adit “Ba baaikk,,tuan” jawabnya sambil berlalu masuk ke dalam rumah mewah itu.
“Kamu,,” tunjuk Adit kearah joko yang masih menunduk takut itu.
Joko mengangkat kepala nya, melihat arah telunjuk Adit yang mengarah padanya.
__ADS_1
“Iii iyaa tuan” jawabnya terbata
“Pergi dari sini” perintah Adit dengan mata tajam nya.
“Baa baaiikk tuan, saya permisi tuan” ucap Joko sambil membungkukkan badannya, dia segera masuk kedalam mobilnya, dan melajukan dengan cepat.
Seketika tatapan tajam itu kembali melihat kearah Kania, perlahan Adit melangkahkan kakinya mendekati Kania, Kania mundur ketakutan, sontak senyum mematikan itu keluar lagi dari wajah Adit.
“Mau kemana lo?” tanya Adit, sambil mencengkram kuat lengan Kania yang di injak nya tadi.
“Aauuhhh,,,” kali ini Kania berteriak, karna cengkraman Adit begitu sakit dirasakannya.
“Ampun tuan,,sakiitt” ringis Kania di sela tangisannya.
“Sakitt??” tanya Adit, seketika tawa nya pecah.
“Hahahhahaha sakit kata lo? akan jauh lebih sakit jika gua patahkan lengan ini” tambah Adit tepat di depan muka Kania.
“Tidakkk,,tidakkk tuan,,tolong jangan patahkan tangan saya” mohon Kania ketakutan.
“Kenapa tidak? bukan kah tangan ini yang sudah menarik kalung ponakan gua dan tangan ini juga yang sudah membuat leher ponakan gua terluka?” tanya Adit sambil kembali mencengkram kuat lengan Kania.
“Aauuuuuhhhh sakiiittt” teriakk Kania.
“Gua akan patahkan tangan ini, hingga tak akan bisa lagi lu gunakan untuk apapun itu” ucap Adit, sambil bersiap ingin mematahkan lengan Kania.
“Ja jaaa ngaannn” Kania menggeleng, sambil menangis terisak melihat kearah Adit.
Seketika kedua mata elang Adit beradu dengan mata sayu Kania.
Mata ituuu,,sama persis dengan mata wanita yang sangat Adit cintai, mata itu sama saat wanita yg sangat Adit cintai, menangis bersujud memohon maaf kepada Adit, saat Adit mendapati dia selingkuh dengan laki-laki yang tak lain adalah sahabat Adit sendiri, mata itu,,mata yang sangat Adit benci,, mata itu,,,mata yang sangat tak ingin Adit lihat, dengan dipenuhi rasa dendam, Adit mencengkram kuat lengan Kania.
“Aaaaaaahhhhhhhhh” Kania mengerang keras kesakitan.
__ADS_1
*** Wah,, sungguh kejam anda tuan Adit.. Bagaimana guys.. Apakah Kania kehilangan tangannya?? Pantengin terus cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) yaahh...