
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Pekik Kemal, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hampir saja menabrak tubuh mungilnya
“Alhamdulillah selamat” Syukur Kemal, walaupun jantungnya sudah hampir jatuh dari tempatnya
“Kamu gak kenapa-kenapa???” tanya seorang pria tampan pengendara mobil yang nyaris saja membuat Kemal kehilangan nyawanya, bocah kecil itu tiba-tiba berlari kejalan raya yang ramai pengendara mobil maupun motor, dia adalah Jack
“Saya baik-baik saja Om,,tolong bantu saya Om, saya dikejar oleh orang jahat” ucap Kemal to the point, hanya ini cara dia bisa selamat dan lari dari kejaran Purwo
Jack menatap sekeliling, tidak ada orang yang mengejar bocah kecil ini, apa dia membohongi Jack?? Namun lagi-lagi dengan insting yang kuat, Jack bisa membedakan mana orang yang jujur atau dusta
“Masuklah,,Om akan bawa kamu ketempat yang aman” ajak Jack
Tanpa fikir panjang, Kemal langsung masuk kedalam mobil Jack, dia menunduk bersembunyi disana
Seketika Jack menyipitkan kedua matanya, dia seperti pernah melihat wajah bocah itu, tapi dimana ya?? Dia menggeleng pelan kepalanya, terlalu banyak dia mencari data orang hingga dia lupa, namun dia masih dengan keras mencoba mengingat, tapi masih belum tau
“Om,,ayooo” teriak Kemal saat dia melihat Jack masih diam diluar tanpa masuk kedalam mobilnya
Jack melihat kesumber suara dan langsung segera masuk kedalam mobilnya, dia langsung tancap gas dan berlalu pergi
“Shiiitt, kemana bocah nakal itu” kesal Purwo
“Sepertinya dia berlari kearah sana bos” tunjuk salah satu bodyguard
“cepat kejar,,jangan sampai dia lolosss” perintah Purwo,,dia tidak mau umpannya untuk mendapatkan Kania hilang,,apalagi hutang ibunya juga belum dibayar
“awas aja kalau sampai aku menemukanmu bocah nakal,,aku akan menyiksamu dan kamu harus mengganti semua kerugian ku” kesal Purwo yang kemudian dia mengikuti arah Bodyguardnya mencari Kemal sang bocah nakal namun pintar itu
“Om..terimakasih yaaa sudah mau membantu saya” Kemal memulai pembicaraan saat dia sudah merasa aman dan tidak ada lagi yang mengejarnya
“memangnya siapa yang mengejar kamu anak kecil??” tanya Jack penasaran
“Om Tua pemilik restoran ditengah jalan tadi OM” jelas Kemal
“kenapa dia mengejar mu?? Apa kamu melakukan kesalahan padanya??”
Kemal mengangguk menyesal,,dia merasa bersalah telah menjatuhkan tumpukan piring dan gelas mahal milik Purwo, tapi sebenarnya dia tidak sengaja,,dia hanya ingin menyelamatkan dirinya dari kejaran para bodyguard yang sangat seram menurutnya
“kalau kamu melakukan kesalahan, kamu harus meminta maaf dengan Gantle, bukannya berlari pergi menghindar, kamu harus bertanggung jawab dengan kesalahanmu” terang Jack, memang anak zaman sekarang sangat minim tentang sebab akibat, jika melakukan sesuatu, maka ada akibat yang harus dia pertanggung jawabkan
“tapi Om,,Om Tua itu memaksa saya untuk bekerja terus, dia tidak memberikan saya makan” balas Kemal, walaupun dia masih kecil, dia juga tau mana yang benar dan salah, mana yang wajar dan tidak wajar, hanya saja salahnya tadi dia menjatuhkan piring dan gelas milik Purwo, selepas dari itu, dia tidak merasa ada salah apapun pada Tua bangka itu
Jack menatap Kemal sekilas, kemudian dia kembali fokus pada kemudinya,,
“apa saja yang sudah dia lakukan padamu?” tanya Jack menginterogasinya
“Om Tua itu membawa saya 3 hari yang lalu ke restorannya, dia memaksa saya untuk mencuci semua piring dan gelas yang kotor dari pagi hingga malam, dia hanya memberi saya makan jika pekerjaan saya sudah selesai, saya makan sekali sehari Om, kalau untuk hari ini, saya belum makan sama sekali” ucap Kemal sambil memegang perutnya, iyaa,,dia merasakan lapar yang teramat sangat, karna kemarin malam Purwo hanya memberinya makan sedikit, itupun sisa dari makanan pelanggan yang tidak habis meraka makan
“kemana orang tua mu?? Kenapa kamu bekerja sekeras itu??” tanya Jack, sungguh kasihan nasib bocah kecil ini, dia sekarang harusnya berada di sekolah, menimba ilmu dan bermain bersama teman seumurannya
__ADS_1
Kemal tertunduk lesu mendengar pertanyaan Jack, ada kesedihan yang berusaha dia pendam, Ayahnya terbaring lemah dirumah sakit, sedangkan Ibunya sibuk memperkaya diri, dia sampai hati menjadikan sang anak sebagai umpan untuk Purwo, bahkan dia juga menjual sang anak jika seandainya nanti Kania sang Kakak tidak ditemukan,,sungguh kejam dia memiliki seorang Ibu,,bukankah Surga ada dibawah telapak Kakinya?? Bukankah Allah sudah menjelaskan bagaimana indah dan megahnya Surga itu,,tapi kenapa surganya malah seperti ini?? Apakah dia salah surga??? dan apakah semua Ibu seperti ini?? Atau hanya Ibunya saja??
Lagi-lagi Jack melihat sekilas kearah Kemal, sepertinya bocah kecil ini memiliki hidup yang berat,,dia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut, apalagi pertanyaannya tadi menyangkut orangtua, bagi sebagian orang, itu adalah pertanyaan yang sangat intim, tidak semuanya bisa menjawab dan terbuka tentang kehidupannya, bahkan Jack saja jika ditanya tentang orang tuanya, dia juga akan merasa sedih,,
Jack membelokkan mobilnya saat dia mendapati ada sebuah restoran makan cepat saji,,dia memilih layanan Drive Thru, dia memesan beberapa makanan untuknya dan bocah kecil itu
“ini,,makanlah,,” Jack menyodorkan sebungkus Nasi Ayam kepada Kemal
Kemal menatap dengan gembira pemberian Jack, senyum terukir indah di wajah tampannya
“terimakasih Om..” ucapnya senang
“mmmm, makanlah yang banyak” Jack mengelus lembut kepala Kemal, kemudian dia menepikan mobil untuk berhenti sejenak, dia mengambil ponsel dan keluar dari mobilnya
“Om keluar sebentar ya” pamit Jack
“iya Om,,” Kemal menjawab dengan mulut dipenuhi nasi dan ayam goreng yang nikmat sekali
Jack tersenyum melihat kelakuan lucu bocah kecil itu
“makanlah pelan-pelan,,tidak ada yang mengejarmu sekarang” ucap Jack sambil menutup pintu mobilnya
Kemal hanya menjawab dengan anggukan, dia menatap punggung Jack dan kembali melanjutkan makannya
“Hallo Yank,,gimana keadaan Kania??”
“Gua udah pesenin sarapan, ditunggu yaa”
“yaudah kalau gitu hati-hati ya disana,,kabari gua kalau terjadi sesuatu”
“bye cayank,,Love You”
Jack mematikan sambungan telphonenya dan kembali melakukan panggilan
“Hallo...gimana kondisi disana?”
“Oke,, tetap pantau dia,,jangan sampai lengah”
Jack kembali memutuskan sambungan Telphonenya, dia masuk kedalam mobil menemui bocah kecil
“makanan mu sudah habis??” tanya Jack saat mendapati Kemal hanya memegang bungkus makanan
Kemal tersenyum sambil mengangguk pelan
“mau nambah lagi??” tanya Jack
“apakah boleh Om??” Kemal balik bertanya
“Ini,,ambillah” Jack kembali memberikan sebungkus Nasi ayam kepada Kemal, untung saja dia tadi membeli 3 buah nasi dan ayam, sehingga masih tersisa 1 bungkus untuknya makan
__ADS_1
“terimakasih Om,,,” jawab Kemal dengan senangnya, dia kembali makan dengan lahap, Jack tersenyum melihat Kemal makan dengan begitu cepat, sepertinya benar dia sangat kelaparan, Jack pun membuka bungkus makanannya dan berlomba makan cepat dengan Kemal
“anak kecil,,siapa namamu??” tanya Jack saat mereka sudah berhasil menghabiskan makanan masing-masing dan kini Jack pun sudah melanjutkan kemudinya
“Kemal Om,,” jawab Kemal sambil menatap kearah Jack
“Kemalll,,Keemaaalll” ucap Jack berulang, sepertinya nama itu tidak asing baginya,,sedari tadi dia mencoba mengingat, namun masih belum bertemu
“kamu mau kemana? Biar Om antar, soalnya Om tidak bisa berlama-lama, ada sesuatu yang harus Om kerjakan” ucap Jack to the point,,iyaa,,dia tidak bisa terlalu lama dengan Kemal, karna masih banyak Tugas yang harus dia selesaikan, masalah Adit, masalah Kania, masalah Perempuan yang tadi ditemui Adit dan masih banyak lagi
“Saya mau mencari kakak saya Om, turunkan saja saya di halte depan sana Om” pinta Kemal sambil menunjuk halte bus diseberang jalan sana
“siapa kakakmu?” tanya Jack sambil membelokkan mobilnya menuju halte bus
“Kak Nia Om,, saya mau mencari Kak Nia” terang Kemal, dia sudah melepaskan sheatbelt dan bersiap-siap untuk turun dari mobil Jack, Jack tidak ngeh dengan ucapan Kemal, karna dia hanya menyampaikan kakaknya bernama Nia, bukan Kania
“Ini Om,,” Kemal memberikan uang 260k yang dia terima dari Purwo tadi kepada Jack
Jack mengernyitkan dahinya
“uang apa ini??” tanyanya heran
“ini uang untuk membayar makanan tadi Om, sama untuk membayar uang bensin mobil Om” terang Kemal, seketika Jack tersenyum, dia tidak menyangka bocah kecil ini akan mengganti uang makannya dan membayar pertolongannya
“kamu ambillah uang itu untuk bertahan hidup dan mencari kakakmu” Jack mengambil dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan
“ini,,” Jack memberikan uang itu kepada Kemal
“tidak Om,,saya tidak bisa menerimanya” tolak Kemal
“gapapa, anggap saja ini pinjaman dari Om buat kamu, next kamu harus hidup lebih baik, semoga kamu segera bertemu dengan kakakmi dan jika terjadi sesuatu yang buruk,,hubungi Om” pinta Jack sambil memberikan kartu namanya
“Terimakasih Om,,Om baik sekali,,saya akan membalas kebaikan Om” syukur Kemal, dengan begini, dia mempunyai tabungan untuk bertahan hidup dan mencari kakaknya
“iyaa,,berhati-hatilah” ucap Jack, Kemal membuka pintu mobil dan keluar dari mobil mewah itu
“sampai jumpa lagi Om baikk” Kemal melambaikan tangannya mengiringi kepergian Jack
Jack melajukan mobilnya memecah kemacetan ibu kota, matahari bersinar sangat terik, dia mengetuk setir mobil dengan jari telunjuknya, menunggu lampu merah yang terasa sangat lama
“Kak Niaa,,Kak Niaa,,Kania..KaaNia???” Jack mengulang nama Kakak yang Kemal cari
“Kania,,Kemallll,,Shiiiittttttt” Kesal Jack, dia langsung melihat kearah belakang, halte bus itu tidak terlihat lagi, ditutupi oleh ramainya mobil yang menunggu pergantian lampu merah
“Ternyata dia Adiknya Kania,,kenapa gua baru inget sekarang” rutuk Jack pada dirinya sendiri...syukur sekarang sudah lampu hijau, Jack langsung melajukan mobilnya kembali ke halte bus tadi,,dia memarkir mobilnya sembarang dan segera berlari mencari Kemal, namun halte bus itu kini sepi,,hanya ada 1 orang yang duduk di kursi tunggu, dan orang itu bukan Kemal
“kemana dia??” tanya Jack sambil mengintari sekeliling, dia takut terjadi sesuatu kepada Kemal,,
Duhhh,,,Kemana ya Kemal?? Apa kalian melihat Kemal guyss?? Kasih tau Jack ya jika kalian menemukan bocah ganteng ituuu hehe
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya
Makasihhh