
“jika cinta, ucap kan, jika tidak, tinggalkan! jangan menghalangi seseorang yang ingin datang ;)” hehe
"bau apaan nih?” tanya adit penasaran, dia bergegas mencari sumber bau itu dengan hidung nya
“hmmmm wangiii” puji nya saat tau bau wangi itu berasal dari arah dapur
“tau aja perut gua lapar” senang adit sambil berjalan cepat menuju dapur, dia menuruni tangga dengan perasaan senang, cacing di perut nya pun bersiul bahagia, tak sabar menunggu si empu mengisi nya
“tunggu” sadar adit, dia menghentikan langkah nya yang sudah berada di ujung tangga itu
“siapa yang memasak subuh subuh begini? bukan kah gua udah memindahkan seluruh pelayan ke villa pribadi gua” ucap nya heran
“jangan jangan” fikirnya, dia segera berjalan cepat ke arah dapur dan benar saja, wanita munafik itu memasak
“sialllll,,” kesal adit saat mendapati kania sedang asik memasak
dengan cepat adit memutar tubuh nya menjauhi dapur, meski perut nya sangat lapar, tapi tidak mungkin dia makan masakan wanita itu, bisa bisa dia diracuni oleh nya
mendengar langkah kaki menjauh membuat kania kaget dan melihat ke arah belakang
“masss” panggil kania saat adit sudah mau menaiki tangga
adit berhenti sejenak, perut nya kembali berbunyi, kali ini dia sungguh lapar
kania berjalan mendekati adit
“mas,,makan yuk, aku udah masak, mas pasti lapar, kemaren pas resepsi mas Cuma makan sedikit” ajak kania
seketika sudut bibir adit tertarik sebelah, apa lagi rencana wanita munafik ini bathin nya
melihat adit hanya diam tak menjawab, kania memberanikan diri nya memegang tangan adit dengan lembut
“mas,,” ucap kania
seakan ada kehangatan mengalir dalam jiwa adit saat kania memegang tangan nya, dia melihat ke arah kania
“ayok makan mas” ajak kania lagi, sambil menatap mata adit yang juga menatap matanya
__ADS_1
seketika adit tersadar, dia segera mengalihkan pandangan mata nya dari mata kania, dia gak mau terhipnotis lagi dengan tatapan mata wanita itu
“mass” panggil kania lagi dengan tangan nya sedikit mengguncang tangan adit, menyadar kan laki laki itu dari diam nya
“berani sekali lu menyentuh gua jal*ng” teriak adit kesal, dia segera menepis kasar tangan kania dari tangan nya
“mas,,aku bukan jal*ng, aku istri kamu” ucap kania
“diaaaaaammmm” tegas adit dengan nada yang sangat tinggi, membuat tubuh kania terguncang kaget
“jangan pernah menyentuh gua bahkan seujung kuku pun” peringat adit
“kenapa mas? apa salah aku? kenapa kamu benci sama aku?” tanya kania, dia sungguh tidak tau kenapa adit bisa benci dan sejahat ini padanya, padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun
“berhenti memanggil gua mas, berhenti menjawab perkataan gua dan berhenti membantah gua, lu ngerti gak? haa?” bentak adit keras
melihat kemarahan adit yang menggebu gebu membuat kania terdiam
“sabar kania,,ikuti saja maunya, mungkin dengan begitu dia tidak akan menyakiti dan membenci mu lagi” bathin nya
“baik,,aku tidak akan memanggil dengan sebutan itu lagi, aku tidak akan menjawab dan membantah lagi” ucap kania lembut, meski dalam hatinya dia ingin sekali bisa berbicara dan bercerita banyak hal kepada suaminya itu, dia juga ingin seperti pasangan suami istri normal lain nya
adit hanya diam mendengar ucapan kania, dia kembali melanjutkan langkah nya setelah tadi sempat terhenti
“aku sudah menyiapkan makanan, makan lah dahulu, aku tau kamu lapar” ucap kania pelan
adit menghentikan langkah nya sejenak
“gua gak lapar dan gua gak akan sudi memakan masakan wanita kotor seperti lu” ucapnya sambil melanjutkan kembali langkah kaki nya, kania hanya menatap punggung adit sampai hilang dari pandangan nya
kania tersenyum getir
“Tuhan,,limpahkan aku kesabaran lebih, limpahkan juga aku kekuatan lebih untuk merubah dan bertahan dengan suami ku”
***
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, adit sudah siap untuk berangkat ke kantor, dengan gagah nya dia menuruni tangga tak lupa dengan jas mewah yang di letakkan di tangan kiri nya
__ADS_1
“permisi,,bolehkah aku keluar untuk mencari pekerjaan?” tanya kania saat tangan adit sudah memegang gagang pintu untuk keluar dari rumah nya
“bekerja? kenapa dia ingin bekerja? bukan kah disini sudah sangat cukup? apakah masih kurang untuk nya? dasar wanita haus uang,,tak pernah puas!” bathin adit kesal, kenapa dia selalu naik darah jika berhadapan dengan wanita ini, sungguh tidak baik untuk kesehatan pikir nya
“cihh,,gua gak peduli lu mau ngapain, yang jelas lu tinggal disini tidak gratis, lu harus bersihkan seluruh rumah ini, gua udah memindah kan seluruh pelayan dari sini dan gua gak mau ada sedikit pun debu yang menempel dirumah gua" ucap adit
“jika pekerjaan rumah sudah selesai, boleh kan aku pergi bekerja?” tanya kania lagi
“terserah, kalau lu mau jual diri pun gua gak peduli” ucap nya sambil berlalu pergi meninggalkan kania
“sabar kaniaaaa,, sabar,,” ucap nya sambil mengelus dada
***
“siang brooo” ucap jack dengan senyum bahagia nya
“tidak bisakah lu ketuk pintu dulu sebelum masuk jack?” tanya adit kesal
“cihhh sensi amat lu,,,gak di kasih jatah ya tadi malam??” tanya jack menggoda
“braakkkkk” setumpuk berkas berkas berhasil mendarat di atas lantai setelah adit melemparkan ke arah jack dan dengan cepat jack menghindar sehingga tumpukan berkas itu tak mengenai tubuh nya
“hahhahhaa santaii donk,,,pengantin baru tak boleh marah marah, betewe gimana malam pertama lo?? enak gak?? berani bermain berapa ronde??” tanya jack lagi
kali ini adit sudah kehilangan kesabaran nya, dia berdiri dan siap menghajar jack, melihat adit yang dipenuhi dengan amarah membuat jack segera berlari keluar, sebelum berlari, dia melemparkan berkas berwarna kuning ke arah adit, adit tak menangkap berkas itu, dia malah mengejar jack, sial nya jack sudah duluan menutup pintu dan hilang dari pandangan adit
“awas lo sampai ketangkap sama gua,,gua buat lu gak bisa melihat matahari lagi” ucap adit kesal sambil mendarat kan pantat nya di sofa, dia memijit keningnya yang pusing, fikiran nya dihiasi dengan isi bra hitam kania masih terekam jelas di otak nya, apalagi saat jack mengungkit tentang malam pertama
“shiiiiittt,,kenapa gua jadi mikirin jala** itu!” kesal jack
“tapi itu sungguh menggoda” ucap nya lagi
“aaaaaaaaa,,ingat diitt,,tubuhnya sudah bekas,,pantang untuk memakan sisa orang” ucap adit sambil memejamkan mata, dia mengistirahatkan tubuh nya yang masih lelah setelah resepsi itu
*** duh duh duh.. apakah dengan tubuh nya kania akan dapat meluluhkan keras nya adit?? maklum lah ya guys,, udh tua tapi masih perjaka,, ya pengen lah kaannn rasain nokmat dunia, apalagi sudah punya istri hehe
kalo kalian gimana guys?? mau makan bekas orang gak???
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya guyssss
makasihh