
"upssss, sorry gua ganggu" ucap seseorang, dimana suara nya sangat di kenal oleh adit, dia segera melihat ke sumber suara, dengan cepat dia beranjak bangun dari sofa yang menjadi tempat tidur dadakan nya saat melihat seseorang yang berdiri dan melihat kearah nya
Dia adalah jack
Mata adit membelalak sempurna saat melihat jack berdiri mematung melihat kearah nya dan kania dengan cengir ejekan sambil menggaruk tengkuk nya yang adit yakin itu tidak gatal sama sekali
“siall,,apa tadi itu nyata?” rutuk adit pada dirinya sendiri
“gua pulang ya, kalian bisa lanjutin lagi yang tadi” ucap jack sambil menunjuk kearah adit dan kania, tak lupa dengan senyum menggoda nya, bagi adit itu adalah senyum kematian nya
“ini gak seperti yang lo liat” ucap adit tegas menjelaskan kepada jack
kania tersadar dari diam nya
“apa,,,apa tadi itu nyata?” bathin kania sambil menyentuh bibir nya, bisa dia rasakan masih ada cairan disana
“ini,,,,ini bukan…..aaahhhhh” rutuk kania pada diri sendiri
“itu nyata kania, nyata,,kamu sungguh bodoh” gumam nya kecil sambil memukul pelan kepalannya
“udah lah dit, gua bukan bocah yang bisa lu bohongin, gua juga paham koq, santai aja, gua pulang ya” pamit jack sambil mengambil berkas yang tadi tidak sengaja dia jatuhkan setelah melihat adegan penyatuan bibir dua insan yang sedang di mabuk asmara, maklum pengantin baru pikir nya
walaupun sebenarnya banyak tanda tanya di kepala jack, bagaimana bisa adit dan kania bisa berciuman, bukankah adit membenci kania? "sudah lah, bukankah ini berita yang sangat bagus?" syukurnya dalam hati
Jack segera membalikkan tubuh nya dan berjalan cepat keluar meninggal kan rumah itu
Adit hanya menatap kepergian jack, dia tidak ingin berdebat apapun dengan laki laki itu, saat ini dia hanya ingin focus pada satu orang, yaitu kania
Dengan cepat adit memutar tubuh nya yang dari tadi membelakangi kania, tatapan tajam mematikan langsung ditujukan kepada wanita yang ada di hadapan nya itu, melihat aura kemarahan dari wajah adit membuat kania ketakutan, dia tau kali ini kesalahan fatal sudah dia lakukan, tapi apakah hanya dia yang bersalah disini? Tidak bukan? Adit juga menginginkan hal itu
__ADS_1
Kania mundur perlahan saat tubuh adit semakin mendekat ke arah nya, kania mundur, mundur dan akhir nya
“bughhh” tubuh nya mendarat di sofa yang menjadi saksi bisu penyatuan bibir nya dan adit
“kaa..kamu mau apa?” Tanya kania saat tubuh adit sudah berada tepat di atas tubuh nya, kini tubuh adit menindih tubuh kania
“ternyata lu mau mati sekarang ya” ucap adit dengan tatapan mengerikan, kania dapat melihat dengan jelas kemarahan adit, kali ini wajah laki laki yang sering menyiksa nya itu merah padam, kania benar benar ketakutan
“Tuhan,,,kenapa dia bisa semarah ini? Bukan aku yang bersalah disini, dia juga salah, selamat kan aku Tuhan” bathin kania
“aaaghhhhh” ringis kania saat kedua tangan adit sudah berada di lehernya, mencengkram dengan sangat kuat, sangking kuatnya, mata kania membelalak sempurna, bola matanya seperti ingin keluar dari tempat nya
Kania meraih tangan adit, mencoba menghentikan laki laki itu, namun apa daya, tenaga kania tidak sebanding dengan adit
Kania kini benar benar sudah kehabisan nafas, mukanya yang tadi merah merona setelah adegan panas yang mereka lakukan, kini berubah menjadi pucat pasi, sudah hampir seperti mayat, tangan yang tadi mencengkram kuat tangan adit mencoba melawan, kini sudah melemah dan tergeletak lemah di atas sofa
“Tuhan,,inikah akhir hidup ku?” Tanya kania, dia benar benar berfikir inilah akhir dari perjalanan dan kekejaman hidup nya, air matanya kini sudah mengalir membasahi pipi
mata kania mengunci mata adit, seolah ingin mengatakan sesuatu melalui matanya itu, adit hanya diam, lama kelamaan tangan yang tadinya mencengkram kuat kini mulai melemah, tatapan matanya pun mulai teduh, tidak dipenuhi amarah lagi, adit sepertinya benar benar terhipnotis oleh tatapan mata kania
Kania tidak menyia nyiakan kelemahan adit, dia mengambil banyak oksigen saat tangan adit sudah melemahkan cengkraman nya, ini sudah ke dua kalinya adit mencengkram kuat leher kania, mungkin jika ada yang ketiga, itu benar benar akan menjadi akhir hidup bagi nya
dengan tenaga seadanya, Kania memberanikan diri menyentuh tangan adit yang masih di leher nya, di usap lembut tangan adit, seolah mengalirkan aura positif, nafas adit yang tadi berderu sangat kencang, sekarang mulai normal, saat inilah waktu nya kania mencoba merubah adit, karna dapat dia lihat dan rasakan, sebenarnya adit tidak lah sejahat fikiran nya, adit masih memiliki kebaikan dalam dirinya, terbukti dengan tatapan iba dan penuh penderitaan mampu meluluhkan nya
kania akan terus berusaha untuk mengembalikan adit yang dulu dan merubah adit menjadi lebih baik lagi
Merasakan ada tangan yang mengusap lembut tangan nya membuat adit tersadar, dia mengerjapkan pelan matanya tak percaya dengan keberanian kania, masih berani wanita ini untuk menyentuh nya, bathin adit, namun dia tidak mencegah ataupun bereaksi marah kali ini, dia membiarkan
Entah apa yang merasuki nya, dia seperti bukan adit yang biasanya, dia benar benar merasakan kenyamanan saat tangan kania mengelus lembut tangan nya
__ADS_1
*butuh kasih sayang gaesss hehe
Perlahan kania menurunkan tangan adit dari lehernya, adit pun tidak menolak, dia hanya diam, setelah itu kania memberanikan diri mengelus lembut pipi adit
“keluarlah dari masa lalu mu, semua orang itu berbeda, jangan samakan aku dengan orang yang menyakiti mu dahulu” ucap kania
Adit tak menjawab, dia hanya diam dan terus menatap mata kania, dia mencari kebohongan disana, namun yang dia dapat hanyalah ketenangan, menatap mata wanita ini membuat nya tenang dan nyaman
“harus bagaimana? Apakah selama ini gua benar telah salah menilainya?” bathin adit
“kalau kamu tidak percaya kepada ku, kamu bisa mencari tahu tentang kehidupan ku sebelum nya, ayo kita mulai lembaran baru” ucap kania
Lama adit terdiam, dia berkutak dalam fikiran nya sendiri, perlahan dia menurunkan tangan kania dari pipinya, kali ini tidak dengan kekerasan, melainkan dengan perlakuan yang lembut
kania benar benar senang melihat perubahan adit, dia seperti mendapat lampu hijau dan cara jitu untuk melunakkan adit
“jangan sentuh gua dan jauhi gua” ucap adit datar dan berlalu pergi
Kania menatap kepergian adit, ada sedikit rasa lega dalam hati nya, baru untuk pertama kalinya adit berbicara selembut itu padanya dan tidak menatapnya dengan tatapan tajam atau intimidasi, tapi dengan tatapan sendu dan penuh kesedihan
“aku akan mengubah sedih mu menjadi kebahagiaan, aku akan mengubah fikiran jelek mu tentang wanita” ucal kania saat tubuh adit sudah hilang dari pandangan nya
“jika dengan menyakiti aku bisa membuat mu berubah, aku ikhlas dit” ucap kania lagi
“aku ikhlas menjadi jembatan mu untuk berubah dan aku akan selalu sabar menunggu hingga kamu berubah dan mau menerima ku” ucap kania dengan tersenyum senang
***wah wah wah... adit mulai melemah guysss
maaf author update nx lama ya, soalnya author lagi ada urusan, pantengin terua cerita "Buah KeSabaran Kania (Istri Ku) ya guys
__ADS_1
jangan lupa like dan komen yaaahh
makasihhh