
“mas,,kamu sudah pulang??” senang Kania saat mendapati Adit sudah pulang
“sini mas, aku bawain tasnya” pinta Kania, dia ingin menjadi istri yang baik untuk suaminya, apalagi suaminya ini sudah mulai menerima kehadirannya, pikirnya!
“lo mau mati ya??" kesel Adit
"maa maksudnya mas? " tanya Kania heran
"berapa kali gua bilang jangan pernah memanggil gua dengan sebutan itu,,dan pergilah dari hadapan gue” kesal Adit, hatinya yang tadi berbunga-bunga langsung langsung masam dan kesal dengan kehadiran Kania
“taa pi mas”
“shittt, singkirin tangan lo, jangan pernah menyentuh barang-barang gue” Adit menepis tas kerjanya, membuat tangan Kania terlepas kuat dari pegangannya
Kenapa mas Adit jadi gini?? bukan ini yang Kania harapkan, bukankah tadi mas Adit sudah menolongnya? mas Adit sudah mau mencicipi masakannya? apa Kania terlalu berharap lebih??
Oh Tuhan,,ini jauh dari angannya,,ternyata masih belum usai perjuangan Kania
“maaf mas” jawab Kania pelan
“jangan panggil gua dengan sebutan itu! lo disini hanya pembantu buat gue,,jangan berharap lebih!!!” tegas Adit
Deggg
Sakit,,sungguh sakit, hati Kania hancur kembali, ternyata Kania yang sudah berharap banyak, ternyata Adit masih sama seperti Adit yang sebelumnya
“sabar Kaniaa,,jika waktunya sudah tiba, kamu akan jadi istri seutuhnya,,semangattt” lagi-lagi Kania memberikan semangat untuk dirinya sendiri
Adit berlalu pergi meninggalkan Kania, dia menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2
“aku sudah siapkan makan malam, makanlah dulu” ucap Kania, tadi sore Kania memasakkan makan malam untuk suaminya, dia berharap makan malam kali ini diterima dengan senang oleh Adit dan mereka makan bersama di meja makan tak lupa Kania ingin mengucapkan terimakasih pada suaminya itu, tapi...ternyata semua salah,,salah besar
Adit tidak perduli dengan Kania, dia tetap melanjutkan langkahnya hingga sampai dikamarnya
Kania melepaskan nafasnya kasar, kenapa sikap Adit berubah lagi? apa dia buat salah lagi?? entahlah, Adit sangat sulit ditebak..dengan langkah gontai Kania berjalan ke meja makan dan mengambil sepiring nasi tak lupa dengan lauknya, dia makan sendiri,,iyaa,,hanya sendiri dan hari-hari berikutnya juga akan sendiri,,
__ADS_1
“heehhh,,kapan ya aku dan mas Adit bisa makan bareng??” Kania melihat keatas,,siapa tau Adit keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk makan bersamanya, tapi lama Kania menunggu yang ditunggu tak kunjung tiba,,
“mungkin lain kali Kania” ucapnya lagii pada diri sendiri, dia mengemas piring kotor dan langsung mencucinya, Kania masih menyisakan beberapa lauk di meja makan, siapa tau nanti suaminya lapar, dia bisa langsung memakan makanan yang sudah disiapkan Kania
Pagi pun datang..
Selepas shalat subuh Kania langsung naik ke lantai 2, dia membuka pelan pintu kamar Adit, sang suami masih tertidur pulas di tempat tidurnya, pelan tapi pasti, Kania menyiapkan semua keperluan sang suami, pakaian dan keperluan kamar mandinya
“dia ganteng sekali kalau lagi tidur” puji Kania, kapan ya dia bisa tidur satu ranjang dengan suaminya itu?? kapan ya dia bisa melihat dan meyentuh lembut wajah nan tampan itu???
Kania menggeleng,,jangan banyak berharap Kania, sudah cukup kemaren harapanmu musnah dengan sia-sia, lebih baik sekarang kamu segera keluar dari kamar Adit, sebelum dia terbangun dari tidur panjangnya, itu akan membuat petaka untuk mu
Kania langsung bergegas keluar dari kamar Adit, dia langsung menuruni tangga dan menuju ke dapur,,
“mmm ternyata kemaren dia tidak turun,,dia tidak makan masakanku” sedih Kania,,lauk yang kemaren malam dia sisakan untuk Adit ternyata masih utuh, tidak ada sedikitpun tanda-tanda orang memakannya
“sayang sekali lauknya jadi basi,,” Kania tidak biasa membuang-buang makanan, tapi apa mau dikata, sudah basi, tidak bisa dipanaskan kembali apalagi dikonsumsi
Setelah sibuk dengan urusan perdapuan, Kania langsung bergegas mencari sapu, dia langsung membersihkan rumah besar bak istana itu, dia masih punya tanggungan untuk hidup, dia harus mencari pekerjaan untuk bisa meneruskan hari-harinya,,
Dengan seribu langkah Kania membersihkan rumah itu secepat kilat, kepalanya kali ini dipenuhi dengan Kemal,,dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Adiknya,,
“huaaammm” Adit menguap, dia bangun dari tidurnya, sungguh tidur yang sangat nyenyak,,agenda hari ini masih sama,,ke kantorrr dan....dia dengan cepat bangun dan berlari ke kamar mandi,,nanti sore dia ingin menemui Angel, dia ingin mengenal Angel lebih jauh,,
*semangattt bangettt diitttt
Adit mandi dan menggosok gigi seperti biasanya, dia tidak memperhatikan ada hal aneh disana, rasa bahagia yang akan bertemu dengan Angel membuatnya lupa dengan sekitar, selesai mandi dia langsung bergegas ke ruang ganti,,senyum yang tadi terukir indah kini hilang seketika..
“benar-benar ingin mati dia” rutuk Adit, tanpa ba bi bu, Adit langsung bergegas keluar dari kamarnya, dia menuruni tangga mencari Kania,,
“mau kemana lo??” teriak Adit saat mendapati Kania sedang memegang gagang pintu hendak keluar dari rumah mewahnya
Kania terkejut mendengar suara Adit, dia langsung berbalik dan melihat kepada sumber suara,,
“Tampan sekaliii” Puji Kania saat melihat tubuh Adit hanya dibaluri handuk, menampakkan dada sixpack dan lihat itu,,rambutnya,,masih basah sisa dari keramas,,tampan Adit jadi berkali-kali lipat,,tapi,,itu,,di tangan Adit kok ada baju sama celananya ya?? buat apa?? apa Adit meminta Kania untuk memakaikannya?? oh tidakk,,apakah Adit semanjaa ituu??
__ADS_1
“mau kemana lo?” tanya Adit
“aa akuu mau keluar” jawab Kania terbata,,dia bingung dengan sikap Adit, mata laki-laki itu menatap tajam penuh intimidasi padanya, ditambah lagi dengan mukanya yang melihatkan rahangnya dengan jelas
“lo mau mati ya?? udah bosen hidup ha??” teriak Adit yang berhasil membuat Kania merikuk ketakutan, dan..
“bugh..” baju dan celana yang dibawa Adit berhasil mendarat dengan sempurna di wajah Kania
“berapa kali gua bilang sama lo?? jangan pernah menyentuh barang-barang guee” Adit mendorong tubuh Kania berulang hingga terbentur pintu
“maaa maaf” ucap Kania pelan, namun masih bisa didengar oleh Adit
“gue udah peringatkan elo berulang kali, tapi lo....” Adit mencengkram kuat dagu Kania, berhasil membuatnya meringis kesakitan
“aa ammpunn mass”
“Plaakkkkk” sebuah tamparan yang sangat keras hinggap di pipi Kania, membuatnya hilang kendali dan terjatuh ke lantai
"sudah beribu kali gua peringatkan sama lo,, jangan pernah menyentuh barang-barang guee,, dan jangan pernah memanggil gue dengan sebutan itu!!!" Kania meringkuk ketakutan, tamparan yang barusan dia terima sangat sakittt, darah segarpun tak lupa mengalir dari sudut bibirnya
“gua udah sabar ya sama lo,,tapi lo terus mengganggu hidup guee” kini Adit duduk dan mencengkram kuat leher Kania,,
Mata Kania membulat sempurna, kali ini cengkraman Adit benar-benar sangat kuat,,dia sungguh tidak bisa bernafas, hanya air mata yang turun membasahi pipi Kania,,
“Tuhaaann,,setan apa yang sudah merasuki suami ku?? kenapa dia melakukan ini kepada ku?? salahkah aku sebagai istri mempersiapkan keperluan suami ku?? salahkah semua yang aku lakukan ini??? Tuhann,,ini sangat sesaakk,,aku tidak bisa bernafas,,inikah akhir hidup ku???” bathin Kania menangis
Dia mencoba mengangkat tangannya untuk meraih tangan Adit, namun tenaganya benar-benar sudah habis,,pandangannya kini mulai kabur,,diujung penglihatannya dia melihat ada sang ibu yang sedang mengulurkan tangan kepadanya
“ibuuuuu....tolong Kania buu...tolong Kaniaa,,bawa Kania ikut bersama ibuuuu” teriaknya dalam hati hingga akhirnya perlahan tapi pasti, mata Kania tertutup sempurna
Lohhh,,kok jadi gini guys??? Apakah Kania akan selamat atau dia benar-benar berakhir kali ini??? pantengin terus Buah Kesabaran Kania (Istriku) yaa
Jangan lupa like dan komen
Makasihhhh
__ADS_1