Dorin Tanea

Dorin Tanea
Episode 29 (Fandy)


__ADS_3

"Eh, mau lo apain tuh kartu memori?" tanya Shiro melihat gue mencopot benda mini ini dari handphone yang didapat Rega, mungkin ada anak baru yang tidak mematuhi aturan.


Gue hanya tersenyum. "Benda ini biar gue yang simpan," ujar gue sembari memasukkan kartu memori itu ke dalam dompet.


Setelah Mos selesai gue baru ingat dengan kartu memori yang gue simpan di dalam dompet. Mengeluarkannya lalu mencoba melihat isi di dalamnya.


Mata gue melebar ketika melihat foto-foto yang ada di sana. "Ini fotoya Dorin!" pekik gue tidak percaya. Secara, saat MOS mulai hingga selesai gue tidak pernah bertemu sosok bertubuh gendut itu. Ingat! Meski Dorin gendut, tapi dia lucu dan manis.


Setelah beberapa hari pengumuman yang gue bikin dan tempel untuk pengembalian handphone tersebut, namun Dorin belum juga mengambilnya di ruangan OSIS. Oke, mungkin gue bertindak lebih pintar lagi agar gadis itu muncul.


Bagi yang merasa punya HP dan dasi, harap menuju ruang OSIS! Atau Anda akan mengulang MOS tahun depan!!!


"Kenapa sih, lo Fan, gigih amat ngembaliin tuh, HP!" komentar Shiro si meong.


"Untuk menangkap tikus," jawab gue disusul dengan gelak tawa, namun si kucing meong tidak terima dan memukul kepala gue yang berharga. "Sialan lo!"

__ADS_1


"Makanya, kalau gue tanya itu, jawab yang bener!"


Gue hanya mencibir. Kalau dia tahu kalau Dorin ada di sekolah ini, bagaimana reaksinya?


Gue menggaruk dagu dengan ujung spidol yang sudah ditutup. Apakah Dorin berada di sekolah ini? pikir gue sedikit ragu. Bagaimana kalau dia pindah sekolah di hari pertama?


Jujur saja, gue juga rindu dengannya.


...***...


Ketika memasuki ruangan, gue melihat dua anak baru beridiri di tengah ruangan. Bisik-bisik takut. Mungkin mereka mengambil dasi miliknya dan gue pun belum bisa membuat Dorin muncul ke tempat ini untuk mengambil handphone-nya. Gue rasa, Dorin memang tidak bersekolah di sini lagi.


Merasa sedikit sedih, sih. Padahal gue berharap dia yang muncul.


Gue kembali duduk di samping Friska. Bercerita singkat dengannya, sedangkan Vino malah asyik dengan bukunya. Gue hanya bisa menggeleng kepala, untung saja rapat sudah selesai saat kami kembali ke sini.

__ADS_1


“K-Kak ... HP itu, bolehkah saya ambil?” Suara itu terdengar gugup, gue menoleh cepat ke sumber suara.


“Jadi, HP ini milik lo?” tanya Rega.


“MISS BALL?” teriak gue memenuhi ruangan. “Beneran itu lo?” tanya gue sekali lagi dan membuat Shiro dan juga Vino menoleh ke arah Dorin.


Gue nggak percaya dengan apa yang gue lihat. Dorin yang bulat seperti bola sekarang berubah menjadi biola? Ah, maksud gue body-nya.


Dorin tampak kesal saat gue menyebutnya dengan julukan 'Miss Ball'. Marah. Dorin berlari ke luar begitu saja dari ruangan ini.


"Dor--"


"Biar gue yang mengembalikan ini padanya," kata Vino mengambil handphone itu lalu memasukkan ke dalam kantung celananya.


Gue mengangguk. Meski gue nggak tahu itu berhasil atau tidak. Secara waktu itu, kami berpisah secara tidak baik-baik dengan Dorin. Maksud gue, kami bertiga memiliki salah karena jahil pada Dorin dan dia menghilang setelah itu tanpa mengucapkan kata perpisahan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2