
"Dorin?"
Gue mengikutinya dari belakang, sepertinya dia menuju ke arah gudang belakang. Gue tahu saat ini dia sedang sedih melihat foto-foto lama dirinya tersebar, begitu juga gosip-gosip itu.
Brak!
Gue lihat Dorin meninju papan pengumuman usang. Gue mau mendekat, namun langkah gue terhenti ketika melihat air matanya jatuh membasahi pipi. Gue yakin, saat ini dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang lain.
Gue ikut merasakan sakit ketika melihat dirinya memukul dada sembari menahan tangis. Maafin gue, Rin yang tidak bisa menjadi cowok yang berguna untuk lo, tapi tenang saja, gue akan menemukan yang menyebar foto-foto itu.
Dorin menghirup napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya melalui mulut, setelah itu dia mengelap pipinya yang basah. Gue segera bersembunyi ketika dia ingin melangkah pergi.
Gue mengikutinya lagi hingga dirinya menuju kelas, gue takut terjadi apa-apa sama Dorin apalagi semua orang menatap gadis itu dengan tatapan intimidasi.
Gue kembali bersembunyi. Terlihat Fandy mendekat lalu memanggilnya, "Rin!"
"Bukankah kamu dengan teman-temanmu suka melakukan ini, Fan? Mentertawakanku? Puas kamu sekarang?!"
Mendengar ucapan Dorin barusan membuat jantung gue berdenyut. Gue nggak tahu dia merasa sesakit itu.
...***...
"Hai, Rin," sapa gue memulai percakapan. Gue lihat dirinya tampak lebih tenang dari hari kemarin. Itulah salah satu hal yang gue suka dari dirinya. "Lo nggak apa, Rin?"
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat," jawabnya datar.
"Aku mengkhawatirkanmu," kata gue saat meraih pergelangan tangannya ketika hendak beranjak.
"Terima kasih, tapi aku tidak apa-apa."
"Rin!" panggil gue saat dia pergi begitu saja.
Hah, gue yang bodoh. Gue yang sudah menyakiti hatinya karen sudah bicara begitu kasar.
Bodoh! Andaikan waktu itu gue tidak bicara seperti itu ... Kembalilah saat badan lo kurus.
"Bodoh! Kalau lo bicara seperti itu sama cewek, dia akan memiliki dendam kusumat sama lo!" gumam gue sangat menyesal sembari mencengkeram kepala gue dengan kedua tangan.
...***...
"Shiro, tunggu! Gue mohon ...."
Gue melirik saat gadis itu mengenggam tangan gue dengan kekhawatiran yang mendalam. Wajahnya tampak ingin menangis.
"Fandy bisa mutusin gue. Jadi jangan beritahunya, gue mohon, Shiro. Gue mohon!"
Gue pun menepis tangan Friska hingga dirinya bergeser dari tempatnya. Gue marah karena cewek ini sudah membuat gadis yang gue sukai terluka.
__ADS_1
"Kali ini gue maafin. Ingat! Jangan pernah menyakiti Dorin lagi kalau tidak, gue akan bongkar kebusukan lo sama Fandy!"
"Pergilah sebelum gue berubah pikiran!" Kali ini gue melepaskan gadis itu, bukan berarti melepaskan pantauan gue darinya.
Apa yang gue lakukan ini benar? batin gue ragu. Tapi kalau gue memberitahu Fandy, mungkin dia benar-benar akan memutuskan Friska. Dan, untuk mendapatkan hati Dorin kembali ... itu akan susah. Bagaimana kalau Dorin masih menyukai Fandy?
"Arrrgh!" Gue mengusap wajah dengan kesal mengingat kejadian di kantin tadi. Ketika melihat Fandy yang perhatian sama Dorin.
Gue hanya kesal saja melihat tatapan Dorin ke arah Fandy. Tapi bodohnya, gue juga baru tahu kalau Fandy juga menyukai Dorin ketika mengingat kata-kata Vino tadi.
Andaikan lo jujur sama gue. Ini semua tidak akan terjadi! Lo nggak akan bikin Dorin sakit hati, Fan! kata-kata Vino yang gue tangkap, itu mengartikan kalau Vino tahu kalau Fandy memiliki rasa sama Dorin.
...***...
Bisu. Ada keheningan di antara kami bertiga. Trio serigala seakan berpisah. Saat olahraga pun, kami yang awalnya selalu memainkan bola basket, sekarang berpencar.
Aneh rasanya ketika kami tidak bersama-sama, itulah kenapa Fandy dulunya membuat peraturan, 'Perempuan akan membuat masalah dalam persahabatan kita. Jadi, antara kita bertiga dilarang menyukai orang yang sama!'.
Peraturan sudah dibuat. Jadi gue harus memendam perasaan gue terhadap Dorin karena gue tahu kalau Vino juga menyukainya. Gue tahu dari cara Vino melihat Dorin, meski dia sangat, oh, bahkan terlalu jail sama Dorin. Gue rasa, itu hanya untuk menarik perhatian gadis itu atau untuk melupakan perasaanya.
Andaikan waktu itu gue mengatakan 'iya' apakah persahabatan kita akan renggang seperti sekarang ini?
Bersambung ....
__ADS_1