Dorin Tanea

Dorin Tanea
Episode 58 - Vino Virgo


__ADS_3

"Tumben lo Gaf, berkeliaran di sekitar sini?"


Mendengar nama Gafa disebut langkah gue terhenti kemudian menoleh ke belakang untuk memastikan. Sedikit penasaran dan juga jadi pertanyaan bagi gue, secara Gafa jarang sekali nongkrong di taman.


"Bosan, gue mau mencari udara segar," balas Gafa ke temannya sembari meregangkan kedua tangannya ke atas. Melihat dari matanya yang merah, sepertinya dia baru bangun tidur.


Gue pun menoleh arah tatapan Gafa yang mengarah ke arah ... Dorin? Apa yang dia inginkan dari Dorin? Apa dia masih ada dendam?


...***...


"Bro, pulang nanti lo mau ikut nggak?" tanya Fandi yang duduk di sebelah gue.


"Nggak, gue ada janji," jawab gue masih menatap layar ponsel sembari membalas pesan Dorin, seperti biasa, dia akan menolak untuk bertemu dengan gue secara langsung.


Pandangan gue beralih ke Fandi, jidatnya pun mengerut. "Janji sama siapa lo?" tanyanya penasaran.


"Dorin."


"Ah, curang lu!"


"Gue ikut!"


"Gue juga ikut!" sahut Shiro yang duduk di belakang gue.


Gue pun mengangkat telunjuk kemudian menggoyangkannya yang berarti 'tidak!'. "Kalau kalian berdua ikut, nanti Dorinnya merasa aneh dan nggak enakan, lo berdua tahu, kan, kalau tuh anak keras kepala, dan nggak mau ngerepotin kita bertiga. Lagi pula gue hanya mau anterin tuh anak pulang."

__ADS_1


Fandi dan Shiro saling pandang kemudian serempak berkata, "Emang ada masalah apa lagi?"


Gue pun menghela napas pendek sebelum menceritakan pokok permasalahannya. "Mungkin ini hanya perasaan gue saja, tapi tadi gue perhatiin ... Gafa mau ngincar Dorin gitu."


"Hah? Maksud lo dia mau mencelakai Dorin?" tanya Fandi.


"Entahlah."


Yang jelas gue merasa ... Gafa punya rencana tersendiri untuk Dorin.


...***...


Pandang gue beralih ke arah handphone yang gue genggam. Ada notifikasi.


Ðòŕìñ Tàñèà menyukai postingan Anda.


Gue pun mendorong wajah Fandi yang mau melirik ke dalam ponsel gue.


"Kepo lo!"


Gue pun langsung mengunci layar ponsel setelah memastikan total like postingan gue. Ternyata berkurang, sama seperti terakhir gue lihat, totalnya 501 like. Gue rasa Dorin langsung nge-unlike foto gue.


Bibir gue masih mengembang ke samping, membayangkan ekspresi Dorin yang tidak sengaja ngelike foto gue.


"Sakit lo, Vin? Obat lo habis, iya?"

__ADS_1


Gue tidak memedulikan omongan Fandi. Yang ada di otak gue saat ini adalah kenapa Dorin tiba-tiba mencari akun media sosial gue? Apa anak-anak di kelasnya sedang membicarakan postingan gue?


"Bro, baguskan foto yang gue ambil kemarin?" tanya Fandi sembari mengarahkan layar ponsel ke wajah gue.


Gue hanya mengangguk sebagai jawaban. Fandi tampak bangga. Padahal kemarin alasannya minjam HP gue cuma ingin main game, eh, tahu-tahunya dia malah buka akun SosMed gue kemudian memposting foto yang dia ambil dari ponselnya.


Bisa dibilang akun SosMed gue memang nggak diprivasi sih, karena gue juga jarang buka itu akun apalagi posting foto, berbeda dengan dua sahabat gue itu. Setiap moment dibagikan di media sosialnya.


Ada nada notifikasi. Mata gue beralih ke ponsel lagi.


Sebuah pesan di akun SosMed gue.


Vin, apa kabar?


Aku kangen.


Kenapa nomor lama kamu nggak aktif lagi?


"Bro ..."


"Bro ... Oi, Tuan Alpha!" Fandi menyikut lengan gue dengan sikunya.


"Hah? Sorry, lo bilang apa?


Fandy berdecak. Tampaknya dia kesal karena gue abaikan.

__ADS_1


"Kagak jadi. Gue nggak mood lagi posting foto di sosmed!"


Bersambung ...


__ADS_2