
Jam pelajaran terakhir kosong, alias guru tidak datang karena sakit, maka digantikan oleh guru piket, itu pun kami diberi tugas yang dikumpulkan hari ini juga.
Untung saja guru piket yang masuk ke kelasku bukan yang meneriakiku turun saat memanjat pagar tadi pagi.
"Tolong jangan ribut, kerjakan tugas yang Bapak berikan."
Semua diam dan kembali mengerjakan tugas.
"Ketua kelas, tolong handle teman-temannya. Bapak ke ruang guru sebentar."
"Siap, Pak!" seru sang ketua kelas sembari memberikan hormat.
Seperti biasa, tak lama guru ke luar dari kelas, mereka semua berhenti mengerjakan tugas, dan kelas pun mulai heboh. Aku hanya bisa menggerutu dalam hati karena mengganggu konsentrasiku mengerjakan tugas.
Aku hanya bisa menghela napas kasar karena orang yang duduk di sebelahku mulai ikut-ikutan heboh!
"Dor-Dor ...," panggilnya.
Aku menempelkan ujung penaku pada bibirnya. "Sssttt! Aku sedang bikin tugas, jangan ganggu!"
Ela memanyunkan bibir setelah aku memperingatinya.
"Dor, Dor, waktu kita masih panjang. Ela yakin kok, Dor, Dor bisa menyelesaikan tugas itu dengan cepat."
Aku membuang napas dari mulut sembari meletakkan pena di atas meja kemudian melihat tangan Ela yang sibuk dengan ponselnya.
"Ada apa?" tanyaku melihat bibirnya dengan senyuman mengembang. Kemudian dia mengarahkan layar ponselnya ke wajahku.
"Ela mau nengokin ini ke Dor-Dor."
DEG!
Jantungku!
Ah, sialan! Kenapa berdebar gini?
"Lalu?" tanyaku pada Ela mencoba bersikap sebiasa mungkin.
"Dor-Dor tahu nggak? Ini pertama kalinya, loh, Kak Vino upload foto di akunnya."
"Terus?"
__ADS_1
"Kak Vino gantengkan?" Ela kembali melihat layar handphone-nya. Seketika suasana hatinya tampak berubah karena melihat raut wajahnya yang tiba-tiba cemberut. "Huh! Ternyata banyak juga cewek-cewek yang komentar di akunnya Kak Vino! Dasar cewek-cewek kecentilan!
Aku hanya menggeleng malas karena mendengar mulut Ela yang tak berhenti nyerocos, namun tanganku masih tetap mengerjakan soal-soal.
"Ela nggak suka lihat komentar-komentar mereka!"
"Kalau gitu jangan dibaca!" jawabku sembari mengerjakan soal bagian akhir.
Ah, akhirnya selesai!
Aku pun bangkit dari tempat duduk.
"Dor-Dor mau ke mana?"
"Ke toilet."
"Ela ikut!"
"Kebelet juga?"
Ela menggeleng.
"Terus?"
"Ela takut Dor-Dor menghilang lagi. Soalnya kebiasaan Dor-Dor begitu!"
"Jadi mau ikut atau tidak?" tanyaku karena Ela masih sibuk dengan handphone-nya.
"Iya-iya. Hayuk! Eh, Nora, mau ikut juga?"
Mendengar panggilan Ela, Nora mengangkat wajahnya, "Ke mana?"
"Ke toilet."
Nora pun menggelengkan kepala. "Kalian lanjut aja, aku mau menyelesaikan ini."
"Baiklah, hayuk, Dor-Dor."
"Ketua, aku izin ke toilet."
"Aku juga!" sambung Ela sembari mengangkat tangannya.
"Tidak boleh. Kalau ke toilet harus bergantian. Satu, satu!"
__ADS_1
"Tapi Ela sudah tidak tahan! Apa KetLas mau Ela pipis di depan kelas? Mau tanggung jawab kalau kelasnya bau?"
Melihat Ela yang nyerocos membuat ketua kelas tidak bisa bicara apa-apa.
"Hayuk, Dor,Dor!" Ela menarik tanganku dan berjalan cepat melangkah ke luar kelas.
***
"Dor-Dor, tungguin Ela ...." Dengan nada memelas.
Aku menghela napas. Untung saja aku memiliki kesabaran yang berlapis-lapis menghadapi ini anak.
"Makanya! Kan, sudah kubilang sedari tadi, kerjain tugas dulu baru main HP. Kamu sih, nggak dengerin aku ngomong."
Ela memanyunkan bibir. "Dor-Dor, lihat dong! Ela pusing ngerjain soal nomor tujuh."
Aku menggeleng. "Kerjain dulu, kalau tidak dapat, baru aku tunjukin!"
"Tapi waktunya tinggal 10 menit lagi."
Ela tampak ingin menangis. Matanya sudah berkaca-kaca. Tinggal empat soal lagi yang belum dia kerjakan, tapi setidaknya dia sudah berusaha mengerjakan enam soal.
"Hah, baiklah!" Aku memberikan contekan padanya.
"Terima kasih. Dor-Dor yang terbaik!" Girangnya.
Bersambung ....
***
Closing ...
Di dalam toilet.
Entah kenapa aku membuka ponselku. Tanpa sadar sudah membuka akun media sosial yang kupunya.
Aku mengetik nama di bagian pencarian ...
"Sial!"
"Ah, bodoh kamu Rin! Apa yang kamu lakukan!" Aku mengutuk diriku sendiri karena tidak sengaja menekan tombol love.
__ADS_1
Aku mengacak-acak rambut panjangku karena kecerobohanku sendiri.
Kuharap dia tidak melihat notifikasinya kalau aku nge-like fotonya. Secara kami tidak saling mengikuti di media sosial.