DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
SELINGKUH


__ADS_3

Tangan Rina terus bersilancar, dia sudah ahli masalah menundukkan kaum lelaki. Sebenarnya dia lebih senang dengan laki-laki seumurnya, tapi apa boleh buat, pria ini sangat penting untuk masa depannya. Dia butuh Informasi yang akurat, teman yang bisa di ajak kerja sama untuk menggulingkan kedudukan Gurkha Gamayo di perusahan Papanya.


Sementara itu, Rina bagi Pak Burhan, adalah gadis cantik yang pertama kali pasca perkawinannya. Berapa kali dia mencubit tangannya, sakit. Dia tidak bermimpi, ini nyata. Putri bos nya mengajaknya tidur. Tidak pernah terbayang, dulu jangan kan berselingkuh, menatapnya saja takut. Maklumlah, disamping gadis itu berkelas, dia adalah putri bos nya.


Pak Burhan menatap dalam kemata gadis itu, dia sungguh terpesona. Rasanya ingin cepat menyantapnya, apa yang di suguhkan oleh Rina.  Prempuan itu memiliki bokong yang menawan, hingga sejak permainan baru dimulai, Pak Burhan selalu menyentuh bagian tersebut dengan pijatan khasnya yang menggoda. Sentuhan yang menghanyutkan.


Rina sangat aduhai, tidak seperti istrinya, yang selalu memakai daster di rumah. Terkadang mood untuk penyatuan hilang, ketika istrinya ngomel duluan tentang biaya dapur dan sekolah anak-anak. Belum lagi bau badan istrinya seperti kaporit, selera untuk menjamahnya sirna. Seketika wajah istrinya yang kucel melintas, sungguh membuat hasrat nya melemah.


Pak Burhan sedikit menyesal kenapa tidak dari dulu mengalokasikan gajinya untuk bersenang-senang dengan wanita lain. Dia lalu menarik tubuh Rina dan menerkam wanita itu, seperti seekor Harimau buas yang tengah memainkan hasil buruannya.


Tidak sabar Pak Burhan melepaskan kain penutup tubuh Rina, tampak pemandangan yang menggiurkan. Pak Burhan tanpa di komando lagi melahap tubuh Rina, desah nafas Rina menyeruak saat Pak Burhan menjelajahi seluruh bagian tubuhnya.


"Kamu sangat luar biasa, selain cantik dan sexy, kamu sangat pintar bercinta." puji Pak Burhan sembari memeluk tubuh Rina dengan mesra.


Kemudian Pak Burhan membalikan tubuh Rina dan mulai menempelkan bokong gadis tersebut pada bagian bawah perutnya. Dia melancarkan aksinya dengan liar. Permainan pertama ini, mampu membuat Rina menjerit dan merintih. Sungguh luar biasa, bagi laki-laki yang berumur lima puluh tahun itu. Rina juga tidak menyangka, bahwa Pak Burhan sangat perkasa.


"Aku ingin minum, haus." suara Rina terdengar saat permainan usai. Dia turun dari bed mengambil sebotol minuman ringan dan meneguknya habis. Pak Burhan memperhatikan anak bos nya itu dengan bangga. Dulu, jangankan ingin menidurinya  mengkhayalpun tidak berani.


"Kamu tidak ingin mencoba Wine, saya sengaja membelinya untukmu."


"Aku takut mabuk, permainan kita belum selesai. Aku harap ada ronde berikutnya." sahut Rina tersenyum.

__ADS_1


"Jangan khawatir, malam ini hanya untukmu, saya sangat surprise."


"Mulai besok kamu harus membuat Gurkha sering melakukan kesalahan, dengan cara memberi info yang tidak sesuai. Kita akan terus melakukan teror mental, sampai Gurkha hancur dan henkang dari perusahan Papaku."


"Itu masalah sepele, Gurkha menang ganteng saja, otak pasti nol. Saya yakin itu!, anak muda zaman now, kerjanya main handphone saja, tidak bisa menyerap SDM."


"Papa terlalu memanjakannya, padahal Gurkha bukan anaknya, dia hanya pernah menolongku. Sudah di kasih Apartement dan mobil, apalagi maunya, seharusnya sudah cukup. Papa maunya apa sih, aku jadi tidak mengerti." keluh Rina kembali naik ke tempat tidur.


"Tumben Tuan Surya keliru memilih orang dan memberikan hadiah yang sangat besar. Harusnya perusahan ini untukmu dan saya nanti sebagai Presiden Direktur nya, kloop sudah. Kita bisa bercinta di kantor setiap saat. Sungguh indah."


"Papa sangat pintar, kamu harus hati-hati melakukan ini semua, kita belum tahu pasti, sampai dimana otak Gurkha bisa memanage perusahan."


"Benar itu, managemen perusahan merupakan proses membangun strategi, rencana, prosedur, hingga kebijakan yang mengarahkan sebuah bisnis ke kepentingan jangka pendek dan jangka panjang. Tentu saja hal ini memerlukan koordinasi antara aspek manusia, finansial, sumber daya material untuk mencapai tujuan organisasi. Sangat sulit bagi orang yang belum berpengalaman seperti Gurkha untuk memimpin perusahan." jelas Pak Burhan.


"Saya tidak ingin ada orang lain menyentuhmu." bisik Pak Burhan di antara deru nafasnya, dia mulai egois dan menaruh harapan tinggi kepada Rina, putri bos nya ini.


"Aku hanya untukmu  aku dari dulu sudah cinta padamu. Aku memang punya kelainan mencintai orang yang jauh lebih tua." Rina tidak peduli dengan kebohongannya yang penting keinginannya bisa tercapai.


"Ohh..sayank...apa itu benar, akan aku serahkan semua jiwa ragaku untuk menolongmu." tekad Pak Burhan sudah bulat.


Malam semakin kelam, mereka terus bergumul, menikmati sorga dunia. Mulut Rina meracau indah ketika Pak Burhan terus memacunya. Seperti pepatah, tua-tua keladi. Semakin tua semakin beringas. Ya ampun!!.

__ADS_1


Pak Burhan menyerah kalah ketika Rina menginginkannya terus, dia tidak mampu mengimbangi Rina yang tetap energik ketika dua ronde telah usai. Dia tepar, dan berharap Rina mau mengerti.


"Sayank, apa kamu mau pulang? aku berharap kamu mau menginap disini dan minum sedikit Wine yang terlanjur aku beli." ujar Pak Burhan sambil mengatur nafas.


"Aku mau saja di ajak menginap, tapi istrimu gimana, apa dia tidak curiga. Apakah ini perselingkuhanmu yang pertama?" tanya Rina.


"Ini yang pertama sayank, aku tidak masalah dengan istriku. Tenang saja semua bisa di atur dengan uang."


"Oke, aku akan memberikanmu uang untuk menutup mulut nyinyir istrimu. Kita akan terus berlomba." ucap Rina lalu turun menuju kamar mandi.


Pak Burhan diam, dia takut membuka ponselnya, dia yakin, istrinya pasti terus menghubunginya. Biasanya jam lima sore dia sudah sampai di rumah.


Perlahan Pak Burhan turun dari ranjang, dia membuka tas kerjanya. Benda pipih hitam itu dia cari-cari dalam tas. Setelah ketemu, Pak Burhan membuka ponselnya, dia mengaktifkan data seluler, dia kaget ada ratusan panggilan dari istrinya, Tuan Surya, Gurkha dan beberapa temannya. Rata-rata mereka menanyakan keberadaannya dan kekhawatiran mereka.


"Mas, kamu dimana? kenapa belum pulang? aku sangat khawatir. Tolong angkat teleponnya, SMS jika ada masalah. Tumben kamu begini, aku jadi curiga...." tulis istrinya. Ada rasa bersalah, tapi dia hempaskan. Toh, besok dia juga pulang. pikirnya.


Dia mau membalas chat istrinya tapi urung, karena Rina sudah keluar dari kamar mandi. Lagi pula kalau dibalas rentetan pertanyaan akan keluar dari mulut istrinya. Dia lebih memilih menaruh ponselnya di nakas dan mengambil Wine dari kulkas.


"Sayank, sudah jam tiga dini hari, aku tidak mau pulang. Lebih baik tidur disini saja." kata Pak Burhan sambil menyesap sedikit Wine dari gelas. Dia berharap kembali perkasa, supaya Rina tidak kecewa.


"Aku juga mau tidur, kita pulang besok saja, ngantuk banget." sahut Rina kembali naik ke tempat tidur.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di Hotel. Pak Burhan tidak akan pulang, dia akan langsung ke Kantor, dia banyak punya alasan. Menghadapi istrinya tidaklah sulit, di kasih uang saja mulutnya akan diam. Apalagi saat ini istrinya butuh uang banyak, karena Ibunya sedang sakit dan menunggu dana untuk operasi empedu.


*****


__ADS_2