DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
DI KASTIL TUA


__ADS_3

Malam semakin kelam tatkala Gurkha berdiri dari duduknya yang membosankan. Dia mengusap-usap wajahnya, dan menghalau nyamuk hutan yang doyan mengisap darah. Dia menajamkan pendengarannya dan berharap kupingnya tidak salah dengar. Suara Naga yang sedang berpesta terdengar tidak jauh dari tempat dia berada. Dimanakah ini? pikir Gurkha. Dia tidak ingin terjebak dalam labirin.


"Selamat malam Naga Api." sebuah suara serak terdengar mengagetkan Gurkha. Dia berbalik, gerombolan Naga Hitam telah mengepungnya. Berarti dia sekarang berada di utara, tempat tandus di Gaskhar.


"Aku berteduh sebentar disini dan tidak ingin berlama-lama berada di


antara kalian, maafkan aku." ucap Gurkha setelah menyadari jumlah Naga Hitam terlihat sangat banyak.


"Gurkha, datanglah ketempat Kastil kami, sejumlah wanita cantik siap menghiburmu." ucap Bandit pongah membuat Gurkha berpikir. Seorang wanita atau seekor betina?


"Apakah kalian menambah populasi, kawin dengan bangsa manusia?" tanya Gurkha hati-hati.


"Menurutmu bagaimana? apakah hanya kau yang boleh bermain-main dengan wanita cantik dari bangsa manusia. Hilangkan pikiran kolotmu, kita bangsa Naga yang ingin menguasai bumi, apa salahnya kita kloning dengan wanita cantik di bumi."


"Aku tidak pernah menyiksa istriku, kami saling mencintai dan saling menyayangi. Tidak mungkin aku akan membakarnya seperti tradisi yang kita anut."


"Hahaha....jangan mengingkari tradisi leluhur, manusia akan memilih mati daripada bersuamikan Naga. Hanya manusia bodoh, jelek, cacat yang mau dengan Naga. Atau wanita yang tidak tahu siapa semenarnya kamu. Aku yakin istrimu akan bunuh diri setelah tahu yang menidurinya adalah Naga."


"Tidakk, jangan katakan itu." suara Gurkha lirih. Ada rasa ngilu menoreh hatinya. Bayangan Devi melintas saat Devi mengusirnya.


"Apa perlu aku datang mengatakan langsung kepada Devi?" ucap Bandit.


"Apa kamu tahu istriku." tanya Gurkha kaget. Dia menatap Bandit dalam kegelapan.


"Hahaha...kamu banyak ketinggalan berita Gurkha. Waktu kamu tidak menerima kami sebagai Goreonmu, akhirnya kami turun ke desa serta menyerang satu desa dan mengawini perempuannya. Banyak Manusia Naga lahir ke dunia. Disini kami te-rus berkloning sampai lahir wujud semi sempurna. Dan bangsa kami sudah banyak berada di Pulau Nusa Dewata bekerja di segala bidang."


Gurkha terperangah mendengar cerita dari Bandit si Naga Hitam. Dia mulai was-was terhadap keberadaan Naga Hitam di Pulau Nusa Dewata. Jangan sampai mereka menjadi karyawan di perusahan PT. Surya Subrata. Dia juga khawatir tentang keselamatan Devi.


Kalau kenyataan ini mengancam keberadaan Naga Api, Gurkha harus kembali ke perusahan Surya Subrata. Naga Hitam sangat licik dan buruk, semoga Devi tidak menerimanya, sebagai karyawan. bathin Gurkha.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka populasi Naga Hitam sangat cepat. Dimana saja mereka bekerja?" tanya Gurkha berusaha tenang.


"Kami sudah berjumlah ratusan, yang berada di Pulau Nusa Dewata sudah mencapai dua puluh lima. Mereka bekerja kebanyakan menjadi pelayan toko dan karyawan di perusahan Surya Subrata."


Jantung Gurkha berdebar kencang mendengar penuturan dari Bandit. Tiba-tiba Gurkha merasa marah dan merasa terancam. Dia yakin Bandit sudah memperhitungkan rencana ke depannya. Pergerakan Naga Hitam pasti sudah jauh. Gurkha khawatir kalau Naga Hitam masuk ke salah satu partai politik tertentu, bisa hancur negara.


"Marilah mampir ke Kastil, kami sudah banyak perubahan. Sebentar lagi pasukan Naga Hitam akan menguasai dunia, tentu kamu tidak menyangka kesuksesan kami sudah secepat ini." kata Bandit bangga. Dia sekarang menjabat sebagai Ketua Naga Hitam.


Gurkha setuju mengikuti Bandit serta warriornya ke Kastil. Dia ingin tahu lebih jauh misi bangsa Naga hitam kedepannya. Mereka berjalan menuju Kastil di ikuti oleh beberapa Naga Hitam, yang sudah menjadi Manusia Naga.


Gurkha di sambut dengan baik dan hangat oleh Naga Hitam yang masih bekerja di kastil. Ada warrior, dan Naga betina. Gurkha hanya menoleh, mengangguk samar pada mereka lalu masuk kedalam kastil.


Ada perasaan takjub melihat Kastil tua yang sudah menjadi kerajaan Naga Hitam. Gurkha memperhatikan dengan cermat.


"Silahkan duduk Pangeran Gurkha, kamu pantas dijamu, kebetulan kami banyak mempunyai binatang buruan, dan buah langka."


"Trimakasih, aku menghindari daging dan lebih banyak makan buah dan sayur. Aku juga mengkonsumsi Susu Naga." sahutnya pendek.


Tubuh Gurkha sangat menggoda bagi betina yang kasmaran karena musim kawin sedang berlangsung. Namun Gurkha sangat tidak suka jika seorang wanita maupun pria, apalagi dari ras Naga, menyentuh tubuhnya atau sekedar menatap dirinya penuh gairah dengan maksud tertentu. Dia


merasa jijik. Hanya satu orang yang boleh menatap dan menyentuhnya, yaitu Devi.


"Pangeran Gurkha yang kami hormati, aku menyiapkan seorang Ratu untuk anda, calon permaisuri yang cantik jelita. Sudi kiranya anda menerima perjodohan ini. Aku sangat mengharapkan kesediaan anda dan tanpa penolakan."


"Aku bukannya menolak atau sombong, aku sudah punya istri di habitatku, sekarang ini dalam keadaan hamil." tolak Gurkha halus.


"Tapi tolonglah Pangeran, Ratuku adalah manusia sempurna yang cantik jelita."


Gurkha tersenyum miring tanpa mau menjawab ucapan Bandit. Dia lalu kembali menyantap buah yang di hidangkan di atas batu. Para betina menunggu kesiapan Gurkha, tapi pria itu tetap menolak di kawinkan.

__ADS_1


"Pangeran Gurkha, Ratu kami bukan betina abal-abal dia dari keturunan Comod dan putri ningrat dari tanah seberang. Pangeran pasti akan tidak berkutik dan menyesal menolak." ujar Bandit kembali merayu Gurkha.


"Kenapa harus aku, kalian bisa kawin dengan Ratu kalian. Keturunannya bisa lebih spesial."


"Kami cuma meneruskan cita-cita Comod, tidak ada keinginan untuk merebut kekuasaanmu."


"Lagi sekali maafkan aku, walaupun aku menolak bukan berarti hubungan kita putus. Kita masih tetap satu bangsa, yaitu bangsa Naga." sahut Gurkha tersenyum.


"Kalau begitu silahkan Pangeran istirahat sejenak, besok pagi anda boleh melanjutkan perjalanan." kata Bandit cepat. Gurkha menjadi curiga, Bandit seolah mau di perdaya.


"Trimakasih." sahut Gurkha pendek.


Di tengah malam buta, sesosok putri yang di gadang-gadang oleh Naga Hitam sebagai calon Ratu mereka sudah berada di tempat Gurkha yang beristirahat. Mata Gurkha seketika terbuka karena mengira yang datang adalah musuh. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Naga Hitam adalah musuh dalam selimut. Karena dulu pimpinan mereka yaitu Comod dibunuh oleh Gurkha dan Goreon.


"Maaf menganggu istirahat anda di tengah malam, Pangeran. Sekarang ini adalah musim kawin, sebagai Ratu Naga Hitam aku agak sulit mencari jodohku. Sudikah anda kawin dengan ku untuk satu musim saja. Silahkan anda menilaiku?"


Gurkha berpikir sejenak, dia menjadi penasaran dengan Ratu Naga Hitam itu. Seorang gadis hitam manis dan sexy. Walaupun di dalam kegelapan malam, mata Gurkha sangat awas, dia melihat gadis itu sangat cantik dan menggoda.


"Hemm...siapa namamu?"


"Lelasani, Pangeran ganteng." jawab Lelasani seolah mendapat angin surga. Ternyata Gurkha merespon dirinya. Baru awal, Gurkha belum tahu goyangan ekornya. Lelasani harus sabar dan berani.


"Aku akan mengambilmu menjadi Permaisuriku asal kau mengikuti tradisi kami, yaitu masih perawan dan yang kedua bersedia dibakar kalau habis melahirkan."


Ucapan Gurkha membuat Lelasani terkejut.


"Maaf Gurkha, bukan aku menolak atau mempertanyakan keputusanmu, tapi bagaimana kalau kita coba dulu, aku akan memberikan putra yang terbaik untukmu." kata Lelasani bersiasat.


"Mungkin kalau aku belum beristri akan memilihmu menjadi Ratu dihatiku, tapi aku sudah beristri dan sebentar lagi istriku melahirkan." kilah Gurkha lebih menonjolkan Arima daripada Devi. Ini taktik untuk menghindari sesuatu yang tidak diingini.

__ADS_1


*****


__ADS_2