DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
SANG PENGGODA


__ADS_3

Pertemuan ini membuatnya sesak. Setelah rindunya menggunung Devi sekarang ini ingin marah, ngamuk tidak karuan. Wanita mana yang ingin di duakan. Ingin ia memaki pria itu dengan ucapan yang paling kasar. Devi tidak menyangka Gurkha begitu lancar mengatakan Arima adalah istrinya, dan kini sudah mati. Di luar dugaan, Gurkha dulu pergi pamit mau perang, Arima ikut pergi tanpa alasan. Tapi Kenyataannya mereka menikah di kampung. Siapa yang tidak kesal, setelah Arima mati pria itu datang dan menyatakan cinta, rindu dan sejenisnya.


Haruskah dia menerima laki-laki itu lagi setelah rasa sakit hati yang dia torehkan begitu dalam? Dia tidak mengerti tentang asmaranya yang tiba-tiba mengalami badai. Kini ada Lela yang akan membuat hidupnya di liputi kecemburuan.


"Kita pulang, aku kangen sekali." bisik Gurkha ketika Matahari sudah mulai condong ke Barat.


"Kita pulang sebagai teman. Aku tidak ingin kau berbuat seenaknya padaku."


"Terserah kamu yank, yang penting pulang, aku capek sekali." ucap Gurkha mengajak wanitanya pulang.


Seperti biasanya karyawan akan mengangguk hormat kepada kedua bos mereka yang berjalan mau pulang. Biasanya ada Pak Romi di belakangnya, tapi sekarang Pak Romi agak telat pulang.


Mata Lela berapi-api melihat Gurkha menggandeng tangan Devi, mereka terlihat begitu mesra sangat bahagia. Setelah kedua bos nya hilang dari pandangan mata Lela, ia buru-buru ke ruangan bos untuk merapikan berkas-berkas yang berada di atas meja. Dia menggapai jaket Gurkha yang tertinggal di sofa, menciumnya dalam-dalam. Bayangan wajah Gurkha yang sangat tampan menari- nari di pelupuk matanya. Ahhh....


Pak Romi yang baru nongol bertepuk tangan melihat tingkah Lela. Kaget!!. dia cepat menaruh jaket Gurkha pada tempatnya semula. Sadar tengah di perhatiin oleh Pak Romi, Lela pun pura-pura melipat jaket Gurkha dan menaruhnya kembali di sofa.


"Jangan coba-coba menikung, Gurkha adalah "suami" nona Devi." Pak Romi mendekati Lela dengan senyum sinis yang menghujam.


Lela menoleh, sambil memicingkan matanya, dia terlihat sedikit kesal mendengar pria itu membela Devi. Meski begitu Lela merendah tidak berani melawan Pak Romi. Lela sedikit malu sebab laki-laki ini baru saja menyaksikan ulahnya.


“Siapa sangka, perempuan yang mengaku naif dan polos bisa berbuat memalukan, menjadi pelakor akan membuat dirimu dibakar massa, atau kau mau di pecat dari sini?"


“Pak Romi kita sama-sama cari uang disini, jangan ikut campur. Aku mau jadi pelakor atau bukan, itu urusanku. Bapak diam saja."


"Satu-satunya perempuan yang di cintai oleh bos Gurkha adalah nona Devi, bos kita. Jadi mengertilah, jika kau sampai menikungnya habislah riwayatmu." kata Pak Romi tajam.

__ADS_1


Wajah Lela yang hitam tambah keruh membayangkan jika pujaan hatinya kini sedang bermesraan dengan wanita lain. Dadanya sesak seketika memikirkan jika bukan hanya dia satu satunya wanita yang memburu cinta Gurkha, ternyata ada wanita lain selain dirinya.


"Berapa Gurkha punya pacar? dan yang akan kawin dengannya siapa?" tanya Lela penuh selidik.


Pak Romi tertawa kecil melihat Lela yang antusias ingin tahu rahasia bos Gurkha. Pegawai baru yang mengadu nasib ke kota, dengan banyak alasan klise, setelah dapat kerja sifatnya langsung berubah menjadi macan betina, liar, sampai tidak peduli terhadap perasaan wanita lain.


“Sebetulnya aku tidak yakin dia pernah melakukannya dengan wanita lain selain nona Devi, tapi aku bisa jamin jika sudah banyak wanita yang menghangatkan tempat tidurnya. Bos adalah laki-laki kaya, ganteng dan berwibawa, jadi banyak yang tergila-gila kepada beliau." ujar Pak Romi mulai tidak senang terhadap sikap Lela.


"Benarkah itu? aku tidak menyangka di Pulau ini ternyata aku sama sekali tidak berharga dan menjadi remahan rengginang. Bos Gurkha pun tidak mau melirikku, tapi aku yakin suatu hari nanti, Gurkha akan tunduk padaku. Dan, yang pertama aku pecat adalah Devi." ucap Lela dengan pongahnya.


Mata Pak Romi terbelalak melihat sekilas wajah Lela yang mirip hewan, Lela cepat berbalik membelakangi Pak Romi. Dia juga kaget mendengar kata-kata Lela yang penuh ancaman dan tajam untuk ukuran orang yang belum pernah berbincang-bincang dengan dirinya.


“Apa yang sebenarnya kau lakukan di ruangan ini, harusnya kau sudah ada di rumah, ini sudah mau gelap." kata Pak Romi memutar badan wanita itu agar menghadap kearahnya. Tanpa diduga Lela balik menatapnya tanpa gentar membuat Pak Romi mundur selangkah, wanita itu menyeringai dengan raut wajah aneh.


"Tidak ada yang membuat aku kesini selain pekerjaan yang berada di atas meja ini. Bekerja untuk makan, atau untuk membalas dendam." gumam Lela seolah pada dirinya sendiri.


"Aku akan pulang ke rumah Gurkha."


"Kau terlalu murahan dan cocok di sebut ****** hahaha...." ejek Pak Romi tidak peduli, dia sangat kasihan kepada nona Devi yang setiap saat bersedih. Apapun alasannya Gurkha tidak boleh berbuat semena-mena kepada Devi. Ntah apa hubungannya antara Gurkha dan Lela.


Mendengar kata ****** atau murahan Lela segera tersentak. Tatapan mata nya segelap malam, amarah tersulut tanpa ampun. Dia mulai melangkah selangkah demi selangkah, tapi baru saja Lela mau menerkam Pak Romi, Pak Asep tiba-tiba masuk.


"Jangan berbuat senonoh disini, nona Devi akan marah. Cari Hotel saja Pak Romi." celetuk Pak Asep tersenyum penuh arti. Lela langsung berbalik dan kembali ke sofa.


"Kami bukan lagi bermesraan, aku lagi memberi arahan kepada wanita ini yang mau merusak hubungan bos kita." jelas Pak Romi kesal.

__ADS_1


"Pak Asep, tolong kunci pintunya, tidak boleh ada orang di ruangan ini karena banyak dokumen penting." kata Pak Romi. Dia lalu keluar meninggalkan Lela dan Pak Asep.


"Siap Pak!!" jawab Pak Asep sopan.


Pak Romi keluar dari ruangan bos nya berjalan sendiri menuju parkiran. Kantor sudah sepi, tiba-tiba ia dihadang oleh Bonebe dan Lassem. Pak Romi menatap pria itu ngeri. Pria yang selalu bersikap dingin, cuek dan misterius. Kadang kedua pria itu menatap Devi dengan sangat mesra. Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri.


"Kenapa kalian menghadangku?" tanya Pak Romi bertingkah tetap wibawa, padahal dalam hatinya nyalinya sudah ciut.


"Maaf Pak Romi, urusan Pak Romi hanya sebagai Kepala Personalia saja, kita disini punya kepentingan yang sama mendapatkan upah dari hasil kerja kita. Jadi jangan ikut campur dalam segala bentuk urusan kami. Tapi jika Pak Romi ingin jantungnya lepas, boleh larang kami." ujar Bonebe dengan wajah garang.


"Aku tidak takut kepada kalian, Tuhan akan membela yang benar!!" bentak Pak Romi menjadi marah.


"Hahaha....kau terlalu naif, pulanglah sebelum aku merubah pikiranku."


"Rasakan nanti aku akan memecatmu!!"


"Aku tambah geli mendengarnya. Pak Romi yang terhormat, Gurkha tidak akan bisa nemecat kami, kami sudah memegang kartu As nya." sahut Bonebe terkekeh.


"Siapa kalian?"


"Nanti kau akan tahu siapa kami!!" kata Bonebe lalu pergi dari hadapan Pak Romi.


Apa memang semua orang yang dekat dengan Devi menakutkan? Gurkha misalnya, terkadang laki-laki itu memekik tanpa sadar. Mereka semua misterius seakan memiliki topeng yang menyembunyikan wajah aslinya.


Hati Pak Romi penuh tanda tanya, apa hubungannya Gurkha dengan Lela atau dengan kedua orang ini. Apakah mereka disenlundupkan oleh mafia bisnis kesini??

__ADS_1


****⁸'


__ADS_2