DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
ARIMA TERLUKA


__ADS_3

Gurkha berjalan mendekati Lucifer, Naga Es. Suara langkahnya yang berat membuat tanah bergetar, langit mendadak gelap gulita, angin bertiup dengan kencang, pepohonan dan daun bergoyang.


"Apa yang kau inginkan Lucifer, aku tidak ada hubungan dengan betina ini, kamu terpedaya Lucifer." kata Gurkha dengan tenang. Arima dan Lucifer kaget mendengar perkataan Gurkha. Arima langsung berteriak dan menangis sedih.


"Teganya kau Gurkha tidak mengakui perjodohan kita. Dasar play boy, buaya darat....."


Belum selesai Arima berkata lidah api dari mulut Gurkha menyambar tubuh Arima dan Lucifer, untung saat itu Caligula cepat datang, membuat Arima hanya terkena himbasnya dan sayapnya terbakar sedikit. Tapi tidak urung badannya oleng, dia lalu jatuh tersungkur. Arima pingsan tergeletak di atas rumput, sedangkan Lucifer perlahan mundur dan ngacir, badan dan wajahnya juga kena panas.


"Gurkha!! berhenti!! apa maksudmu ini, kau mau membunuh putriku, apa salahnya!!" pekikan Caligula si Naga Emas terdengar marah, suaranya bergetar hebat. Gurkha berbalik sambil membusungkan dadanya.


"Tanyakan kepada putrimu kenapa aku sampai beringas begini. Mulut nya sangat menyinggung perasaanku aku adalah Pangeran Naga Api, bukan buaya darat." teriak Gurkha, dengan amarah yang menghadang. Dadanya kelihatan kembang kempis menahan marah.


Semua terdiam, tidak ada yang berani melawan Gurkha. Caligulapun ikut gemetar ketika melihat mata Gurkha segelap malam. Goreon datang menenangkan Gurkha dan mengajaknya duduk, kemudian ia berkata dengan tenang kepada Naga Emas Caligula.


"Maaf Naga Emas Caligula, putri anda sangat meresahkan pangeran kami, dia selalu membuat susah. Datang menantang perang tanpa peduli keselamatan dirinya dan ke selamatan kami."


"Putri ku adalah pahlawan sejati, dia akan memberikan nyawanya kepada pelabuhan cintanya. Aku harap kalian mengerti dan menghormati ketulusan hatinya."


"Maaf, kami tidak mengerti hal itu, karena di habitat kami tidak boleh seorang betina ikut bertempur." seorang Goreon menjelaskan dengan sopan.


Mereka semua terdiam, karena masing-masing habitat Naga punya aturan yang berbeda-beda.


Arima mengerjapkan matanya secara perlahan. Rasa pening dan mual segera menyerang kepalanya saat ia sudah sadar sepenuhnya. Perlahan ia berusaha bangkit dari posisi tidurnya serta melirik kearah sekitarnya, ia melihat Ayahnya, Caligula dan para Goreon yang tubuhnya banyak luka. Matanya sibuk mencari Gurkha, tapi pujaan hatinya tidak kelihatan batang hidungnya. Arima sangat kecewa!.


"Kau sudah sadar sayank?" Caligula mendekat sambil mengangkat tubuh Arima yang sayapnya kena luka bakar sedikit.


"Ayah, aku rindu padamu. Untunglah kamu datang, kalau kau terlambat datang, tubuhku sudah hancur." tangis Arima merebak.

__ADS_1


"Kamu harus cepat diobati, sebelum sayapmu membusuk." sahut Ayahnya menatap Arima dengan sedih.


"Aku akan mencari Gurkha dan minta pertanggung jawabannya." katanya kesal dan penuh marah.


"Ayah akan menemanimu, sayank..." Caligula memapah tubuh Arima yang kesakitan karena sayapnya terluka.


"Warrior Naga Emas, bersiaplah, kita akan pergi dari sini menuju ke habitat nya Naga Api." seru Caligula.


Merekapun bersiap meninggalkan Bukit Sambala. Para Goreon yang masih selamat mulai melayang rendah menunjukan jalan ke Gunung Tunder.


Selanjutnya Caligula membawa Arima terbang. Kepala Arima makin pusing dan perut nya mual, tetesan embun membasahi sayapnya yang luka. Ayahnya terlalu cepat melayang sampai kulitnya terasa teriris kena gesekan daun dan ranting. Air mata Arima mengalir deras tanpa dia pinta, mengingat perkataan Gurkha dan sikapnya yang arogan.


Matahari pagi menyinari Bukit Tunder, mereka melayang turun dan hinggap di bebatuan yang tersusun rapi menyerupai lapangan sepak bola dan di sekitarnya terdapat beberapa pohon langka yang sarat bunganya.


"Lepaskan aku! Lepaskan!! mana Gurkha, dia harus bertanggung jawab atas terlukanya sayapku. Aku sudah cacat, dia harus kawin denganku." Arima turun dari cengkraman kaki Ayahnya dan berteriak sekuat tenaga meskipun suaranya terdengar sangat kecil karena menahan sakit.


Semua Naga Api berkumpul dan berduka atas meninggalnya sebelas ekor Goreon, tapi mereka merasa tidak enak hati melihat Arima yang menderita. Kakek ketua kemudian


datang menghampiri Arima, mungkin saja dia bisa membujuk Arima supaya tidak begitu mengharapkan Gurkha.


"Selamat datang Naga Emas. Kami merasa tersanjung kalian mau mampir kesini, silahkan duduk dan menikmati jamuan kami." sapa Comod Gamayo, Ayah Gurkha sambil tersenyum. Keningnya mengkerut melihat Arima menangis sendu.


"Trimakasih Comod Gamayo, baru kali ini saya bisa berjumpa dengan Ayah calon menantu saya. Hati saya sangat senang bisa berbesan dengan Naga Api dan menukar ilmu." kata Caligula dengan raut wajah gembira. Semua warrior yang berjumlah lima belas ekor dari Naga Emas tersenyum sopan.


"Kakek ketua yang terhormat, ada bencana sedikit yang mengakibatkan Arima mengalami luka bakar. Tolong diperhatikan." ucap Caligula.


"Jelaskanlah apa sebenarnya terjadi, sebagai Kakek ketua, aku akan selalu mempertimbangkan dan berbuat bijaksana."

__ADS_1


"Putri Arima hampir saja di bakar hidup-hidup oleh calon suaminya, untung aku cepat datang, namun aku tetap saja bersedih karena sayap putri kami terbakar, walaupun sedikit kemungkinan besar putri kami tidak bisa terbang lagi. Untuk itu aku minta pertanggung jawabannya pangeran Gurkha, dan mau mengawini putri kami." ucap Caligula panjang lebar.


"Caligula yang terhormat, putraku pangeran Gurkha sudah mempunyai idaman hati, seorang putri manusia dari kasta ningrat. Tujuan kami akan merubah Trah keturunan Naga Api menjadi manusia setengah Naga penghuni bumi."


Arima kembali merasakan perih dan sakit di dihatinya, seolah hatinya di toreh sembilu, nelangsa.


Caligula menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Hatinya sedih mendengar penjelasan Comod Gamayo yang meremehkan putrinya.


"Tuan Comod, putriku adalah turunan manusia, dia cantik dan cerdas. Dia juga lama serumah dengan Gurkha, dialah yang mengurus makanan dan susu Gurkha setiap hari."


"Berarti putrimu sudah tahu calon istri anakku, bagaimana sifatnya? apa dia seperti bidadari?" tanya Ayah Gurkha membuat Caligula muak mendengar ocehan Comod yang selalu memuji pacar Gurkha.


"Pacar Gurkha wanita nakal yang cuma ingin menipu. Sebenarnya dia dari wanita murahan yang ingin harta dari Gurkha. Dia juga tidak mencintai Gurkha dan sering membuat putra anda menangis." ucap Arima ketus, dia kesal kepada semua Naga Api yang condong memuji Devi.


Keadaan seketika hening, ketika terdengar suara lengkingan yang panjang. Bukit Tunder seketika bergoyang.


Gurkha melengking panjang, raut wajahnya sedih, dia termenung di bawah aliran air terjun, badannya basah kuyup terkena siraman air terjun yang sangat dingin. Ia merasa jika saat ini dirinya telah melupakan sesuatu yang terasa sangat penting, yaitu akal bulus Arima yang bisa saja akan menjeratnya. Ia terus mencoba untuk waspada mengingat apa yang ia lakukan itu memang cukup pantas, apalagi Arima sebelumnya sudah di peringati oleh Kakek ketua, Ayahnya dan para Goreon.


"DEVI!!" Teriak Gurkha histeris. Ia


teringat dengan wanitanya, air mata Naganya menetes saat dirinya tidak berdaya menemui kekasih hatinya. Gurkha tidak tahu harus bagaimana, ia berharap jika wanitanya baik-baik saja. Setelah selesai urusannya ia akan cepat kembali.


Gurkha keluar dari air terjun, pergi ke sebuah goa yang berada di balik air terjun. Ia merasa frustasi, bibirnya sudah memucat dan kepalanya sakit berdenyut, ia mengabaikan semua itu. Pikirannya fokus kepada kejadian tadi dengan Arima, ia bertanggung jawab jika Arima terluka dan bila itu benar terjadi pada perempuan itu. 


Sejujurnya, Gurkha merasa sedikit aneh. Ia baru menyadarinya, kenapa kejadian ini seolah saling bertautan satu dengan lainnya. Tidak bisa di mengerti, kenapa Ayah Arima datang secara tiba-tiba. Sejak pertama dia mengabaikannya, tapi sepertinya kejadian ini sudah menjelaskannya. Gurkha merasa ini sebuah rekayasa untuk menjebaknya.


*****

__ADS_1


__ADS_2