DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
PERTEMUAN CINTA


__ADS_3

Tidak terkira gembiranya perasaan Gurkha dan Devi, mereka bertemu kembali, tapi ada perasaan takut untuk keselamatan Devi, apalagi kalau Arima tahu saat ini dirinya ada bersama Devi, bisa hancur hidup Devi.


Gurkha menyapa Devi dengan suara yang samar-samar terdengar.


"Sayank...." panggilnya berulangkali dan kali ini, Devi menyadarinya dan tersenyum hambar. Gurkha semakin terpukau akan pesona dan keindahan wanita yang telah menjadi takdirnya.


Dia mengelus rambut panjang Devi yang terurai di atas bantal, wajahnya yang cantik, terlihat tenang tanpa peduli. Tapi Gurkha tahu, Devi saat ini berusaha menghindarinya. Apa Devi sudah punya pacar? atau dia sudah bosan padaku? bathin Gurkha galau, ia tidak sanggup kalau Devi jatuh ketangan pria lain. Perlahan Gurkha mencium kening Devi, dan turun mau melabuhkan bibirnya, tapi Devi menolak dada Gurkha, dan Devi spontan membalikan tubuhnya lalu menghadap tembok.


"Aku sangat mencintaimu sayank, maafkan aku membuatmu menderita katakanlah sesuatu, aku ingin tahu bagaimana keadaanmu setelah aku tinggalkan." bisik Gurkha penuh kasih sayang dan memeluk pinggang Devi dari belakang. Pujaan hatinya tidak mau menanggapi ocehannya. Pria tampan itu berusaha bersabar.


Devi sangat marah dan emosi sampai ke ubun-ubun, dirinya hampir mati menjadi korban Arga teman bisnis laki-laki yang belakangan ini selalu menghiasi mimpinya. Tega sekali, dan baru datang dengan wajah pura-pura sedih. Dasar play boy, buaya darat!!. Bilang perang, tahu-tahu menikah di kampung. Dia merasa di pencundangi oleh Gurkha, sampai hari ini pria itu tidak pernah melamarnya untuk menjadi istrinya. Mulutnya saja yang kerap memanggil "istriku..istriku" dasar perayu ulung. Kesal banget sama manusia ini.


Walaupun dirinya ingin berbalik dan ******* bibir sexy Gurkha, tapi dia tahan. Padahal dadanya bergemuruh kencang minta penyaluran. Agrh... rindunya sedikit terobati ketika tangan kekar Gurkha memeluknya dari belakang. Devi semakin, tidak konsisten dengan marahnya, tangan Gurkha sudah mulai berselancar ke seluruh ceruk tubuhnya.


Padahal Gurkha tidak punya waktu lama disini.


"Sayank, apa kamu sudah ngantuk, bicaralah cintaku, aku tidak ada waktu tinggal lebih lama disini." ucap Gurkha putus asa karena Devi diam saja.


"Apa? seenaknya saja kau mau pergi, apa istrimu di kampung begitu berarti, sehingga... aku tidak berarti bagimu? dasar bejat. Terus terang saja, kenapa kau harus berbohong padaku selama ini." kata Devi dengan suara tinggi, dadanya sampai sesak karena marah dan cemburu. Dengan cepat dia bangun dari tempat tidur dan menatap Gurkha tajam.


"Sayank, tidak seperti itu?" Gurkha ikut melompat dari tempat tidur. Dia tidak mengerti kenapa Devi tahu rahasianya, apakah manusia lebih pintar dari Naga?

__ADS_1


"Jangan berbohong, dulu kau bilang dirimu masih bujang dan tidak punya istri, tapi ternyata kamu sudah punya istri, kau pikir segampang itu diriku bisa menghapus namamu yang sudah terlanjur terukir di hatiku. Aku benci padamu...kau telah merusak masa depanku, hidupku berantakan gara-gara kamu...." ketus suara Devi.


"Aku mencintaimu...tidak bisa hidup tanpamu, aku benci kalau orang lain menyentuhmu...kau hanya untukku."


"Bullshit!! keluar kau dari sini, dari hidupku. kita putus. TITIK!!. Siapa yang kau nikahi? Arima, pasti dia, karena dia menghilang bersamaan denganmu."


Devi menangis sedih atas diamnya Gurkha, berarti tebakannya benar kalau Gurkha menikah dengan wanita liar itu. Sakit sekali hatinya menemukan kenyataan ini, dia berharap ada badai besar datang dan menghempas tubuhnya supaya lenyap dari muka bumi ini.


Gurkha memeluk wanitanya, air mata Naganya keluar membasahi pipi. Ada perasaan cemas melihat Devi terus menangis. Gurkha memaklumi ke marahan Devi. Tentu wanita itu hancur dan sangat kecewa terhadap dirinya. Ia tidak ingin melihat wanita itu menangis.


Kemarahan Devi kadang membuat Gurkha senang, karena menunjukan Devi telah mencintainya. Gurkha membiarkan tubuhnya dipukul dan dicakar oleh wanitanya. Apa yang harus dia perbuat, karena taruhannya nyawa wanita ini. Arima adalah Naga Emas yang mempunyai racun di pangkal lidahnya, jika Arima tahu ia datang menyelamatkan Devi, Arima akan marah, bisa saja Kakek juga marah, sekali Arima menggigit Devi nyawa Devi akan melayang.


Gurkha juga sangat marah kepada seluruh Naga Emas, terutama kepada Caligula yang mengirim Arga untuk membunuh Devi. Dia berjanji akan membuat perhitungan dengan Naga Emas setelah Arima lahiran. Setelah melahirkan seharusnya putri Caligula itu dibunuh oleh Kakek, jadi tidak perlu Gurkha mengotori tangan nya sekarang ini.


"Sayank, dengarlah penjelasanku." kata Gurkha memeluk erat wanita yang mengamuk itu. Devi berontak, tapi semakin Devi berontak hasrat Gurkha semakin menggebu. Dengan sekali angkat tubuh Devi sudah di pangkuan Gurkha, perlahan pria itu merebahkan tubuh kekasihnya di tempat tidur, dan dia menjepitnya.


Gurkha sudah tidak peduli, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan duduk persoalannya kepada Devi, ia hanya akan membuat kekasihnya bahagia malam ini. Tenaga Gurkha yang kuat membuat Devi pasrah ketika pakaiannya melayang satu persatu ke lantai.


"Aku tidak mau, kamu kira aku wanita murahan yang dipakai saja dan tidak di nikahin. Cari istrimu aku tidak...." teriakan Devi hilang karena bibirnya sudah ditutup oleh bibir Gurkha.


Dia tidak peduli pada semua makian Devi, dia khan Naga, jadi pada saat ini otak binatangnya yang lebih dominan. Sah-sah saja ia berbuat liar kepada Devi.

__ADS_1


Gurkha menggasak Devi dengan jurus Naganya, badan kekar itu mulai membelit, menghentak kasar tanpa jeda. Kerinduan yang dalam telah membuat kedua insan beda bangsa itu menjadi liar. Tanpa komando Devi pun terbawa permainan yang di suguhkan oleh Gurkha. Puas dengan hasratnya, Gurkha memberi serangan balasan kepada Devi yang semakin tampak memesona di matanya.


Laki-laki tampan itu telah sanggup merebut cinta Devi dan kini Devi sangat mendambakannya, pertama kalinya Devi melayaninya dengan cara yang berbeda. Kalau dulu Devi selalu dingin seperti patung, tapi sekarang Devi seakan memberikan kepuasan lebih, hingga ia lemas.


Permainan cinta ini bukan hanya soal hasrat semata, atau pergumulan tanpa jeda, melainkan perasaan yang telah bersatu. Meskipun Devi telat menyadari dan hanya berpikir bahwa getaran hatinya dan rasa cemburu serta marahnya hanya sebatas rasa simpati yang tercipta dari kepuasan semata.


Gurkha tidak memberi kesempatan kepada Devi untuk bertanya kembali tentang Arima, ia terus menikmati waktu malam ini dengan banyak sentuhan mesra dan kerinduan yang dalam. Rasanya, alam ini begitu indah dan Gurkha merasa beruntung dengan semua cinta yang di berikan oleh Devi. Ketulusan hati Devi mau menerima Gurkha kadang membuat Gurkha sedih. Maukah Devi menjadi pendampingnya setelah tahu bahwa dirinya seorang Naga?


Ternyata bercinta dengan kekasih yang mencintai dirinya rasanya lebih nikmat. Kepuasan telah mencapai puncaknya, Gurkha sangat beruntung karena memiliki Devi, seorang gadis ningrat yang akan mewujudkan keinginan bangsa Naga Api untuk memenuhi Bumi.


Waktu berpacu dengan cepatnya, malam semakin pekat. Tanpa terasa, keduanya kembali menghabisi sisa amunisi dan tenaga dalam bercinta. Namun kali ini, mereka betul-betul lelah dan tertidur.


Gurkha bangun dengan perlahan, jam menunjukan pukul tiga dinihari. Dia harus bersiap untuk meninggalkan wanitanya yang sangat ia cintai.


Meskipun berat, tetapi Gurkha tidak memiliki pilihan. Ia harus kembali ke habitatnya. Melihat Devi terlelap dengan nyenyak, Gurkha tidak tega melihatnya, hatinya tergores, sakit!. Devi memutuskan untuk menatap laki-laki itu hingga puas.


"Sayank, tidak ada kata yang bisa aku ucapkan untukmu, kepedihan hatiku mewakili hatiku yang tidak berdaya, tapi jangan khawatir aku akan menyimpan dirimu di dalam sanubariku yang terdalam." gumam Gurkha dalam hati.


Semakin lama, Gurkha merasa tidak mampu meninggalkan Devi. Sadar akan hatinya, ia pun bergegas untuk berdiri dan pergi dari sisi Devi.


"Selamat tinggal, kasih. Kamu adalah malaikat bagiku. Meskipun awalnya kau mencampakanku, tetapi malam ini kamu seperti sinar bulan di dalam kehidupanku. Terimakasih cintaku, semoga kau mengerti betapa kacau nya hidupku tanpa kamu." bisik Gurkha dalam hati.

__ADS_1


*****


__ADS_2