DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
KEMATIAN LELA


__ADS_3

Sementara Gurkha melaporkan masalah pembunuhan itu ke Polisi, para Goreon pergi memakai mobil ke Villa. Mereka merasa bersalah atas hilangnya Nona Devi. Yang paling merasa bersalah adalah Goreon One semakin ditahan, semakin berlinang air matanya. Terbayang wajah Nona Devi yang salah tingkah ketika mata mereka saling tatap untuk pertama kalinya.


"Jika dia tidak aku temui, aku akan menyerahkan diri kepada Kakek ketua supaya tubuhku dibakar hidup- hidup." kata Goreon One sangat menyesal. Dia tidak habis pikir kenapa dia tega membiarkan wanita itu di kantor sendiri? Aargghh.....


Sampai di Villa mereka turun dan duduk di teras depan. Dari Villa ini mereka akan melayang ke pesisir pantai atau ke beberapa bukit yang belum tersentuh oleh manusia.


"Goreon One, apakah kau tidak berpikir bahwa ini ulah Naga Emas. Mereka sangat benci kepada Nona Devi, yang secara tidak langsung sudah menghalangi Arima bersatu dengan Gurkha."


"Bisa jadi, siapapun bisa menjadi tersangka disini. Tapi kita fokus kepada bangsa Naga, karena musuh kita adalah Naga Hitam dan Naga Emas."


"Mari kita cepat menyusuri pantai, supaya tidak keburu pagi......" kata Goreon Five memotong pembicaraan mereka.


Mereka beriringan dan tidak berani berpencar, karena medan masih asing, mereka agak berhati-hati melayang. Tentu mereka takut dilihat manusia dan di tembak.


"Tidak ada tanda-tanda Naga berada di pesisir ini, sebaiknya kita cepat balik karena fajar telah menyingsing." kata Goreon One berhenti di sebuah batu karang yang berada di pinggir pantai.


"Kita akan mencari di tempat kerja, di perusahan ada dua orang Naga Hitam bekerja disitu. Kita bisa tahu dari mulut mereka, dimana Nona Devi disembunyikan."


"Sekarang saja kita samperin ke Apartemen, bukankah mereka berada di sana semuanya?"


"Kita ke Villa dulu setelah itu kita ke Apartemen." kata Goreon One dengan tampang lesu. Perjalanan ini tidak menghasilkan apapun. Pikiran para Goreon sangat terbebani oleh hilangnya Nona Devi. Dimanakah Nona Devi saat ini? apakah dia masih hidup atau sudah mati?


Nun jauh di seberang pulau, tiga ekor Naga Hitam melarikan Devi dalam keadaan tidak sadar. Wanita itu di culik saat tidur di Kantor. Mereka melayang rendah menyusuri sungai, menerobos hutan belantara. Badan Devi banyak luka karena tergores semak berduri. Pakaiannya sudah compang camping.


Ketika sampai di sebuah Bukit Ollo mereka berhenti di atas batu karang. Suara debur ombak pantai selatan terdengar bergemuruh. Saat itu Devi ingin membuka matanya, tapi dia masih takut, tubuhnya menggigil dihempas oleh angin malam yang sangat dingin, terasa sampai menusuk ke tulang sumsumnya.


Ingatannya bekerja kembali dengan normal. Air matanya menetes saat dia memejamkan matanya dengan erat. Dia tidak berani menoleh atau menggeser badannya yang terasa sangat sakit. Waktu berada di Kantor, ada tiga ekor Naga menangkapnya. Saaat itu dia langsung pingsan.


Devi memberanikan diri membuka matanya secara perlahan. Tiga ekor Naga itu berada tidak jauh darinya.


"Kita harus cepat menyembunyikan Devi ke dalam goa, aku yakin dibawah jurang ini pasti ada goa." tiba-tiba terdengar suara pria yang tidak begitu jauh dari tempat dia berbaring. Devi merasa kaget, karena suara itu dia kenal.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak membunuhnya saja, dia saingan terberat. Kalau dia mati Gurkha pasti jatuh kepelukanku. Tolong dipikirkan usulku." itu suara Lela. bathin Devi kesal.


"Kalau Devi mati Gurkha akan membumi hanguskan bangsa kita." suara Lassem menimpali.


Devi merinding ketakutan, jadi mereka bertiga menculik dirinya.


Devi menjadi marah sekali ketika mengetahui itu. Dia mau bangun tapi tiba-tiba matanya melihat bayangan Naga mendekatinya. Walaupun gelap Devi tahu bahwa ada tiga Naga saat ini mendekatinya. Tubuhnya seketika kaku. Dia pasrah, bayangan Yuli yang dadanya terkoyak membuat jantung Devi bergemuruh.


Naga itu mendengus, mengibaskan sayapnya. Devi tercekat. Dia sangat ketakutan. Nafas Naga itu terdengar berat, bau lumpur keluar dari badan Naga itu yang membuat Devi sedikit mual.


"Kalian siapa?" pertanyaan bodoh untuk di tanyakan. Ketiga Naga itu tertawa.


"Hahaha... aku harus menjawab bagaimana? sepertinya kau belum mengetahui apapun. Kasihan sekali dirimu yang di pakai pelampiasan. Kamu bahkan tidak tahu alasan kami akan membunuhmu." Devi kaget setengah mati mendengar suara Lela seolah keluar dari mulut Naga itu.


"Apakah kamu Lela." tanya Devi memberanikan diri. Matanya tajam menatap Naga itu.


"Apakah kamu kaget melihat diriku yang berwujud Naga?" sungguh di luar dugaan, ternyata Lela siluman Naga. bathin Devi merasa bergidik. Berarti kedua Naga disamping Lela itu adalah Bonebe dan Lassem. pikir Devi.


"Aku sungguh tidak menyangka ternyata kalian mempelajari ilmu hitam. Sadarlah!! bahwa yang kalian lakukan ini adalah dosa." suara Devi di sambut oleh pekikan khas Naga.


"Hahaha...apa yang kau bicarakan Devi? kau sangat naif, kami ini adalah bangsa Naga Hitam, bukan manusia berilmu atau siluman. Kami murni bangsa Naga." mereka bertiga terkekeh.


Omong kosong apa yang mereka katakan itu? Devi tidak mengerti. Mereka aneh dan menyeramkan, Devi sangat benci kepada mereka.


"Lela, antar aku pulang kembali, apa tujuanmu menculik aku? apa kau ingin merebut Gurkha. Mana Gurkha mau dengan dirimu kalau dia tahu kalian ini siluman Naga, Gurkha pasti memecat kalian."


"Jadi manusia tidak mau dengan Naga? apa begitu maksudmu? tapi kenapa kau setiap saat bercinta dengan Gurkha, bukankah Gurkha juga Naga?"


Mata Devi terbelalak saat mendengar perkataan Lela, tapi dia tidak percaya ocehan Lela. Tiga ekor Naga tambah mendekat, dan salah satu dari Naga itu meraba tangan Devi.


"Jangan takut Devi, kita akan membawamu ke goa."

__ADS_1


"Aku mau pulang, aku tidak peduli kepada mulut kalian." teriak Devi putus asa, karena tangannya sudah di pegang oleh Bonebe.


"Jangan kau berontak Devi, semakin kau berontak akan semakin sakit tubuhmu, karena kami bukan lawanmu!!" bentak Lela.


"Apa aku benar-benar akan dibunuh oleh mereka sekarang? mereka pasti akan membunuhku. Aku membenci diriku karena tidak bisa melakukan perlawanan apapun." gerutu Devi dalam hati.


Saat tubuhnya diseret, Devi tidak tahan untuk membendung air matanya, dia pun menangis sambil menyebut nama Gurkha berkali- kali. Devi berharap ada sebuah keajaiban. Mungkin saja dia bisa menolong, walaupun sepertinya mustahil. Devi kembali merasakan perih dan sakit di sekujur tubuh nya.


"Lepaskan aku, berengsek kau Lela.." teriak Devi berontak.


Tiba-tiba ada suara pekikan keras di langit, tapi terdengar sangat dekat membuat ketiga Naga itu berlari dan mendorong tubuh Devi. Tapi ntah darimana datangnya, seekor Naga secepat kilat menyambar tubuh Devi yang hampir menggelinding jatuh ke jurang.


Tubuh Devi terangkat, melayang di udara, bau musk menusuk hidungnya membuat dia beramsumsi bahwa Naga ini adalah Gurkha. Seperti perkataan Lela, Gurkha juga Naga.


Emosi Devi ke ubun-ubun, jika itu benar betapa malam nasibnya rasanya dia ingin disambar petir saat itu juga. Sungguh menjijikan.


Tidak berapa lama Naga itu turun dan membaringkan tubuh Devi di rumput. Lalu Naga itu memekik.


"Keluarlah kau Lela!!"


"Kau pikir kami akan menyerahkan diri padamu, kami akan terus menghantui setiap rencanamu." teriak Lela lari menjauh, tapi mereka lupa bahwa ada Goreon yang telah mengepung mereka.


"Pengkhianat!!, lancang kalian menculik junjungan kami."


Gurkha menggeram ketika tubuh Lela, Bonebe dan Lassem di seret oleh para Goreon, melemparkannya ke tengah, kemudian Goreon menyemburkan lidah apinya yang menghanguskan ketiga tubuh Naga itu.


Devi tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar saat ini. Ternyata Gurkha adalah seekor Naga Devi benar-benar merasa sangat bodoh.


****


.

__ADS_1


__ADS_2