DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
RINTIHAN ARIMA


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap dan udara nenjadi sangat dingin. Dari atas tebing yang tinggi Gurkha bisa melihat ombak pantai yang semakin pasang, nun jauh disana. Bulan dan Bintang yang mulai terlihat jelas memenuhi langit malam dengan sinar indahnya.


Suara binatang malam terdengar silih berganti, menandakan malam ini tidak akan turun hujan. Kelompok kunang-kunang membuat hutan menjadi terang. Gurkha melamun sedih, bayangan Devi melintas di pelupuk matanya.


"Kekasihku, masihkah kau terlelap dalam tidurmu sayank..." bisik Gurkha dalam hati, air matanya jatuh membasahi pipinya. Rasa rindu yang dalam membuat dadanya sangat sakit. Ia menghela nafas berkali-kali untuk menenangkan pikirannya.


Gurkha mengeratkan sayapnya saat angin berhembus kencang membuat beberapa sisik tuanya gemerincing jatuh disapu angin. Suara gemerecik air terjun, aroma hutan dan daun kering membuat jiwa nya semakin hampa.


Suara tapak kaki terdengar perlahan, wajah Gurkha terlihat tegang ketika melihat Arima yang mendekatinya.


"Gurkha!" suara Arima mengagetkan Gurkha yang asyik melamun. Gurkha berbalik ingin melihat wanita itu. 


"Ada apa kau kesini, biarkan aku sendiri. Sebentar lagi mereka akan menyerang kita." ucap Gurkha sedikit terganggu. Ia hanya melihat Arima sekilas sebelum akhirnya matanya tertuju kepada dua Goreon berada di belakangnya.


Gurkha menatap Arima cukup lama, ia tidak tahu ada apa dengannya, tapi Gurkha melihat Arima menangis. Ia merasa sesuatu telah terjadi dan Gurkha tidak tahu.


"Ada apa Arima, jangan mengganggu konsentrasiku musuh sudah semakin dekat, harap kalian bersiap-siap." ucap Gurkha dengan mata berkilat.


Arima menatap Gurkha dengan mata berair, dia sangat sedih, Gurkha kini telah berada di hadapannya. Seorang Pangeran Naga yang dia cintai dan sangat dia harapkan jadi suaminya. Gurkha baru sadar setelah Arima menyentuhnya dan berkata dengan suara lirih.


"Kenapa kamu sendirian disini? aku sangat mengkhawatirkanmu. Jika kamu meninggal di medan perang aku akan bunuh diri."


"Jangan lebay, turun kebawah, Arima tolong pergi ke goa." perintah Gurkha.


Gurkha kesal tidak memperbolehkan mereka berada disampingnya, jadi Arima ngotot dan memutuskan untuk melihat-lihat pemandangan. Gurkha terpaksa membiarkan Arima berada di dekatnya, Arima menarik Goreon serta menyuruhnya duduk tepat di samping Gurkha.


"Arima, aku adalah Goreon tidak pantas berada disini." kata Goreon ragu untuk duduk di samping Gurkha.


"Ada apa Goreon, duduklah untuk mendampingi pangeran, supaya kalian bisa dengan cepat membatu pangeran kalian." ucap Arima.


Goreon mengernyitkan keningnya cukup dalam. Dia ragu menuruti saran Arima.

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa-apa jika kami duduk disini, Gurkha?" Goreon lalu bertanya. 


"Kenapa aku harus keberatan, silahkan duduk disini." kata Gurkha tanpa peduli, matanya menatap jauh kedepan.


Goreon diam sesaat, memilih duduk agak jauh dari Gurkha, mereka diam membisu, tidak berani mendekat. Tapi akhirnya mereka bertanya.


"Bukankah kalian sedang pacaran dan ingin berkencan, kami takut jika kami duduk di tengah-tengah kalian, kami akan menganggu kalian." Goreon akhirnya berkata begitu atas suruhan Arima.


Tadi di sungai Arima menangis dan mengatakan Gurkha jahat, selingkuh dan menduakannya dengan wanita bangsa manusia, dia minta tolong supaya Goreon berkata begitu, kalau tidak mau, dia akan bunuh diri. Karena terpaksa Goreonpun berkata begitu.


Gurkha diam, ia tidak merespon apapun perkataan Goreon. Arima melirik Gurkha dan mencari tahu, sikap Gurkha setelah Goreon berkata begitu serta mencoba mencari tahu jawabannya pada mata dan raut wajah Gurkha, namun tidak ada sama sekali perubahan pada wajah Gurkha.


Perlahan Arima menundukan kepala dan bersedih, matanya kembali berair, hingga Goreon tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mereka berdua takut dan menyesal, mau ikut dalam permainan Arima. Harusnya mereka berdua tidak bertanya pada Gurkha, dan tidak ikut campur, bagaimana kalau Gurkha marah?


Gurkha perlahan pindah naik lebih tinggi ke tebing. Goreon merasa bersalah kepada Gurkha, sepertinya Gurkha memendam kemarahannya kepada Arima dan kepada dirinya.


Sebagai Goreon atau prajurit mereka berdua lalu meloncat turun ketakutan atas sikap Gurkha, mereka tahu akibat dari kemarahan Gurkha adalah mati. Mereka membiarkan Arima di atas mendekati Gurkha.


"Kiyyaaa....." suara teriakan kedua Goreon terdengar bersamaan dengan suara terompet dari Naga Es. Gurkha dan Goreon lain kaget, dengan teriakan itu persembunyian mereka di ketahui oleh Naga Es. Seperti gerombolan kadal, Naga Es berlari menyerbu ke tempat persembunyian Gurkha. Mereka sangat cepat dan terlatih.


"Serbuuu...." teriak mereka bersama.


"Terbang!!" teriak Gurkha melesat ke langit, diikuti oleh Goreon. Naga Es dengan cepat mengejar Naga Api dan menyemburkan hawa dingin.


"Mau lari kemana kau Naga Api, riwayat kalian cukup sampai disini." teriak Lucifer pemimpin Naga Es.


"Lucifer, jangan serakah, ini wilayah ke kuasaan kami, Naga Api. Jika kau tetap ingin merebutnya, kami akan mengadu jiwa dengan kalian semua." bentak Gurkha.


"Lawanlah kami Naga Api, sudah lama kalian berkuasa atas diri kami, dan hutan-hutan yang subur. Jadi jangan salahkan kami memberontak karena kalian menindas keberadaan kami." tungkas Naga Es sambil menyemburkan hawa dingin ke salah satu Goreon.


Tapi Goreon sangat terlatih, mereka adalah warrior nomor satu yang sulit di kalahkan. Apalagi sekarang ada Gurkha, mereka menjadi percaya diri berkali lipat. Tenaga mereka semua sudah fit, karena asupan susu yang banyak dan buah langka.

__ADS_1


"Mari kita bertarung sampai titik darah penghabisan." pekik Goreon hampir berbarengan.


Jumlah mereka hampir sama Gurkha melesat naik ke sebuah pohon randu yang menjulang tinggi. Lucifer ikut melesat naik. Gurkha bertambah naik ke awan, ia ingin tahu kekuatan Lucifer. Ternyata sayap dari Naga Es pendek, mereka tidak bisa terbang terlalu tinggi dan kelebihannya mereka bisa hidup di Kutub Utara.


Naga Es menyemburkan hawa dingin yang membuat sayap Goreon beku sementara, dan mereka kemudian bergulat dan saling banting. Melihat itu Lucifer merasa senang, dan ia duduk di ceruk tebing, terhindar dari penglihatan Gurkha.


"Matilah kau!!" teriak Naga Es dan membanting salah satu Goreon.


"Kau yang mati!!" pekik Goreon yang lain menarik ekor Naga Es dan membantingnya. Semburan hawa dingin beradu dengan lidah api. Dan pohon-pohon mulai terbakar. Gurkha jadi serba salah, membiarkan api berkobar dan pohon langka banyak hangus, atau memadamkan api tapi para Naga Es akan menang, karena para Goreon hampir separo sayapnya membeku.


Dalam keadaan bimbang tiba-tiba Arima mencelat masuk. Sayapnya yang bewarna kuning memukau para Naga Es. Apalagi Arima berteriak nyaring menandakan ia seorang gadis.


"Kiiyyaaaa....." teriak Arima sambil memukulkan sayapnya dan api yang membakar pohon langsung padam. Lucifer terkejut dengan kehadiran Naga Emas, seolah membantunya, karena api di padamkan.


"Naga Emas, kau cemerlang mari kita gempur Naga Api!!" Lucifer berteriak. Arima melengking dan mengepakkan sayapnya sehingga membuat Lucifer terpental, dia tidak mengangka Naga Emas berbuat begitu. Arima terus mengejar Lucifer dan mereka beradu ilmu diatas tebing.


Gurkha membiarkan Arima dan Lucifer, ia menukik turun ketika ada Goreon terluka digigit Naga Es. Mereka sudah mulai mengeluarkan ilmu kanibalnya dan racun dari mulut. Gurkha mengamuk saat dua ekor Goreon kena gigitan Naga Es.


"Minggir!!" bentak Gurkha lalu turun dan mengeluarkan lidah apinya. Lima


ekor Naga Es terbakar hidup- hidup dan dua puluh ekor lagi terjun ke sungai. Gurkha terus mengejar mereka, sayang sekali lidah apinya tidak mempan di air. Malah Tiga ekor Goreon terjebak dengan air sungai yang membeku.


"Goreon naik semua ke pohon randu diam disana." pekik Gurkha marah, ia juga naik melayang berputar di atas sungai kemudian menyemburkan lidah apinya. Suara pekikan Naga Es terdengar sesaat, kemudian mereka cepat menyelam ke dasar sungai.


Gurkha berulang kali menyemburkan lidah api, sampai tercium bau ikan yang terbakar, dan beberapa Naga Es ada yang mati. Gurkha mengejarnya kebalik tebing dan membunuhnya tanpa ampun. Ada juga yang berlari ke utara, ini tugas Goreon. Mereka mengejarnya terus. Goreon yang masih hidup masih tujuh belas ekor sedangkan Naga Es sembilan ekor.


Gurkha mau ikut mengejar, tapi suara Lucifer menghentikan langkahnya.


"Berhenti mengejar atau kekasihmu aku kuliti dan aku ambil jantungnya." teriakan Lucifer memekakkan telinga.


"Sayankkk....tolongi aku, hiks-hiks.." rintih Arima menangis. Gurkha diam seketika, emosinya meluap melihat Arima di sandra.

__ADS_1


****


__ADS_2