DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
SAAT GURKHA MENGALAH


__ADS_3

Akhirnya Lela tinggal serumah bersama Gurkha dan Devi dengan syarat tidak boleh mencapuri urusan masing-masing. Tentu Lela sangat senang dan berada di atas angin. Ternyata dia mampu membuat pria itu mengalah dan takut terhadap ancamannya.


"Kamu tidur di samping dapur, kamar itu dulu di tempati arima. Apapun milik Arima boleh kau pakai." kata Gurkha sambil berdiri. Ia terpaksa mengabulkan permintaan Arima, besok dia akan berpikir lagi untuk keluar dari masalah ini.


"Aku setuju." sahut Lela ikut berdiri. Gurkha lalu menggamit tangan Devi dan mengajaknya masuk kamar. Untuk sementara Devi menurut saja dengan Gurkha supaya Lela melihat bahwa dirinya yang dubutuhkan oleh Gurkha. Mata Lela berkilat benci melihat Devi, hasrat membunuhnya membara. Dia menghentakan kaki kanannya, membuat Gurkha menoleh kesal.


Sampai di kamar Devi langsung melepaskan tangan Gurkha dan berkacak pinggang.


"Aku tidak mau seranjang denganmu, kita bukan siapa-siapa, jadi jangan berharap kau bisa tidur di tempat tidurku!" sungut Devi duduk disisi tempat tidur. Wajahnya terlihat kesal.


"Kalau begitu aku tidur di kamar sebelah, aku capek sekali hari ini." ucap Gurkha dengan lesu.


"Ow..jadi, kau ingin didatangi oleh perempuan itu dan setelah dia hamil kau akan berkata "khilaf" sungguh genius pemikiranmu."


"Serba salah, kalau gitu aku tidur di lantai saja." ucap Gurkha.


"Yaaa...tidur di bed saja, tapi jangan berbuat mesum, ingat itu."


"Aku langsung tidur, tidak mungkin akan melakukan apapun." kata Gurkha merebahkan tubuhnya. Dari pada ribut lebih baik pura-pura tidur. Ada waktunya untuk mengeksekusi. Dia tidur miring ke tembok, terdengar suara nafasnya halus, Gurkha berarti sudah tidur nyenyak. pikir Devi.


Pikiran Devi melayang keliling, saat ini dia kesal terhadap Lela yang numpang disini. Dari pertama dia sudah tidak senang melihat Lela, saat Pak Romi merekomendasikan wanita itu. Ternyata ada campur tangan Gurkha, dirinya sungguh tolol di permainkan oleh Gurkha.

__ADS_1


Devi harus tahu apa rahasia Gurkha sesungguhnya, lela banyak tahu tentang Gurkha berarti mereka sudah lama kenal. Mungkin teman sekolah. Devi kemudian merebahkan dirinya di samping Gurkha, diam-diam dia memandang punggung pria yang belakangan ini sangat dia cintai itu. Menurutnya pria ini sangat tampan, tubuhnya tinggi tegap, proporsional, dan kulitnya bersih. Pemuda idaman! Gurkha juga memiliki segalanya, punya beberapa perusahaan dan beberapa aset lain yang bertebaran. Devi menarik nafas panjang, dan membuangnya kasar, kemudian Devi pun ikut tertidur disamping Gurkha.


Sementara itu, di kamar samping dapur, Lela merebahkan tubuhnya di Bed King Koil, senyumnya terbit dari bibirnya yang manis. Dia bangga atas pencapaiannya saat ini, ternyata sangat mudah membuat Gurkha menyerah. Tujuan hidupnya sudah hampir sampai. Dia bersumpah akan membuat Gurkha meninggalkan Devi Dia akan melakukan apapun agar Gurkha mau bersamanya. Meski dia tahu bahwa perbuatannya menikung, melanggar batas, dia akan merebut Gurkha dari sisi Devi, dia tak peduli. Gurkha adalah miliknya, cintanya.


Berada di dalam kamar membuat Lela tidak betah, diapun keluar dari kamar menuju pintu gerbang. Suasananya dingin dan gelap gulita. Lela duduk di pinggir tebing, dia melihat ke bawah lampu-lampu dari beberapa Villa atau Rumah penduduk yang berjejer rapi. Angin malam berhembus membuat rambutnya yang kriting semakin awut-awutan.


"Bisakah kita melakukannya, aku butuh dekapanmu." tiba-tiba dia mendengar suara itu. Dia mencari sumber suara, dia langsung melihat ke Villa dan berhenti di depan pintu kamar Gurkha sama Devi. Lela menarik nafas yang seakan sesak.


Di dalam kamar Gurkha lagi merayu Devi dan meyakinkan wanita itu, bahwa cintanya hanya untuk Devi. Dia lalu mendekatkan dirinya, serta memaksa perempuan itu untuk berada dalam pelukannya. Kemudian Gurkha menyentuh bahunya dengan cara yang sensual. Gurkha kemudian mendekatkan bibirnya dan ******* bibir Devi dengan lembut. Perlahan tangannya merayap kebagian tubuh yang mengenakan lingerie. Menarik lepas ikatannya, ia berhenti sebentar, sebelum kembali menghujani Devi dengan ciuman ganasnya.


"Aku mencintaimu sayank, tidak ada wanita lain dihatiku." bisik Gurkha memeluk Devi erat. Hatinya sangat bahagia bisa berduaan kembali.


"Aku juga sangat mencintaimu, aku mohon jangan sakiti hatiku."


"Apakah kau juga akan mengusir Lela dari rumah kita?"


"Tentu sayank, semuanya aku akan usir dan tinggal kita berdua, setelah itu kita menikah."


"Aku menunggu hari bahagia itu." bisik Devi. Dia sangat mencintai Gurkha, apapun yang pria itu lakukan Devi akan memenuhimya.


Malam ini seolah milik mereka, rasa rindu yang dalam membuat hati Devi berbunga-bunga saat Gurkha terus merayunya dan memperlakukannya dengan lembut. Namun Gurkha mengabaikan racauan perempuan itu, dia lebih tertarik untuk bergerak menuju inti dan mulai menindih Devi, tanpa banyak pemanasan. Gurkha Sedikit menyeringai mendapati Devi tidak menolak untuk di ajak ke permainan selanjutnya.

__ADS_1


Mereka sudah menggila benar-benar nikmat, apapun itu istilahnya rasanya begitu kuat, menyenangkan serta sangat memabukan. Devi memeluk pria itu lebih rapat tanpa ingin di lepas. Seperti biasanya Gurkha pun seakan melambung tinggi ke awang- awang, ke langit ke tujuh, kemudian menghempaskan berulang-ulang.


"Jika kalian melakukan hal itu, pikirkanlah diriku yang berada disini, setidaknya lakukanlah juga dengan diriku, apa bedanya wanita itu dengan aku? dia manusia biasa yang belum tentu kuat, sedangkan aku sudah dijamin kuat." gerutu Lela kesal. Dia tetap berdiri di balik pintu, rasanya ingin mendobrak pintu itu sampai jebol, supaya kedua makhluk yang berbeda itu cepat sadar, tapi dia bertahan demi kelanjutan hubungan segitiga ini.


Hampir 60 menit Lela menunggu di luar tapi belum juga ada tanda-tanda pertempuran usai, akhirnya Lela pergi menuju kamarnya. Dia sangat marah, kesal, geram, bercampur menjadi satu. Tubuhnya yang mungil dia lempar dengan kasar ke ranjang, musim kawin masih tersisa, tapi dia tidak dapat kawin dengan Gurkha.


Lela berusaha memejamkan kedua matanya, tapi tidak bisa. Bayangan Gurkha terpatri di otaknya. Ingin rasanya dia menyeret Devi dan merobek dadanya serta memakan jantungnya. Dia tidak habis pikir kenapa Gurkha memilih Devi.


Malam terus merangkak, mata Lela pun akhirnya tertutup, dia tertidur dengan nyenyak. Tidak ada mimpi indah bagi Naga, semua bermimpi tentang perang dan terbunuh.


Seolah berpacu dengan waktu bangsa Naga Emas melayang rendah menuju Pulau Nusa Dewata. Mereka dipimpin oleh Caligula untuk mencari Gurkha dan Naga Hitam yang masih tersisa. Caligula akan menaruh dua puluh warriornya yang delapan puluh persen sebagai manusia di tempat- tempat strategis dalam pemerintah Daerah Nusa Dewata. Mereka akan membalas dendam atas terbunuhnya putri tunggal Caligula.


Tepat pukul 04.59 wita akhirnya Naga emas sampai di sebuah tebing yang terdapat di pesisir timur. Bukit ini tidak pernah di jamah oleh manusia, karena banyak sarang ular dan biawak.


"Kalian hati-hati dan waspada. Gurkha sangat sakti dan lidah apinya bisa membuat satu pulau terbakar." pesan Caligula sedikit khawatir.


"Selain membunuh Gurkha siapa harus di bunuh?" tanya warrior dengan semangat berapi-api.


"Gurkha paling belakang di bunuh, kalian terlebih dahulu harus bunuh pasukan Naga Hitam. Menurut laporan mata-mata kita, pasukan Naga Hitam ada 25 ekor disana. Dari ke dua puluh lima itu ada betina satu. Dan mereka hampir sembilan puluh persen bisa berwujud manusia dan semburan asap hitamnya sangat mematikan." jelas Caligula tegas.


"Kami akan mengingatnya, jika kami ingin beristirahat bukit mana yang bisa kami huni?"

__ADS_1


"Disini ramai dua puluh empat jam, jika kalian berperang hanya bisa malam hari saja. Itupun mencari tempat di bukit seperti ini. Kalian nanti bisa beristirahat disini sebelum kalian menjadi buruh atau pekerjaan lain. Semua nanti sudah ada yang mengatur, kalian tinggal bekerja." ucap Caligula panjang lebar.


*****


__ADS_2