DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
AKAL BULUS CALIGULA


__ADS_3

Malam ini jantung Devi seakan mengkerut, suara tapak kaki Naga dan kepakan sayapnya terdengar jelas. Dia juga mendengar sayup- sayup suara Naga di langit. Seketika Jantungnya berdebar tidak karuan, keringat dingin membasahi wajahnya yang pucat seperti kapas. Bayangan buruk tentang keberadaan Naga membuat Devi sangat ketakutan.


Ntah sudah berapa lama Devi meringkuk dibalik selimut, sampai dia tidak menyadari hari sudah pagi. Suara alarm mengagetkannya. Selimut yang menutupi dirinya dia buka perlahan, matanya melotot melihat jarum jam di angka delapan.


Devi bergegas turun dari tempat tidur hampir saja badannya oleng ketika dia menginjakan kakinya di lantai. Kepalanya terasa sedikit pening dan dia buru-buru berpegangan di tembok.


Pukul.08.40 wita Devi keluar dari kamar. Suasana sunyi, tidak satupun dia melihat Goreon atau Gurkha. Devi lalu menuju mobil. Perasaannya sangat tidak enak dan dia merasa seolah-olah ada yang menatapnya.


Devi memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, dia sangat marah kepada Gurkha yang tidak pulang semalam. Tapi di manakah pria itu, apakah dia dalam bahaya atau bagaimana?


Gurkha sekarang lagi duduk bersama Caligula, Kakek ketua dan Ayahnya. Dia saat ini berada di habitatnya di Bukit Thunder. Kakek dan Ayahnya sedang bingung atas tuntutan Ketua Naga Emas Caligula. Ketua Naga Emas itu menuntut wilayah perairan yang penuh dengan ikan salmon, dia mau mengambil alih pengelolaan ikan salmon. Sungai Fraser adalah habitat ikan salmon, makanan utama Naga selain buah langka dan susu.


Jika Sungai Fraser diambil alih oleh bangsa Naga Emas, kekuasaan Naga Api akan runtuh, karena seluruh Naga sangat menginginkan daerah ini. Kekuatan fisik, tumbuh kembang Naga Api akan merosot menjadi kerdil tanpa mengkonsumsi ikan salmon.


"Maaf Caligula, sebenarnya masalah putri anda tidak sepenuhnya kesalahan kami, jika dia mati itu sudah takdir dari langit dan bumi, tidak bisa terelakan." ucap Gurkha tandas, dia terpaksa meninggalkan Devi demi memenuhi panggilan Kakek ketua yang di ancam Caligula.


"Gurkha!! apakah pantas kamu bicara begitu, aku menitipkan Arima kepada mu tapi kenapa bisa mati, apa kau tidak menaruh penjaga disana?" suara Caligula meninggi. Matanya berubah merah membara.


"Ada Goreon yang menjaga, aku tidak menuduh, Arima cukup ilmunya dan bisa menjaga diri tapi kenapa bisa kalah dengan Naga Hitam? kecuali Arima sempat kawin dengan Naga Hitam." ketus suara Gurkha.


Caligula langsung berdiri serta merta mengepakan sayapnya, dia tahu sifat putrinya yang sedikit selebor, dan sangat faham kalau Gurkha pasti akan menyelidiki aktivitas putrinya. Tapi dia tidak akan menerima begitu saja kekurangan putrinya.


"Jangan berdalih Gurkha, putriku lama mengabdi disini sampai dia mati. Aku akan mengambil Sungai Frazer atau kita perang. Aku punya warrior ratusan, sedangkan Naga api lima puluh ekor pun tidak sampai. Aku berani memastikan kalian pasti kalah."


"Caligula, sebagai Ketua bangsa Naga Api aku tidak berpihak kepada siapapun, cuma aku merasa heran atas permintaanmu. Masalahnya, semua aset Naga Api adalah milikku dan Naga Api yang mengelolanya, sedangkan Gurkha adalah seorang putra angkat manusia baik yang berada di Pulau Nusa Dewata, jadi aset Gurkha dengan aset aku sangat berbeda."

__ADS_1


Caligula terdiam sesaat, dia bingung atas penjelasan Kakek ketua Naga Api, padahal tadi dia sudah merasa menang. Akhirnya dia merubah tuntutan, yaitu perusahan Surya Subrata yang di pimpin akan menjadi miliknya.


"Aku akan mengambil alih perusahanmu, bersiaplah." ucap Caligula enteng.


"Aku banyak perusahan dan akan aku bagi denganmu asal kamu bisa mengelolanya."


"Aku punya ratusan warrior, satu perusahan kurang cukup. Bagiku pengorbanan Arima dengan satu perusahan terlalu murah, aku minta dua perusahan." kata Caligula songong. Bagi Naga yang tidak paham akan berbisnis tentu akan sangat repot, kecuali mereka dibimbing oleh seorang akuntan.


"Tidak masalah Caligula, aku akan menyiapkan dua perusahan dan satu Apartemen untuk kalian." jawab Gurkha serius.


"Syukurlah kamu mengerti, kalau begitu aku minta sesuatu yang menandakan Naga Emas punya perusahan."


"Nanti aku berikan kalau sudah berada di Pulau Nusa Dewata. Punya perusahan tidak sama dengan punya kebun, setiap hari kalian harus datang dan mengerjakan seluruh pekerjaan kantor dan pulang tepat waktu." jelas Gurkha membuat Caligula terus mengangguk.


"Jika sudah selesai aku mohon diri, tapi jika Gurkha ingkar janji aku akan membunuhmu!!" ancam Caligula.


"Kakek, Ayah, aku mohon diri, jaga diri kalian." ucap Gurkha memandang kedua orang tua itu.


Pukul.10.00 WIB Gurkha dan Caligula mulai terbang rendah masuk hutan belantara. Mereka lebih banyak menyusuri sungai. Jika malam tiba Gurkha melayang tinggi di balik awan, sedangkan Caligula tidak bisa terbang tinggi, dia memilih tetap mengikuti arah sungai.


Gelap telah memayungi bumi Gurkha menahan pekikannya dan menukik turun seperti anak panah. Beberapa pasang mata dari bangsa Naga Emas sempat melihat turunnya sang Pangeran Naga Api dari balik awan, tentu saja mereka kagum sekaligus jera. Mereka sangat paham bahwa Gurkha adalah Naga yang sangat sakti dan sempurna, belum ada yang bisa mengalahkannya.


Gurkha akhirnya turun di Villa, dia melihat para Goreon menyambutnya dengan berbaris.


"Pangeran sudah jam dua dini hari, Nona Devi tidak pulang, dia memilih tidur di Kantor, sedangkan disana hanya ada Pak Asep. Aku mau menginap disana diusir oleh Pak Asep, jadi Nona sendiri di Kantor." kata Goreon One.

__ADS_1


"Kau bodoh!! istriku kau tinggalkan sendiri, apa gunanya kalian. Musuh kita banyak!!" pekik Gurkha membuat para Goreon terdiam. Tanpa berpikir panjang Gurkha bertransformasi secara harafiah, setelah itu dia berlari menuju mobil. Pikirannya sangat kacau.


Karena saat ini terjadi perseteruan antara Naga Hitam dan Naga Emas, walaupun Gurkha memilih menunggu perkembangan selanjutnya, dia tidak berani memastikan tindakan Lela.


Jalan satu-satunya memindahkan Devi ke tempat lain untuk sementara waktu, itupun kalau Devi setuju. Tapi Devi harus setuju. pikir Gurkha.


Lamborghini itu lari sangat kencang menembus jalanan yang sepi, perasaan Gurkha sudah tidak enak ketika mobil itu masuk ke perusahan. Mobil berhenti di depan Gardu Scurity. Ketika pintu mobil terangkat, bau anyir darah manusia menusuk hidung Gurkha. Tanpa sadar Gurkha memekik.


Pemandangan pertama yang dia lihat adalah tubuh Pak Asep yang sudah robek dadanya dan jantungnya hilang kemudian tubuh Pak Mamad tukang kebun yang sering menemani Pak Asep jaga. Gurkha lari kencang menuju ruangannya, pintu terbuka lebar dan banyak darah berceceran. Di dalam ruangan keadaannya sangat berantakan.


Air mata Gurkha bergulir ketika dia tidak menemukan tubuh Devi. Dia memekik histeris tanda hatinya sedih


Dia baru menyadari semua ini siasat mereka. Dia dipanggil Kakek ketua ke habitatnya supaya Devi bisa diculik atau dibunuh. Ntah bangsa Naga mana yang membalas dendam.


"Maafkan kami pangeran." ucap Goreon One ikut sedih.


"Kalian telah membunuhku...." desis Gurkha menangis pilu. Hatinya sangat hancur. Dia membuat Devi mencintainya itu tidak mudah. Gadis itu sulit sekali ditaklukan, tapi ketika cinta itu menyatu cobaan selalu saja menghantui mereka.


"Hukumlah kami, nyawa kami tidak ada harganya."


"Bunuh semua Naga yang berada di Pulau Nusa Dewata, jangan biarkan dia hidup!!" titah Gurkha dengan mata memerah.


"Sebaiknya kita lapor Polisi dulu karena ini menyangkut pembunuhan. Tapi jika masyarakat tahu kejadian ini, akan ada jam malam dan kita sulit bergerak. Jika mereka melihat kita dalam wujud Naga, niscaya kita di tembak. Apalagi Pak Asep mati karena serangan Naga."


"Aku minta jangan sekali-kali kalian memberi keterangan bahwa Istriku hilang. Cerita ini disembunyikan, cukup katakan kalian tidak tahu apa-apa."

__ADS_1


"Berjalanlah sesuai insting kalian, aku tidak mau tahu bagaimana cara kalian untuk menemukan istriku." kata Gurkha.


*****


__ADS_2