DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
PERGI


__ADS_3

Gurkha berdiri dengan wajah datar, badannya menjulang tinggi di antara para Goreon. Para Goreon berbaris mendengar perintahnya dengan wajah menunduk.


Untunglah Nona Devi masih hidup dan bisa ditemukan kalau tidak pasti Gurkha akan marah dan menghukum para Goreon. Jadi para Goreon sudah merasa lega.


Devi yang menyaksikan semua ini dan hampir terbunuh hanya bisa diam mematung. Dia bersandar pada sebuah pohon, menyimak apa yang terjadi dengan kening mengkerut. Jauh dilubuk hatinya dia mengutuk kelahirannya ke dunia ini yang tidak bernasib mujur.


"Goreon lanjutkan mencari sisa Naga Hitam dan Naga Emas. Habiskan mereka semua. Aku tidak ingin ada pertempuran atau pembunuhan di Pulau Nusa Dewata. Jangan ada yang menculik para gadis, merusak kehidupan manusia." titah Gurkha dengan suara dingin.


"Siap Gurkha, perjuangan ini kami akan lanjutkan, kami berjanji akan menumpas mereka." jawab Goreon One bersemangat. Dia ikut senang ketika Nona Devi bisa di temukan.


"Aku akan langsung ke Villa, cepatlah pergi sebelum pajar menyingsing." ucap Gurkha.


"Kami mungkin akan ke pesisir selatan mencari Naga Emas, mereka pasti bersembunyi di Bukit Payung."


"Cepatlah habisi mereka sebelum para penduduk ketakutan di mangsa oleh Garuda Emas."


Badan Devi gemetar, dia mgerasa jantungnya ingin meledak ketika menyaksikan semua kejadian ini. Jiwanya terpanggang, panas, saat dia tahu Gurkha adalah seekor Naga. Seolah hatinya di remas saat Gurkha memperlihatkan aslinya. Sungguh menyakitkan, berarti selama ini dia tidur dengan siluman Naga?! ciihh... menjijikkan!!.


Tanpa aba-aba Gurkha menyambar tubuh Devi yang dari tadi mematung. Mungkin Devi bingung melihat atau berada ditempat yang tidak pernah dia pikirkan. Dia terus memberontak tanpa memperdulikan tubuhnya yang sakit ketika Gurkha menjepit tubuh itu dan membawanya melayang ke angkasa..


"Lepaskan aku! Lepaskan setan, kau siluman, monster. Kurang ajar!! Aku benci padamu." Devi berteriak sekuat tenaga meskipun suaranya terdengar sangat kecil karena terbawa oleh angin.


"Aku sangat membencimu Gurkha, jatuhkan badanku supaya tubuhku hancur.... hiks." begitulah Devi berteriak istris sambil menangis.


"Aku mencintaimu sayank...." ucap Gurkha tenang, dia belum pernah merasa setenang ini. Setelah Devi tahu siapa dirinya dia malah merasa bebas dari beban. Dia terus melayang membawa wanitanya pergi.


"Aku tidak cinta padamu, kau penipu, bajingan...huu...huuu..."

__ADS_1


"Kita akan menikah sayank...." ucap Gurkha, suaranya terasa terhempas dan dibawa angin....


"Aku tidak sudi menikah denganmu, jika aku hamil, aku mau hancurkan anaknya!!"


"Tidak sayank, kau harus menjadi permaisuriku." Gurkha tetap tenang.


"Tidak sudi menikah denganmu, kau pikir aku bodoh dan tidak tahu, setelah melahirkan Kakekmu akan membakar tubuhku hidup-hidup."


Gurkha hanya diam, dia tahu Devi sangat mencintainya. Mungkin Lela sudah banyak menghasut Devi sehingga Devi tahu kehidupan Gurkha di hutan.


Dia pun lebih kencang melayang, dia bahagia.. sangat bahagia.


Biasanya dia di bawa melayang oleh seekor Naga, pasti dalam keadaan pingsan, tapi saat ini dia sadar dan merasa melayang tinggi, walaupun dia takut membuka matanya, tapi dia tahu bahwa dirinya sekarang berada sangat tinggi di awan. Selanjutnya dia merasa kepalanya semakin pusing dan perutnya mual karena kecepatan Gurkha melayang dan dia pun pingsan.


Ntah sudah berapa lama Devi diajak melayang, yang dia tahu dirinya sudah berada di atas ranjang dalam keadaan polos, dan yang lebih menyakitkan Gurkha berinisiatif sendiri untuk menggasaknya.


Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti permainan Gurkha.


"Tidak bisa!!" jawab Gurkha pendek. Devi jadi sebal dan memilih diam.


Diam-dian Devi mencuri pandang, lampu kamar sangat terang, seluruh tubuh Gurkha yang polos terlihat. Dia menahan nafas saat menatap milik Gurkha, cepat dia mengalihkan pandangannya, dari ujung rambut sampai kaki. Tidak ada yang aneh terlihat dalam diri Gurkha, semua normal. Devi kemudian memegang dan mengelus tubuh Gurkha. Ahh... Seperti tubuh manusia. bathin Devi.


"Kenapa kau menatapku sayank?" tanya Gurkha setelah mereka selesai melakukan adegan panas. Devi tersenyum hambar, air matanya menggenang disudut matanya. Dia pun berbalik menghadap tembok.


"Aku hanya ingin memastikan siapa yang mengajakku tidur." ketus Devi.


Gurkha memilih diam dan tidur dari pada meladeni wanitanya, Devi pasti berat menerimanya. Dia pun ingin memberi kebebasan berpikir untuk menerima kenyataan ini. Dia yakin Devi sangat kaget dan sedih menemukan calon suaminya adalah seekor Naga.

__ADS_1


Tentu banyak yang harus dia pikirkan sebelum memutuskan melanjutkan hubungan dengan seekor binatang buas yang berbentuk Naga. Apalagi masyarakat Pulau Nusa Dewata sangat memusuhi Naga, karena Naga identik dengan pencurian anak perawan. Pilihan yang berat baginya.


Walaupun Devi mencintai Gurkha tapi dia tidak ingin hidup yang tak pasti, Devi harus pergi demi kebebasan Gurkha di habitatnya.


Setelah Gurkha tertidur pulas, dia membersihkan diri, bersiap untuk pergi. Tekadnya sudah bulat, ingin menjauh dari kehidupan Gurkha. Devi meraih ponselnya dan mulai menulis kata-kata perpisahan untuk orang yang paling dia cintai di dunia ini.


"Aku tidak bisa terus kau permainkan aku punya hati, punya perasaan dan harga diri. Kau hanya menganggapku saat kau butuh, selebihnya kau pergi dengan kesukaanmu. Kau iseng dan manis di mulut. Aku sakit hati dan sangat kecewa atas kelakuanmu selama kau menjadi pendampingku. Mungkin ini hari yang terakhir untukmu. Kau sekarang bebas sayank, apapun boleh kau lakukan. Trima kasih atas semua bantuanmu selama ini, aku tidak akan sanggup mendampingimu." Dia lalu mengirim lewat whatsapp ke ponsel Gurkha.


Air mata Devi bergulir jatuh dipipinya dia sangat sedih, seolah separuh jiwanya melayang, tapi dia harus pergi. Pergi untuk selamanya demi kebebasan orang yang dicintainya.


Lamborghini itu melaju kencang, menyusuri jalan Tol menuju Bandara. Dia akan mencari pesawat pertama pergi keluar negeri. Keinginannya pergi dari Pulau Nusa Dewata dan hidup baru di Los Angeles atau ke Singapore, negara yang bisa menghapus luka hatinya.


Lagu if depression gets the best of me, berkumandang mewakili kata hatinya. Perasaannya sangat sedih, hampa, kosong menjadi satu.


Sepanjang jalan dia berdoa, supaya Gurkha tidak bangun dan dia tidak bisa melacak kepergianya.


Ketika kaki ini melangkah turun dari bus Bandara menuju ke dalam pesawat, matanya membelalak saat melihat Goreon dia lewati. Dan salah satu dari Goreon itu adalah Goreon One. Devi merasa pelariannya akan sia-sia, dia benar-benar ingin mati.


Tapi dia tetap harus tenang, dia adalah manusia punya akal dan pikiran. Devi yakin para Goreon pasti tidak bisa melihatnya karena dia berada di class bisnis. Tapi Devi tidak tahu bahwa penciuman Naga sangat tajam berkilo-kilo meter. Serta pendengarannya juga sangat tajam.


Walaupun Devi merasa tidak tenang dan otaknya terus mencari akal, tapi saat malam tiba dirinya bisa tidur pulas. Malah dia bermimpi Goreon One mendekatinya dan menyeretnya keluar dari pesawat. Dan tiba-tiba pesawat jatuh.


Devi bangun dengan perasaan takut, keringat dingin membasahi wajahnya untung hanya mimpi. pikirnya. Seorang Pramugari mendekatinya, mengatakan pesawat akan transit. Devi cuma mengiyakan tanpa ingin berkomentar apapun. Dia tahu transit pasti satu jam, jadi dia akan keluar dari Bandara dan menghilang. Dia tidak peduli ticket akan hangus.


Devi menyusup di keramaian kota Singapore. Dia merasa lega, terbebas dari Goreon yang diam-diam mengikutinya. Mungkin dia akan menetap disini dan bekerja sebagai pelayan Restoran atau seorang pembantu rumah tangga, dia tidak peduli lagi dengan hidupnya.


Tidak mau mengambil resiko terlalu lama di jalanan, Devi masuk ke sebuah Hotel dan berencana menginap disini sebelum dia mencari Condominium untuk tempat tinggal.

__ADS_1


***** TAMAT *****


Trimakasih teman semua sudah support aq dalam menyelesaikan Novel ini. Maaf bila banyak kurang.


__ADS_2