DRAGON PRINCE SCANDAL

DRAGON PRINCE SCANDAL
BERTEMU NAGA TIMUR


__ADS_3

Melayang rendah dan kembali ke habitatnya untuk berkumpul dengan para Naga Api dan Arima. Pagi ini betina itu belum kelihatan sosoknya karena Arima memilih tinggal jauh di sebuah goa di pinggir sungai. Tapi Gurkha tidak peduli, betina itulah yang nembuat dia jauh dari cintanya.


Gurkha duduk dengan para Goreon, pagi ini dia merasa sedikit lelah dan sangat sedih setelah meninggalkan kekasihnya, tampaknya para Goreon tidak ada yang tahu kepergiannya menemui Devi, saat ini ia merasa aman. Dia sangat bersyukur, Kakek ketua juga tidak tahu.


"Putri Arima ada yang mengunjungi, sepertinya warriornya. Aku tadi lewat disamping goanya, mereka tertawa senang, aku mendengar Arima diberi hadiah jantung manusia. Pasti lezat sekali." seorang Goreon datang dan membisikkan kata laknat di telinga Gurkha. Gurkha mengernyitkan alisnya kaget, dia menatap tajam Goreonnya.


"Apa lagi yang kau dengar dari mulut betina itu?" tanya Gurkha dengan mata penuh selidik.


"Katanya, jantung manusia itu dari seorang gadis cantik musuh besar Arima yang berada di Nusa Dewata."


Jantung Gurkha hampir meledak mendengar cerita Goreon, tapi Gurkha yakin bahwa gadis itu bukan Devi, karena wanitanya masih tidur saat dia tinggalin. Arghh.... Gurkha jadi gelisah, ia harus tahu siapa Gadis yang dimaksud.


"Selidiki siapa wanita yang dimaksud kalau sampai mereka membunuh atau menyentuhnya saja, aku akan membumi hanguskan Bukit Tidar tempat bersarangnya Naga Emas." ancam Gurkha.


Percakapan itu terjadi seminggu yang lalu sampai para Goreon punya kesimpulan kalau yang di bunuh adalah kekasih pangeran Gurkha. Sehingga Gurkha berinisiatif akan pergi ke Pulau Nusa Dewata mencari kekasihnya. Tapi keinginan itu terpaksa dia urungkan karena sang Kakek ketua punya rencana lain.


"Mari kita makan, hari ini kita dapat undangan dari Naga Laut yang ada di Pulau Green, untuk kesana kita tidak perlu merasa takut karena pulau itu tidak berpenghuni." kata Kakek ketua yang baru datang. Dia duduk di batu yang paling besar, kemudian datang Ayah dan para Goreon yang lain.


"Kenapa tiba-tiba dia mengundang kita, bangsa kita tidak ada hubungan sama sekali. Misi kita berbeda, dan mereka masih melata, terbangnya juga rendah." sahut Gurkha kurang bersemangat. Hatinya galau ingat kekasihnya.


"Mungkin ada misi kawin, sekarang musim kawin massal." jawan Kakek terkekeh.


"Makan yang kenyang supaya cepat berangkatnya. Disana tidak ada buah langka, yang ada pohon jati, pohon ranti, pohon yang tidak berbuah, tapi berdaun lebat." kata Kakek ketua lagi sambil mengunyah daging buruan.

__ADS_1


"Kita kesana saja mumpung masih pagi, jangan lupa bawa Tahuri, siapa tahu ada kendala di jalan." kata Dracon Gamayo bersiap.


Gurkha kembali melihat makanan yang tersaji diatas batu. Dari sekian banyaknya menu yang tersaji, Gurkha hanya mengambil beberapa buah dan susu, sisanya tidak mau disentuh sama sekali, karena Goreon biasanya akan memakan makanan yang tersisa.


Pangeran Gurkha bersiap untuk melayang menuju Hutan Bunian yang berada jauh di Utara, tempat yang tidak terlalu jauh dan belum pernah mereka kunjungi selama ini. Gurkha terpaksa ikut, itu perintah dari Kakek ketua yang pantang ditentang. Para Goreon mengawal Gurkha, hanya Arima yang tidak ikut karena sedang bunting. Disamping itu ada warrior yang mengunjunginya.


Kakek ketua dan Dracon Gamayo melejit naik terlebih dahulu. Lalu Gurkha memekik nyaring meluncur seperti anak panah terbang ke atas, melayang membelah awan. Suara pekikan Gurkha mampu membuat jantung bergetar. Mereka beriringan melayang di balik awan menuju Hutan Bunian.


Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit, tidak begitu jauh dari Bukit Tunder, tapi pulau ini luas dan hutannya lebat. Mereka turun di sebelah selatan di pinggir pantai. Suasana pantainya sepi, tidak ada satu manusiapun kelihatan.


"Pangeran, apa kita boleh mencari ikan, disini banyak sekali ikannya." tanya Goreon penuh harap.


"Ini wilayah Naga Timur, jaga tingkah laku kalian, kita bangsa Naga Api yang beradab, jika nanti di izinin untuk mengambil ikan baru boleh kita ambil." jawab Gurkha menatap Goreonnya.


"Kita lanjut terbang rendah masuk ke dalam, hati-hati disini ada banyak binatang buas dan manusia kanibal." pesan Daracon Gamayo mengepakan sayapnya.


"Oke...silahkan duluan." mereka lalu melayang rendah menuju hutan yang di tunjuk. Disini hutannya sangat luas dan banyak macan dan binatang lain. Pohon-pohon nya menjulang sangat tinggi, bagus untuk tempat sembunyi dari kejaran Naga lain, sayang sekali tidak ada pohon buah langka seperti di Bukit Sambala. Disini hanya ada buah umum dan binatang buruan yang sangat banyak.


Akhirnya sampai di tempat tujuan, Gurkha kaget karena Naga disini kebanyakan betina dan mereka masih melata, tidak bisa berubah wujud menjadi manusia.


"Selamat datang di Bunian, kami merasa tersanjung atas kedatangan kalian. Sudah lama kami ingin mengundang kalian." sapa seekor Naga jantan, pimpinan Naga Timur dengan hormat. Mereka berbaris dengan rapi, maklum kebanyakan betina, jantan hanya ada tiga dan betina dua puluh.


"Hehehe...tempatmu sangat indah dan luas, banyak binatang buruan, tapi sayang tidak ada pohon buah langka dan susu dragon." ujar Kakek ketua mulai mengakrabkan diri dan agak songong.

__ADS_1


"Maaf Naga Timur, untuk apa kalian mengundang kami?" tanya Gurkha menyela. Dia sudah tidak tahan melihat para Naga betina pasang badan dan memekik genit. Gak level!!


"Pangeran Naga Api, kami sudah lama mendengar kemasyuran namamu, jadi kami berinisiatif untuk minta tolong mengawinkan semua betina yang ada disini." pintanya penuh harap, mereka memandang Gurkha dengan senyum menggoda.


Waduhhh...bisa tepar diriku segini banyaknya betina. bathin Gurkha.


"Maaf Naga Timur, pangeran kami sudah mempunyai calon istri yang sangat cantik dari manusia ningrat di Pulau Nusa Dewata, jika kalian mau kawin, ada Goreon yang akan membantu evolusi kalian, derajat kalian akan naik karena Goreon adalah Manusia setengah Naga." jelas Dracon Gamayo menunjukan statusnya.


Ada kekecewaan di wajah mereka, tapi Naga betina tetap memancing birahi untuk Gurkha.


"Kami sebenarnya kecewa, tapi tidak apa-apa lah, kedatangan kalian sudah membuat kami sangat senang semoga para Goreon bisa membantu meningkatkan derajat kami. Tapi sebelumnya kami akan menjamu kalian dengan beberapa buruan yang kami tangkap.


Setelah berbasa basi Gurkha melesat ke hutan, menghindari bangsanya yang mengawinkan para betina. Dia ingin tahu apa ada perkampungan di sekitar sini, tapi sepanjang mata memandang dia tidak menemukan rumah. Gurkha terus melayang rendah sambil memekik, semua binatang buas menjadi takut dan bersembunyi. Apalagi yang datang Naga Api. Ngeri!!.


Gurkha berhenti mendadak, dia cepat naik ke pohon jati setelah mencium aroma Amber yang memenuhi indra penciumannya. Tanpa sadar Gurkha mulai mencari jejak aroma itu. Ini aroma wanitanya, Gurkha menghirup udara itu secara menggila. Tiba-tiba dia tidak bisa mendengar apapun kecuali suara jantung yang berdetak kencang. Rasanya sesuatu yang dia rindukan berada tidak jauh darinya.


"Devi...sayank..." desis Gurkha penuh penegasan. Tanpa komando Gurkha memekik liar ia meloncat dari satu pohon ke pohon lain membuat binatang buas berlari terbirit-birit tanpa henti.


Aroma itu semakin dekat, kemudian ia bertengger di sebuah pohon randu dan melihat dari atas pohon ke suatu tempat yang jauh di depan. Seketika matanya menemukan pemukiman manusia yang berada tidak jauh dari tempat ia mengintip. Dengan nafas memburu ia bergerak cepat mencari pemilik aroma itu.


Gurkha berusaha melawan wujud manusianya yang dominan, dan terus berontak ingin mengintimidasi wujud Naganya. Tanpa membuang waktu lebih lama dia menolak dengan keras bertransformasi ke wujud manusia. Akhirnya dia sampai di pemukiman buruh penebang kayu. Gurkha saat ini berada di belakang pemukiman dan bersembunyi di atas pohon beringin yang daunnya lebat. tampak Sebuah pabrik kayu yang besar dan canggih berdiri dengan gagah di tengah hutan, Gurkha melihat buruh pabrik bekerja dengan sibuk.


"Astaga!! Devi sangat mempesona, dia melihat sosok wanitanya yang sedang derada di pemukiman itu bersama pekerjanya, hatinya lega ternyata wanitanya masih hidup.

__ADS_1


Saat Gurkha melihat wanitanya yang sangat mempesona rasanya Gurkha menemukan poros dunia. Jantung Gurkha sampai sakit karena berdetak terlalu cepat, dan untuk pertama kali dia takut akan kematian. Dia tidak ingin mati, dia ingin hidup bersama dengan wanitanya untuk waktu yang lama.


******


__ADS_2