
Daren sampai di depan sekolah Aneu bersama ketiga anaknya. Bi Nur bilang Abian langsung pergi ke kampusnya, dan meninggalkan Aneu yang masih sibuk di sekolah SMA nya.
"Dad sebaiknya kita menunggu di sini, teman-teman kak Aneu pasti kaget jika melihat kita datang untuk menjemputnya," saran Axio saat melihat Daren akan memasuki kawasan sekolah.
"Memangnya kenapa kalau kita menjemputnya?" tanya Daren pada Anak pertamanya yang duduk di depan samping kursi pengemudi itu.
"Kak Aneu masih muda, dia akan dikira gadis beranak tiga dan suami nya adalah om-om!" jawab Axio.
𝐉𝐥𝐞𝐛𝐛...
Axio berbicara tepat sasaran, tepat di dada Daren sekarang dia merasanyeri akibat omongan anaknya itu, Axio memang masih kecil. Tapi dia mempunyai pemikiran yang dewasa berbeda dengan kedua adiknya, Daren pun merasa kesal dengan anaknya yang terlalu pintar dan tidak bersahabat itu.
"Daddy ada cafe ice cream di depan, Bee mau!" seru Brisea gembira saat melihat makanan kesukaannya.
"Cyi juga mau …" kata Cryl antusias ikut berdiri.
"Baiklah kita tunggu Kak Aneu di sana," jawabnya lalu membelokan mobil yang ia kendarai.
Daren menggandeng lengan Cryl sementara kedua kakak nya lebih dulu berjalan memasuki Cafe itu, mereka langsung memesan apa yang mereka inginkan tanoa menunggu Daddy dan Adiknya datang.
Mereka jarang sekali keluar untuk hanya sekedar jajan ice cream di Cafe karena Diana melarang mereka makan di sembarang tempat. Apalagi pergi bersama Daren ini pertama kalinya mereka pergi bersama layaknya Keluarga.
Cryl menjatuhkan bokongnya di atas kursi yang sudah di duduki lebih dulu oleh kedua kakak nya. Namun Cryl menangkap sosok wanita yang tidak asing baginya.
"Kak Bee, Cyi liat kak Aneu sama pacalnya," ucap Cryl membuat Daren langsung menatap tajam ke arah yang di tunjuk Cryl. Bahkan Dompet yang ia pegang saja sampai tidak sadar terjatuh begitu saja.
Axio mengambil dompet Daddy nya yang terjatuh, dia sajar jika Sang Daddy sedang naik darah di lihat dari rahang yang mengeras, dan wajah yang memerah tidak lupa dengan tataoan tajam dari kacamata hitam yang ia kenakan saat ini.
Axio berbisik kepada Brisea dan dia mengangguk, Brisea menggandeng Cryl dan menemui Aneu yang ada di meja paling pojok.
"Mommy !!" Teriak Brisea dan Cryl bersamaan membuat seluruh tamu Cafe itu menatap ke arah Aneu yang nampak kaget melihat kedua Anak itu.
Dqren juga nampak terkejut dengan panggilan kedua anaknya raut wajah yang di penuhi amarah seketika berubah jadi senyuman, Axio pun tersenyum saat melihat reaksi Daddy nya.
__ADS_1
Sebenarnya Axio mendengar percakapan Miss Lyna dan Daddy nya, Axio lalu memakan ice cream yang baru saja datang.
"Ko kalian tau kakak ada di sini?" tanya nya kaget.
"Iya Mommy kita datang bersama Daddy buat jemput," jawab Brisea sambil menunjuk ke arah Daddy nya dan di ikuti Aneu yang melirik ke arahnya.
Aneu langsung menatap Brisea, "Kak Aneu ngobrol bentar lagi yah, nanti kakak ke meja kalian," pinta Aneu lembut.
Brisea dan Cryl menatap judes pada pria yang sedang berbicara bersama Aneu yang bernama Fajar itu, sehingga Fajar pun mengurungkan niatnya untuk menyapa kedua anak kecil itu. Apalagi saat menatap pria yang di panggil Daddy, dia melemoarkan tatapan sinis nya kepada Fajar.
"Aneu sebaiknya aku kembali, aku masih ada urusan. Tidak apa-apa kan?" tanya Fajar pada Aneu yang sudah tidak tahan mendapat tatapan yang membuatnya merasa tidak nyaman.
"Baiklah hati-hati om, bye!" Jawab Brisea dan menarik Aneu pergi.
"Ehh … nanti kita lanjutin lagi kak," ucap Aneu sambil berjalan menoleh ke Fajar. Aneu di tarik oleh Brisea dan Cryl untuk duduk di meja mereka.
Aneu menatap Daren yang menatapnya dengan tatapan sinis. "Kenapa tidak ijin padaku jika kamu mau pergi keluar?" tanya Daren tiba-tiba.
"Aneu," suara berat itu menyadarkan Aneu dari lamunanya.
Aneu menelan susah salivanya lalu menunduk saat mendapat tatapan tajam dari Daren, ia berusaha mengatur detak jantungnya.
"Aku tidak mau kamu pergi keluar jika tidak bersama aku dan anak-anak!" ucap Daren dengan tegas.
"Tuan sedang bekerja dan Anak-anak sedang belajar," jawabnya. Aneu merasa perintah Daren terlalu berlebihan, kenapa pulak dia harus pergi bersama Daren dan si kembar.
"Mommy …" panggil Brisea pelan menbuat mereka langsung menatap Brisea. Dengan cepat Aneu menutup mulut Brisea.
"Kak Aneu, jangan panggil Mommy," ucap Aneu mengingatkan Brisea, Aneu melepaskan lengan yang ada di mulut Bee.
"Kenapa kamu melarang nya Aneu? biarkan saja mereka jika ingin memanggil mu seperti itu!" ujur Daren masih menatap Aneu dengan tajam. Karena dia belum mendapat penjelasan dari Aneu tentang pria yang bersamanya.
"Tapi Tuan, aku takut jika kedua orang tua mu berpikiran buruk tentangku," jawab Aneu merasa gelisah. Aneu menatap Brisea yang terlihat kecewa dengan jawabanya. "Bee boleh panggil itu, tapi jika tidak ada orang lain selain kita," ucap Aneu agar Brisea tersenyum kembali.
__ADS_1
"Iya Mommy …" ucap Cryl yang mendului memanggil Aneu lalu memeluknya.
"Heiiii Aku juga ingin memeluk Mommy!" teriak Brisea. Lalu berhambur memeluk kedua orang itu, Daren cukup senang melihat suasana ini.
"Ay apa kamu tidak mau memeluk ku juga?" tanya Aneu menatap Axio yang sedang.menyaksikan nya.
"Memalukan!" pekik Axio namun dia melangkah dan ikut berpelukan membuat Daren semakin tersenyum lebar. Daren menimang-nimang untuk ikut berpelukan juga namun dia masih kesal dengan pria yang Aneu temui.
"Aneu?" panggil Daren sudah tidak tahan ingin mendengar penjelasan Gadis nya itu.
"Iya …" jawab Aneu lalu mereka kembali duduk.
"Mommy Bee kesel sama Daddy! Dia tidak bisa membaca dongeng untuk Bee!" dengan antusias Brisea mengadu kepada Aneu. Membuat Daren menghirup udara sangat dalam dan menghembuskannya kasar, karena lagi-lagi anak nya mengacaukan pembicaraan pentingnya bersama Aneu.
"Baiklah, katakan apa keinginan kalian bertiga selama ini yang belum pernah Daddy kabulkan?" tanya nya tiba-tiba berusaha bernegosiasi dengan Anak-anaknya.
"Maksud Daddy?" tanya Axio bingung.
"Daddy akan mengabulkan satu permintaan kalian!" ucapnya. Membuat Aneu tersenyum karena itu bisa saja membuat Anak dan Daddy nya bisa jauh lebih akrab.
"Benarkah? Daddy serius?" tanya Brisea penuh harapan.
"Iya, pikirkan baik-baik apa yang kalian mau." jawab Daren. "Tapi beri Daddy dan Mommy mu ini waktu untuk berbicara berdua!" pintanya dengan wajah datar menatap semua anaknya.
"Baik!" seru nya serempak, lalu mereka pergi ke meja lain dan membawa makanan nya masing-masing. Membuat Aneu semakin tegang. Dia sadar jika Daren menatapnya sinis dari tadi. Namun dia tidak tau dimana titik letak kesalahan nya.
Aneu menundukan kepalanya menelan susah gumpalan salivanya, dengan lengan yang meremat pakaianya. Berharap Daren tidak melakukan hal Aneh di depan umum.
.
.
𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...
__ADS_1