
"I Love You," bisik Daren dengan wajah yang tersenyum manis. Daren merebahkan tubuhnya di samping Aneuly dan memeluk tubuh mungil itu sambil menghirup aroma tubuhnya, "baru kemarin, tapi sudah terasa sangat lama sejak terakhir aku memelukmu Honey."
Sebenarnya sejak tadi siang Daren sangat ingin menyentuh Aneuly, namun sekuat mungkin Daren menahan gairah tersebut karena kesal melihat kedekatanya dengan Abian. Dan berniat mengambil haknya pada saat Aneuly tidak sedang bersama Abian, karena adiknya sangat terlihat mulai menunjukan keposesivannya.
Akhirnya setelah beberapa hari ia lewati dengan menahan rasa ingin memeluk, mencium juga menahan hasratnya untuk bercinta, akhirnya malam ini dia akan kembali mencumbu tubuh gadis yang sudah menjadi candu baginya.
Dibukanya satu per satu kancing piyama yang Aneuly kenakan, dengan senyum yang tidak bisa di sembunyikan lagi. Karena rencana yang sebelumnya gagal akan mengunboxing Aneuly sambil mengajaknya berlibur, mau tidak mau dia melakukanya hanya di dalam kamar rumahnya.
Saat ini Aneuly sedang menatap Daren yang membuka satu per satu kancing baju miliknya, Aneuly terkejut namun dirinya sengaja tidak bergerak karena masih menatap pria tampan di hadapanya itu.
"A--apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Aneuly terbata dirinya gerogi, karena melihat pria yang beberapa hari ini selalu dingin dan marah kepadanya. "Kenapa kamu ada di kamarku?"
__ADS_1
Daren hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu, ia dengan segera membuka baju tidurnya dan celana hingga menyisakan celana boxernya.
"Tu--- tuan! apa yang mau kamu lak---"
Suara Aneuly menggantung begitu saja saat sesuatu yang kenyal dan tebal meluumat bibirnya dengan rakus, dalam keadaan sadar lengan Daren naik ke atas meraba dada padat Aneuly dan mengusapnya pelan.
"Tidak, apa yang kamu lakukan!" Aneuly mendorong tubuh Daren sekuat tenaga, dia tidak ingin melakukan hal yang lebih gila lagi dari sebelumnya. Apalagi hubungan keduanya saat ini sedang menggantung tidak jelas, di tambah siapa wanita bernama Angelina itu.
Jantuh Daren naik turun merasakan hasratnya yang sudah memuncak, dia tidak ingin hasratnya hilang begitu saja bibir daren kembali melumatatnya dengan sangat kasar. Rasanya ingin meledak karena hasratnya yang tidak pernah tersalurkan.
"Aahh...." lenguh Aneuly.
__ADS_1
Daren tersenyum karena kekasihnya kini ikut membalas ciumanya, lengan Daren tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dia meresam kedua gundukan kenyal itu hingga membuat Aneuly kembali menggeliatkan tubuhnya.
Aneuly yang saat ini ingin bertanya kenapa dia melakukan ini keoadanya, malah semakin susah melepaskan ciuman itu karena Daren menekan tengkuk lehernya hingga membuat ciuman mereka semakin dalam.
Ciuman itu semakin panas saat tubuh mereka saling bersentuhan, Aneuly kehabisan napas dia langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya saat Daren melepas sebentar ciumannya.
Sedangkan Daren tengah sibuk dengan melucuti satu persatu pakaian yang tersisa di tubuh keduanya, Daren tersenyum saat melihat tubuh Aneuly yang ada di bawah kungkunganya tanpa mengenakan sehelai benangpun.
Daren menatap Aneuly dengan kabut gairah di matanya ia kembali ******* bibir Strawberry milik Aneuly, dan mengusap tubuh polos kekasihnya dengan gerakan lembut. Lenganya kini sudah mengarah kebagian bawah milik kekasihnya yang sebentar lagi akan seutuhnya menjadi miliknya seorang.
.
__ADS_1
.
𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...