Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 18


__ADS_3

"Mommy?" Diana bingung karena kedua cucunya memanggil Aneu Mommy yang harus nya panggilan itu di tujukan pada calon anak-anak. Tapi malah pengasuhnya yang di panggil seperti itu.


"Memang nya ada yang salah dengan panggilan itu, Nek? kami kan memang tidak punya Mommy!" dengan cepat Axio menjawab, Daren pun tersenyum karena Axio sangat bisa di andalkan.


"Maaf Tante," ucap Aneu merasa tidak enak.


"Tidak masalah, tapi Abian ..."


"Mam, Namanya juga anak-anak. Mereka tau jika Aneu sayang dengan tulus pada mereka." Ronald memotong ucapan Diana yang nampak hawatir pada Abian yang takut dia salah paham.


*


Pagi-pagi Aneu tengah sibuk memandikan sikembar, saat akan kembali masuk ke dalam kamar si kembar. Anue melihat sosok wanita berkacamata masuk kedalam ruang kerja Daren. Aneu menyipitkan matanya untuk memastikan apa yang dia lihat, namun dia lebih memilih kembali mengurus anak-anak walau dengan dada yang bergemuruh.


"Nih! Semua berkas yang kamu minta!" ketus Yolan kesal karena mengganggu hari liburnya. Yoland menyimpan setumpuk berkas di atas meja kerja Daren. "Memangnya kamu mau libur sampe ingin membereskan pekerjaan 3 hari kedepan?"


"Ya betul! aku juga mau meminta bantuan mu untuk menjaga anak-anak" ucap Daren tanpa menatap wanita yang mungkin sudah kesal dengan ucapannya itu.


"Bukanya ada Baby sister kesayanganmu itu yah? kenapa menyuruhku!" keluhnya kesal. Karena Yoland pernah menjaga anak Daren saat dia dinas di luar kota dan membuat Yolanda hampir gila karena rengekan ketiga anaknya.


"Yoland, aku benar-benar minta tolong, Aku ingin pergi bersama Aneu tanpa Anak-anak!" jawabnya jujur. Daren menutup berkas yang ia pegang dan menatap Yoland dengan serius. "1 buah tas Hermas?"


"Deal!! Aku setuju." jawab Yoland tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu. Daren pun tersenyum karena Yoland tidak mungkin menolak tas yang kesukaan nya itu.


"Kalau begitu cepat kerjakan ini!" ujur Daren langsung kembali pokus pada pekerjaannya.


"Yah ... ku kira hanya menjaga anak-anak," pikir Yoland sambil menghela napas melihat banyaknya berkas yang harus dia kerjakan, dia pun mulai membuka satu berkas lalu duduk di sofa tidak jauh dari meja kerja Daren.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau pergi kemana tanpa anak-anak," tanya Yoland penasaran.


"Kemanapun, karena aku tidak bisa bermanjaan dengannya jika disini ada anak-anak!" jawab Daren dengan mudahnya dan masih pokus dengan pekerjaanya.


"What!!! kau benar-benar pria kesepian Daren!" pekik Yoland. Tapi dia sambil tersenyum karena Daren biasanya tidak memperdulikan dirinya yang tidak bahagia tanpa seorang wanita. Itu membuat Yoland sedikit senang.


"Jika aku tau menyukai seseorang akan semenderita ini, aku tidak akan mau jatuh cinta!" ketus Daren membuat Yoland menatap ke arahnya.


"Lalu kenapa kamu mau menderita?" karena Daren masih mempertahankan Aneu, walau belum jelas jawabanya.


"Itu karena aku mencintainya! jadi aku rela menderita karenaya," Jawab Daren sedikit menyunggingkan senyuman.


Yoland menganga, inikah seorang daren saat sedang jatuh cinta pikirnya, "ngomong-ngonong yang di maksud menderita! memang kamu sangat menderita karena belum dapat jawaban dari Aneu?" tanyanya.


"Bukan, kalau soal itu aku tau jika dia juga mencintaiku," jawab Darwn dengan percaya diri. "Hanya saja, Hasratku tidak tersalurkan dengan benar karena anak-anak terus mengganggu," jawabnya membuat Yoland murka dan melempar bantal sofa ke arah Daren.


"Kurang ajar! kau menyuruhku menjaga anak-anak agar kau bisa bermanja-manjaan dengan wanita!! kau bahkan dengan terus terang bilang ingin menyalurkan itu!" pekik Yolanda tidak habis pikir ternyata Daren mempunyai sisi gelap yang seperti itu, "aku tidak habis oikir Daren!"


"Ayolah Yoland!! jangan begitu! aku tau kamu juga sering begitu dulu ketika berpacaran dengan suamimu!" ucap Daren mengingatkan masa kelam Yoland.


"Aku ingin melihat seperti apa gadis itu!" pekiknya lalu keluar dari ruang kerja Daren dan di ikuti oleh Daren.


Saat Yolanda akan keluar, dia tidak sengaja berpapasan dengan Aneu yang juga baru menuruni anak tangga.


"Apa kamu yang namanya Aneu?" tanya Yoland tiba-tiba membuat Aneu yang sedang melamun jadi terkejut.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Aneu.

__ADS_1


"Oh jadi kamu yang membuatku pusing belakangan ini!" ketus Yoland kesal karena Daren yang tidak pokus bekerja beberapa hari ini karena Aneu dia jadi kena imbasnya.


"Yoland kamu jangan menemu--" Daren menghentikan kata-katanya saat keluar Dari balik pintu dan melihat Yoland yang sedang bicara dengan Aneu.


"Aku minta kamu jangan mau di ajak pergi oleh daren! Dia akan men-- empp!!" Daren dengan cepat menutup mulut Yoland agar tidak berkata yang tidak-tidak pada Aneu.


"Aku akan menjelaskan nya nanti, aku harus urus anak ini dulu," ucap Daren langsung menyeretnya lahi masuk kedalam ruang kerja Daren dan menguncinya.


Aneu masih tidak mengerti apa yang sedang.mereka lakukan, dan dia juga tidak tau siapa perempuan barusan. Aneu berjalan ke dapur menemui bibi Nur yang sedang memasak di sana.


"Bibi sedang apa?" tanya Aneu.


"Bibi sedang nyiapin cemilan buat mba Yoland," ucap Bi Nur yang sedang memotong kue.


"Emang nya siapa Yoland bi?" tanya Aneu penasaran. Karena yang di maksud Bi Nur sudah pasti oerempuan berkaca mata yang barusan Aneu temui di depan tangga.


"Dia teman sekolah Tuan Daren, Non. Tenang saja dia sudah menikah ko," ucap Bi Nur menenagkan Aneu agar tidak merasa cemburu.


"Maksud Bibi apa, kenapa Aneu harus tenang?" tanya Aneu yang belum tau jika Bi Nur tau hubungannya dengan Daren.


"Gapapa Non, Bibi hanya salah bicara," ucap Bibi Nur dengan bubur-buru. Dia tidak mau jika Aneu tau kalau dirinya sudah mengetahui hubungan keduanya. Karena dia akan merasa canggung.


Bibi Nur meninggalkan Aneu yang berdiri menatap kepergianya sambil membawa nampan berisi cemilan untuk dia berikan kepada Yolanda.


"Ada apa dengan semua orang?" pikir Aneu, "mereka nampak aneh."


.

__ADS_1


.


__ADS_2