
Aneu menuruni anak tangga dengan tiga anak asuhnya, dan menemui Daren, Diana dan Ronald yang sedang menunggunya di ruang utama.
"Anak-anak nanti di sana kalian harus bersikap sopan dan jangan nakal yah," pinta Diana saat ketiga cucunya menghapirinya. "Dan jangan menyusahkan kak Aneu di sana yah,"
"Tenang saja Mami, ada Aneu mereka lebih nurut kepadanya," jawab Daren yang sudah tau betul dengan kelakuan anak-anaknya.
"Iya mami percaya itu, tapi mami takut anak-anak mu akan membuat Natasya tidak nyaman," Diana memikirkan anak teman nya. Karena dia merasa punya oirasat yang tidak enak.
"Mami jangan berharap banyak, setelah ini Daren tidak mau lagi bertemu siapapun yang mami jodohkan dengan Daren! Daren sudah punya wanita yang Daren sukai!" Daren berusaha meyakinkan maminya itu.
"Iya mami tau, tapi kamu jangan sampai tidak datang!" pinta Diana. Darena Diana sudah berjanji kepada temannya untuk mebuat anaknya bertemu dengan anak sahabatnya itu. "Apa pun keputusan mu, yang oenting kamu datang, Aneu tante minta tolong oadamu jangan sampai Daren tiba-tiba membatalkan pertemuan ini di tengah jalan ya," pinta nya pada Aneu.
Diana sangat tau betul, karena Daren sering sekali membatalkan acara perjodohan seperti ini, atau bahkan datang namun tidak sampai 2 menit dia sudah kembali dan membuat para wanita itu marah kepadanya.
"Iya kami berangkat," jawab Daren sebelum Aneu menjawab dia sudah lebih dulu menarik Aneu dan ketiga Anaknya masuk kedalam mobil.
"Kenapa aku melihat mereka seolah satu keluarga," pikir Ronald pada Diana yang melihat Daren menggandeng Aneu yang sedang menggandeng Cyi, dan Daren yang menggendong Brisea dan Axio yang memimpin perjalanan.
"Rasa nya ada yang aneh," jawab Diana. Namun dirinya lebih menghawatirkan jika pertemuan ini berantakan atau bahkan sampai gagal.
*
Cryl, Brisea dan Axio duduk di kursi belakang, sementara Aneu dan Daren di kursi dengan, Daren mulai melajukan mobil dengan keceoatan sedang.
__ADS_1
Daren dapat menangkap raut wajah Aneu yang namoak haeatir dengan acara ini, "selesai ini kita kalian ikut Daddy ke kantor," ucap Daren mengajak anggota keluarganya untuk mengikuti dirinya bekerja.
"Benarkah?" tanya Axio yang sangat antusiah, karena dirinya sangat menyukai tempat dimana Daddy nya bekerja.
"Apa kami boleh berkeliling Dad?" tanya Brisea ragu-ragu karena biasanya Daren melarang Anak-anak untuk datang ke perusahaan tempat ia bekerja.
Ketiga anaknya pernah ia larang karena membuat keributan di perusahaan miliknya, mereka pernah mencoret tembok hampir di seluruh ruangan tempat para kariawanan bekerja.
Dan mengamuk meminta ini dan itu pada kariawan-kariawan nya saat dirinya sedang rapat, para kariawan dan baby sister saat itu samoai kewalahan meladeni anak-anaknya. Hingga membuat Daren melarang anak-anaknya untuk pergi keperusahaanya.
"Apapun yang kalian inginkan, asal kalian harus bersikap normal, mengerti!" tanya Daren sedikit meninggikan suaranya.
"Mengerti Dad!" teriak ketiga Anaknya.
"Ngomong-ngomong kenapa Daddy sering mengabulkan permintaan kami akhir-akhir ini," ucap Brisea yang merasa bingung dengan perubahan Daddy nya. "Dan lebih banyak memperhatikan kami sekarang," pikirnya lagi.
"Memangnya Dad ga boleh lebih dekat dengan kalian?" Daren malah menjawab Brisea dengan pertanyaan lagi.
"Tentu saja boleh, hanya saja Dad berubah semenjak Mommy ada," Jawab Brisea sambil berdiri dan memeluk leher Aneu dari belakang lalu mencium pipinya dari samping.
Sbi menyetir Daren menatap interaksi Aneu dan Brisea ikut tersenyum, sungguh bayangan nya menjadikan Aneu istrinya adalah pilihan terbaik. Anak-anak sangat dekat dengan nya bahkan sangat menurut.
Daren baru merasakana jika dirinya benar-benar mempunyai keluarga kecil, dan dia juga tidak bisa pokus bekerja karena ingin cepat pulang bertemu dengan anak dan juga wanita yang ia cintai itu.
__ADS_1
Sampailah mereka di Cafe tempat biasa Diana menyuruh Daren bertemu wanita yang ia pilihkan untuk menjadi pasangan kencan nya.
Daren dan Aneu membawa masuk anak-anak ke dalam Cafe dan di sana sudah ada seseorang yang sedang menunggunya.
Seorang wanita berkulit pucat dengan rambut hitam sebahu, tubuh yang langsing dan penampilan yang elegant menambahkan nilai plus dari wanita itu. Apalagi dia sangat cantik sampai Aneu menelan susah saliva nya.
Aneu sangat penasaran dengan isi hati pria di samping nya saat melihat wanita yang lebih matang dan cantik dari pada dirinya.
Wanita itu berdiri dan mengulurkan tangan dengan senyum manis di bibirnya yang terlihat sangat puas menatap Daren yang memang sangat tampan.
Aneu merasa keduanya sangat cocok, dengan barang mewah yang membalut tubuh Daren dan Natasya, membuat Aneu semakin merasa jauh dari jangkawan Daren.
"Halo Daren, aku Natasya anak dari sahabat Tante Diana," ucap Natasya dengan senyum di wajahnya.
Aneu lalu menatap Daren yang sudah ada di depan Natasya, "sialahkan duduk," ucap Daren setelah menjabat tanganya.
Saat Aneu hendak mencari meja lain, Daren dengan cepat menyuruhnya ikut duduk bersama dengan mereka. "Aneu kamu juga duduk di sini bersama Anak-anak," perintah Daren.
.
.
𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...
__ADS_1