
Disinilah Natasya terlihat sangat bingung dia sedang kencan buta, namun terasa seperti sedang bertemu dengan keluarga bahagia, sepasang suami istri dan ketiga anak kembarnya, Natasya menelan salivanya susah.
Apalagi gadis yang sedang menggendong salah satu anak dari ketiganya, terlihat jauh lebih muda dari pada dirinya wajahnya pun sangat cantik walau tanpa polesan tebal seperti dirinya.
"Tante Di--" Natasya hendak berbicara untuk memecahkan keheningan namun pria yang dari tadi menatapnya sengit itu menyela ucapanya.
"Jadi apa kamu bisa mengurus anak?" tanya Daren langsung tanpa babibu, dengan wajah datarnya.
Natasya melirik kepada tiga anak di sebelah Daren, Natasya merasa jika dirinya sedang wawancara untuk bekerja menjaga anak-anaknya, bukan untuk menjadi calon istrinya.
"Aku memang tidak pernah mengurus anak kecil, tap--"
"Ya sudah kalo begitu kita pulang!" perintah Daren hendak berdiri namun lenganya di tarik oleh Aneu untuk kembali duduk.
Daren pun merapikan jas yang di kenakanya dan kembali duduk, belum sempat Natasya syok dengan Daren yang meminta pulang, dia lebih di buat Syok saat Daren menuruti ucapan Baby sister anak-anaknya.
Natasya jadi mempertanyakan apakan gadis yang tante Diana bilang Baby sisternya itu benar-benar Baby sister? pikiran nya mulai menjelajah kemana-mana. Belum lagi tatapan tidak suka dari ketiga anak kembar itu.
"Daren bisakah kita hanya berbicara berdua saja?" tanya nya karena sudah merasa risih dengan tatapan dari ketiga anaknya.
"Tidak bisa, karena aku sedang mencari calon ibu untuk anak-anakku!" Daren tidak suka dengan Natasya yang mau mengusir ketiga anaknya itu. "Lagian mereka yang akan menentukan kamu dapat jadi ibu untuk nya atau tidak," tambahnya lagi.
__ADS_1
"What?!" Natasya tidak habis pikir kenapa anak-anak yang tidak mengerti apa-apa yang harus memilih.
"Nona Natasya, IQ anda berapa?" tanya Axio tiba-tiba. Dia ingin tau calon yang di pilih Nenek nya untuk di jadikan ibu itu lebih tinggi atau lebih rendah dari IQ yang dia miliki.
"IQ?" tanya nya tidak percaya seorang anak kecil bertanya hal yang jarang orang lain tanyakan bahkan orang dewasa sekalipun. "Mana aku tau, aku belum pernah mengetesnya," jawabnya jujur.
"Apa Tante bisa membacakan dongeng untuk kami seperti Kak Aneu?" tanya Brisea.
Sementara Daren hanya berdiam diri memberikan kesempatan kepada ketiga anaknya itu untuk bertanya.
Belum sempat Natasya menjawab dia sudah di beri pertanyaan lagi oleh Cryl, "Cyi tidak suka jika kamu menjadi Mommy, Cyi ingin Mommy Aneu saja," ucap Cyi langsung memeluk Aneu, "Dia memakai bedak sangat tebal dan bibirnya sangat mereh, Cyi takut." Ucap Cryl yang tadi hanya diam menatap Natasya.
Aneu yang tadi hanya menyimak dia langsung terkejut dengan ucapan Cryl, jangan lupa dengan Natasya yang langsung syok lalu menatap wajah nya di cermin yang tadi ada di dalam tas nya untuk melihat keadaan wajahnya.
Ketiga anak itu berjejer dan berdiri di depan Aneu "Kami salah, kami harus meminta maaf," ucapnya serempak menatap Aneu sambil menunduk.
"Kalau negitu lakukanlah," ucap Aneu kesal karena dia sama sekali tidak pernah mengajarkan mereka untuk bersikap tidak sopan seperti barusan.
Natasya menatap ketiga anak itu dengan tatapan tajam dan kesal.
"Tante kami minta maaf,"ucap si kembar serempak, semetara Natasya terlihat sangat malas untuk memaafkan.
__ADS_1
Namun saat melihat Daren yang menatapnya dengan tatapan sengit dan mematikan membuat Natasya menelan salivanya susah, "Sial!! belum resmi pacaran saja sudah seperti ini, bagaiamana jika beneran jadi ibu mereka," ucapnya dalam batin.
"Ya anak-anak, tidak masalah ko," jawabnya sambil tersenyum. "Oh ya ampun ada telpon," ucap Natasya mengambil ponsel yang ada di dalam tas yang sama sekali tidak berbunyi itu.
Natasya berbicara seolah memang ada yang menelpon nya, dia lalu memasukan kembali ponselnya dan dengan cepan meminta ijin pulang karena ada meeting dadakan.
"Mommy maaf," ucap Cyi yang benar-benar merasa takut jika Aneu kecewa kepada dirinya. Karena Cyi sudah mulai menyayangi Aneu seperti ibu kandung nya sendiri.
"Iya sayang, Jangan ulangi lagi yah," ucap Aneu mencolek hidung Cyi.
Sementara Daren tersenyum sambil menopang Kepalanya dengan tangan yang menyender ke sofa, sambil memiringkan tubuhnya untuk menatap ke samping.
Daren memainkan rambut Aneu yang sedang sibuk berbicara dengan ketiga anak itu, Daren lalu menyandarkan kepalanya di pundak Aneu dengan tangan kanan yang melingkar di pinggang Aneu.
"Kamu kenapa? disini ada anak-anak," ucap Aneu menatap sedikit ke arah Daren.
"Aku juga ingin di manja," rengeknya dengan suara manja Daren yang di buat-buat, namun nampak terlibat imut di mata Aneu.
.
.
__ADS_1
𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...