Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 43


__ADS_3

Angelina mencurigai Daren yang sejak tadi takut jika Aneuly pergi bersama Abian, dia tau pria itu cemburu kepada adiknya. Daren tidak menjawab pertanyaan Angelina jika dirinya menyukai wanita yang sama dengan adiknya.


"Dad, lebih baik kita pulang. Mommy pasti sudah pulang," saran Axio yang batu saja bangun dari tidur nya sambil mengucek-ucek matanya.


Daren menatap anak-anaknya, dia merasa tidak enak karena dirinya anak-anak harus ikut mencati Aneuly. "Baiklah kita akan pulang boy," ucap Daren sambil mengusap kepala Axio.


Sesampainya di rumah ternyata Aneuly masih belum pulang, Bi Nur dan Angelina membawa ketiga anak nya masuk dan menidurkan mereka di kamar. Sementara Daren masih berdiri sambil bersandar di mobil dengan kedua tangan yang bersidakep di dadanya.


Daren benar-benar emosi bagaimana bisa Aneuly pergi hingga larut malam tanpa kabar sedikitpun, pria itu masih berharap jika Aneuly tidak pergi dengan Abian.


Akhirnya mobil Abian memasuki pekarangan rumah Daren, Aneuly keluar dari mobil itu. Daren pun berjalan berniat menemui Abian karena pria itu tidak kunjung keluar dari mobil.


"Kak, maaf aku pulang telat. Ponselku juga low," ucap Aneuly namun Daren sama sekali tidak mendengarnya dan malah melewati Aneuly unyuk menemui Abian.


"Kak, mau ngapain ayo masuk." ajak Aneuly sambil menahan lengan Daren.

__ADS_1


"Tunggu, aku harus berbicara kepadanya!" sentak Daren tanpa sadar pada Aneuly.


Aneuly yang sadar perusahan sikap Daren sudah sangat jelas jika pria ini sedang marah, dia pun kembali berusaha membujuk Daren. Karena dia tau percis kenapa prianya terlihat sangat marah pada Abian.


"Sayang, tubuhku sakit." ujar Aneuly pada Daren dengan wajah yang memelas dan terlihat lesu.


"Ada apa? apa kamu terluka?" tanya Daren dan langsung kembali menatap wanitanya, Aneuly tersenyum dan mengangguk.


"Tentusaja aku terluka, karena semalam bagian bawahku seperti dirobek-robek." jawab Aneuly dengan wajah sedihnya.


"Ayo bias aku obati," ajak Daren lalu menggendong Aneuly masuk kedalam rumahnya, sampai dia melupakan tujuan utamanya untuk menghajar dan memberi peringatan kepada adiknya itu.


Di dalam mobil Abian menatap kepergian mereka dengan kesal, lenganya mengepal dan dada yang sangat terasa sakit. Demi apapun dia merasa dirinya sudah kalah, Abian mengingat kejadian tadi saat dirinya menyatakan cinta pada Aneuly.


Wanita itu menolak dengan halus, dengan alasan jika sejak awal mereka hanya bersahabat. Abian sudah tau betul jika Aneuly akan menolaknya dengan alasan itu, tapi dia tetap ingin mencobanya. Abian belum merasa puas dengan jawaban dari Aneuly, dia berencana membuat Aneuly benar-benar menjadi miliknya.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar Daren menurunkan Aneuly di atas ranjang, "kenapa aku di bawa kekamar mu kak? Aku harus kembali." Aneuly bergegas kembali bangkit untuk pergi.


"Kenapa tadi kamu memaggil ku sayang, sekarang jadi panggil aku Kak lagi?" tanya Daren dengan mengerucutkan bibirnya. Daren sangat bahagia saat Aneuly memanggilnya sayang sampai dirinya melupakan rasa kesalnya pada Abian.


Aneuly hanya tersenyum dan bergegas pergi, "kamu tidur di kamarku mulai hari ini!" perintah Daren membuat Aneuly terkejut dengan ucapanya.


"Buka celanamu, aku akan melihat lukamu." ucap Daren sambil membuka sleting celana Aneuly.


"Tunggu, tidak perlu. Aku baik-baik saja kak," cegah Aneuly karena dia tidak mau jika Daren memeriksa bagian sensitive miliknya.


"Tidak apa-apa sayang, jangan takut. Aku akan mengobati lukamu, jadi bukalah celanamu untuku." pinta Daren sambil menatap Aneuly dengan intens.


.


.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2