Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 48


__ADS_3

"Pergilah dari rumahku Angelina! aku tidak suka melihatmu ada di sini!" ketus Daren kesal karena merusak suasana dan pemandangan. Daren terus mengerjakan aktifitas memasaknya, tanpa memperdulikan Angelina yang sedang brrdiri di sampingnya.


"Ayolah, hari ini aku memang akan pulang. Aku tau pasti kamu yang membuat aku harus kembali lagi ke kutub kan?" tebak Angelina benar karena memang Daren yang menyuruh Yolanda melakukanya. "Aku hanya akan bertanya sekali lagi padamu!"


"Apa?" tanya Daren membalikan tubuhnya menatap Angelina.


"Apa kamu tidak mencintaiku sedikitpun walau aku sudah berubah?" tanyanya lagi untuk kerakhir kali, karena mungkin kali ini Angelina benar-benar akan pergi setelah mengetahui betapa besar cintanya keoada Aneuly.


"Tentu saja bodoh!" ucapnya sambil mencipratkan air bekas cuci tanganya di wajah Angelina yang sudah di balut make up tebal.


"Ae Daren! kamu merusak make up ku!" ketusnya kesal.


"Dengarkan aku baik-baik!" bahkan jika kamu seorang wanita aslipun aku tidak akan menyukaimu! apalagi kamu adalah jelmaan lelaki yang merubuh jenis klmn mu menjadi perempuan sudah di pastikan aku tidak akan menyukaimu. Di hatiku hanya ada satu nama, yaitu Aneuly!" ucapnya panjang lebar dengan nada tegas. "Dan satu lagi! aku tau kamu banyak kekasih di luar sana! jadi jangan seolah-oleh kamu berubah karena aku, memang dasar nya kamu suka sama pria kan?"

__ADS_1


Pertanyaan Daren membuat Angelina terkekeh karena merasa terpergok, "Heheh jadi kamu tau? yaudah deh aku memang tidak bisa dengan satu pria. Jadi aku juga akan menyerah denganmu! Semoga kamu bisa mendapatkan Aneuly dari adik mu itu," sindirnya sambil pergi melambaikan tanganya.


Daren melihat bi Nur yang sejak tadi mendengar percakapan keduanya dengan wajah Syok, ya bagaimana mungkin wajah secantik Angelina yang model terkenal itu adalah seorang pria.


"Jangan terlalu di pikirkan bi, tolong siapkan di meja masakanku ini. Aku akan membangunkan mereka," ucapnya lalu pergi menuju kamarnya.


Di dalam kamar Daren ikut berbaring di sampng Aneuly sambil meniup-niup pelan wajah cantik itu.


"Apa aku terlambat bangun?" tanya Aneuly saat melihat Daren yang lebih dulu bangun.


Lengan Daren turun keleher Aneuly dan beralih di dua buah dada wanitanya, Aneuly tersenyum geli karena Daren membelainya dengan gerakan lembut.


"Aku ingin melihat kecupan merah yang aku berikan padamu semalam di dalam sini," ujar Daren sambil mentoel-toel sebelah dada Aneuly.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya nya dengan wajah memerah, karena mengingat permainan tipis-tipis Daren semalam karena tidak jadi bercinta karena ketiga anaknya terjaga sepanjang malam.


"Memastikan apakah warnanya memudar atau masih ada, jika memudar aku harus mewarnainya lagi Honey." rayunya dengan tangan yang sudah menyelinap masuk kedalam pakaian yang Aneuly kenakan.


"Dorrr!!!!" teriak Brisea yang datang dari punggung pinggang Aneuly yang membelakangi ketiga Anak itu. Karena terkejut Daren secara spontan melepaskan lengan yang sudah meremas dada Aneuly begitu saja.


"Good morning Mommy Daddy!" sapa Brisea lalu di susul dengan kedua saudaranya yang juga berhambur memeluk Aneuly dan Daren sambil mengucapkan selamat pagi.


Daren kesal? tentu saja! tapi pandangan dan situasi di pagi hari ini membuatnya sangat bahagia, dia menyukai pagi hari yang hangat dengan suara tawa dan berisik dari ketiga anaknya dan tentu saja di dampingi Aneuly.


Dia sangat ingin cepat menuntaskan persainganya dengan Abian dan langsung menikahi Aneuly.


.

__ADS_1


.


to be continued...


__ADS_2