
Aneuly maupun Daren tidak ada yang menjawab pertanyaan Brisea yang menanyakan kapan mereka akan bersatu, setelah berganti pakaian mereka langsung ke meja makan untuk sarapan.
Di meja makan Angelina terus mengoceh pada Daren karena pria itu tidak membuka pintu kamarnya, hingga membuat Angelina harus tidur di kamar tamu. "Daren! aku kesel sama kamu, kenapa kamu tega membiarkanku tidur di ruang tamu!" ketus Angelina sambil marah , karena dia berharap akan tidur bersama Daren.
"Kamu gila! mana mau aku tidur bersama orang sepertimu!" ketus Daren tidak mau kalah.
Aneuly memperhatikan keduanya sambil melamun, 'wanita cantik seperti ini tidak mungkin jika dia seorang pria,' pikir Aneuly mengingat bisikan Daren semalam yang membuatnya tidak bisa menolak saat di ajak Daren bercinta.
"Mom," tanya Cyi. Namun Aneuly masih sibuk dengan pemikirannya sendiri hingga membuat Cyi kembali bertanya, "Mommy!" teriak Cyi.
"Ah, iya sayang ada apa?" Aneuly tersadar lalu menatao Cyi yang sedang menatapnya, sementara Daren dan Angelina yang ada di depanya langsung terpokus pada gadis itu.
"Kenapa Cyi memanggil kak Aneuly Mommy? lebih baik kalian manggil Tante Angelina Mommy saja," pintanya dengan percaya Diri.
Jika ketiga anak itu menatap Angelina dengan tatapan sini, Daren malah tersenyum menatap Angelina. "Tolong sadar diri Angelina! kamu tidak sebanding dengan kekasihku," jawab Daren membuat Angelina melongo.
"Maksudmu? kalian pacaran?" tanya nya tidak percaya.
__ADS_1
Aneuly pura-pura tidak mendengar dia lebih fokus mengurus Cyi yang minta di ambilkan air, sementara Daren enggan menjawab dia melanjutkan sarapannya.
"Daren! jawab aku!" sentaknya mulai kesal.
"Tante, jika kamu ingin berbicara lebih baik selesaikan dulu sarapanmu. Karena Daddy tidak suka berbicara saat duduk di meja makan," jawabnya dengan nada datar andalanya. "Satu lagi, tentang hubungan Dad and Mom itu bukan urusan Tante."
"Ah, iyah," jawab Angelina menciut. Angelina tidak menyangka jika Axio lebih parah dari pada sikap Daren.
Lalu Axio menyadari jika Aneuly tidak suka dengan sikapnya yang seperti itu, bisa dilihat dari raut wajah Aneuly sekarang pada Axio. "Maaf Mom, Ay tidak akan berbicara seperti itu lagi," janjinya pada Aneuly.
Angelina merasa sangat di asingkan, dirinya sangat kesal karena sejak dulu dia berusaha mendekati ketiga anak Daren dan sampai sekarang tidak ada satupun yang menyukai dirinya.
"Sore ini, aku ijin keluar boleh?" tanya Aneuly tiba-tiba bertanya pada Daren.
"Mau kemana?" tanyanya dengan wajah tidak suka, karena dirinya takut jika Aneuly akan pergi bersama Abian lagi.
"Aku mau ketemu Deby dan kepanti asuhan sebentar."
__ADS_1
"Sendiri?" tanya Daren untuk memastikan. Dan di jawab anggukan oleh Aneuly. "Lalu bagaimana dengan anak-anak?" tanyanya lagi karena dia tidak rela jika Aneuly pergi meninggalkan kediamanya tanpa bersama dirinya.
"Biar aku saja yang menjaga anak-anak," Angelina mengajukan dirinya untuk merawat ketiga anak Daren.
"Baiklah," jawab Daren. Sengaja dia membolehkan Angelina merawat anak-anaknya, agar dia tau betapa repotnya menyukai pria yang sudah mempunyai tiga orang anak.
"Terimakasih," jawab Aneuly menatap Daren dan Angelina bergantian.
"Pulang aku jemput, kabari aku saat pulang nanti." ujar Daren masih merasa tidak rela membiarkan Aneuly begitu saja. Jika dirinya tidak berangkan ke kantor mungkin dia sekarang akan mengikuti Aneuly kemanapun, sayangnya Yolanda sudah mengamuk karena dirinya sudah libur beberapa hari.
'Ya setidaknya setiap malamnya dia akan terus bersamaku,' batin Daren sambil tersenyum lagi membayangkan akan sepanas apa percintaan selanjutnya.
.
.
to be continued...
__ADS_1