Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 51


__ADS_3

Abian mengolesi bibir Daren dengan salep dengan sedikit agak kasar, Daren menerima dan hanya tersenyum masem. "Maaf," ujar Daren membuat Abian berhenti sejenak. "kakak tidak tau jika kamu lebih dulu menyukainya, kakak baru pertama kali jatuh cinta dan semua sudah terjadi Kakak juga tidak bisa melepaskan Aneuly untukmu." Ujar Daren dengan serius.


Abian hanya diam tidak menjawab, karena sejujurnya dirinya Aneuly juga adalah cinta pertamanya. Abian mengobati Daren sambil diam dengan pemikiranya sendiri, Daren menghela nafasnya merasa bersalah.


"Katakan apa yang kamu mau kecuali Aneuly, aku akan memberikanya untukmu." tanya Daren sejak awal dia memang berniat berkata seperti utu saat mengajaknya bertemu.


Abian tersenyum pahit mendengar Daren akar menukar cinta nya dengan apapun, "aku ingin perusahaan mu menjadi milikku." ujar Abian dia ingin meoihat seberapa besar Daren mencintai Aneuly, apakah kakak nya itu akan merelakan perusahaan yang sejak dulu dibangun nya dari nol itu? bahkan demi membesarkan nama perusahaanya Daren sempat menerantarkan ketiga anak dan istrinya dulu.


"Baik, aku akan memberikan perusahaan itu untukmu sampai saat kamu lulus sekolah." ujar Daren tanpa berpikir panjang, Daren merasa permintaan Abian tidak membuat dirinya merasa membebani. Dia juga berpikir lebih baik menjadi pengangguran dan hanya mengurus anak istrinya itu tidak masalah baginya.


Abian tertegun mendengar ucapan Daren yang tanpa berpikir sama sekali, "itu perusahaanmu yang kamu bangun dari Nol kak! apa kamu gila!" sentak Abian berusaha mengingatkan perjuangan pria itu selama membangun perusahaanya.

__ADS_1


"Tidak jadi masalah, dan aku juga tidak akan mengambil alih perusahaan Papi. Kamu yang urus semuanya, aku hanya akan menjadi Daddy rumah tangga saja." ujarnya sambil menyenderkan punggungnya.


Abian mendengus seolah tidak percaya dengan ucapanya, "kita lihat saja apa kakak akan tahan?" ujar Abian menantang Daren.


Dari kejauhan Aneuly yang berjalan menenteng sekantong minuman dingin itu tersenyum saat melihat kedua kakak adik itu sudah kembali akur, niat awalnya sengaja Aneuly memberikan meraka waktu untuk berbicara dengan kepala dingin dan akhirnya tujuanya pun berhasil.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Aneuly dan langsung duduk di tengah-tengah keduanya. Daren kembali mendengus kesal karena Aneuly lebih dulu memberikan kaleng minuman pada Abian.


"Minum pakai ini, agar tidak mengenai bibirmu yang terluka." suruh Aneuly sambil menyodorkan sedotan pada Daren.


Sementara Abian hanya mendengus pelan melihat interaksi kakak dan wanita yang ia cintai itu, walau masih ada rasa sayang di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia bertekad untuk cepat menghapus semua rasa yang tertinggal.

__ADS_1


"Baiklah," ujar Abian sambil berdir membuat Aneuly dan Daren menoleh ke arahnya. "Aku akan memberi syarat satu lagi, aku ingin Aneuly bekerja diperusahaan bersama ku." ujar Abian serius karena Abian sangat tahu betul apa yang di inginlan Aneuly dari dulu, gadis itu sangat ingin menjadi wanita karier.


"Tapi--" ucapan Daren terhenti karena Abian memotongnya.


"Tidak ada tapi-tapi itu permintaan terakhirku," ujar Abian langsung meninggalkan Aneuly yang kebingungan dan Daren yang kesal karena niatnya tidak bekerja agar bisa seharian penuh bersama Aneuly, lalu jika Aneuly bekerja di perusahaan untuk apa dia berhenti bekerja pikirnya.


.


.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2