Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 27


__ADS_3

Daren berjalan memasuki Mansion kedua orang tuanya, "di mana Mami?" tanya Daren pada pelayan yang berpapasan dengannya saat memasuki ruang tengah.


"Nyonya dan Tuan sedang menunggu di ruang keluarga di atas, Tuan Daren." Jawab pelayan itu dan di jawab anggukan oleh Daren dan segera menaiki anak tangga.


"Ada apa Mam?" tanya nya langsung saat sudah menemukan keberadaan kedua orang tuanya.


"Daren! kau sangat menbuatku malu." Teriak Diana tidak tahan menahan amarah selama beberapa hari ini, akibat perjodohan yang batal kenarin. "Kau apakan anak teman Mami? sampai dia menolak perjodohan ini?"


Daren menatap wajah Maminya yang terlihat begitu emosi saat melihat dirinya. "Saat itu aku tidak banyak bicara Mam, Cucu mu yang membuat wanita itu menciut dan kabur begitu saja!" jawab Daren acuh yang kini sudah duduk di atas sofa.


Diana berdecak kesal, "Papi lihat kelakuan anakmu, dia malah menyalahkan cucu kita." Adunya pada Ronald.


"Sudah Mami jangan permasalahkan itu lagi," jwwab Ronald karena dia sudah bosan mendengar istrinya mengoceh dari kenarin tentang masalah ini.


"ih Papi nih, Mami malu tau sama teman Mami!" gerutunya. "Dan kamu Daren! bawa sekarang juga wanita yang kau bilang sedang dekat denganmu!" pinta Diana sambil menatap sinis anaknya.


Daren pun tersenyum karena akhirnya dia akan mengenalkan Aneuly sebagai kekasihnya.


"Kalau bisa langsung menikah! Mami tidak mau jika Abian akan menduluimu," pinta Diana. Diana sangat hawatir jika Abian akan nendului kakak nya untuk menikah.


Daren mengerutkan keningnya heran, "memangnya anak itu sudah punya kekasih?" tanya Daren. Karena setau dirinya jika Abian tidak pernah dekat dengan siapapun, bahkan wanita saja tidak ada yang pernah dia kenalkan kepada Maminya. Kecuali kedua sahabat nya yaitu Deby dan Aneuly.

__ADS_1


"Belum, tapi dia sudah meminta restu kami agar dia di ijinkan untuk mendekati Aneuly. Ya walaupun Aneuly pasti sangat kaget karena selama ini sahabatnya sendiri menyukai dirinya." jawab Diana yang memang sudah tau sejak dulu jika Abian menyukai Aneuly.


Jantung Daren mulai tidak tenang, rasa panas menjalar di tubuhnya, dadanya terasa sakit mendengar pakta jika dia dan adiknya mencintai orang yang sama. Sementara Roland memperhatikan reaksi Daren dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.


"Bagaimana menurutmu Daren? apa Aneuly dan Abian akan cocok kalau mereka bersama?" tanya Ronald penasaran dengan tanggapan anaknya.


Daren menatap datar Ronald, dia mengeraskan rahangnya menahan amarah, lengannya sudah mulai mengepal seolah menyalurkan kekesalannya.


"Kamu setujukan jika Aneuly bersama Abian?" Ronald makin membuat Daren kesal.


"Papi ini gimana sih, tentu saja Daren pasti setuju," ucap sang istri menepuk pundak suaminya. "Lalu kapan kamu sendiri akan membawa kekasihmu itu?" tanya Diana kembali ke topik awal.


"Tidak tau," jawabnya singkat.


Darendra pun berdiri dia sudah tidak mau mendengar ucapan yang akan membuat dirinya sakit hati dia lebih memilih beranjak pergi


Namun saat hendak melangkah Diana bertanya untuk memastikan, "Daren jadi kapan kamu akan menikah dengan orang yang katanya dekat dengan mu itu!" sentak Diana tidak sabaran.


Daren melirik ke belakang menatap Maminya, "sampai saat aku menang bersaing, atau bahkan sebelum bersaing aku sudah kalah," jawabnya tanpa semangat lalu pergi begitu saja.


"Ja-jawaban macam apa itu!" Diana tidak habisa pikir aoa yang dikatakan Anaknya, dia merasa bertanya apa, namun anaknya malah menjawab apa pikirnya. Semebtara Ronald yang mengerti maksud dari ucapan Daren hanya menghela napas.

__ADS_1


Ronald tidak tau harus mendukung siapa, yang jelas salah satu dari kedua anaknya pasti akan ada yang tersakiti.


"Papi!!! anakmu begitu lagi kan!" gerutunya kesal, karena Diana merasa Ronald benar-benar tidak peduli dengan kehidupan anak-anaknya.


"Bagaiamana ini? apa Daren berbohong tentang wanita yang dia sukai?" tanya nya pada Ronald. "Atau jangan-jangan dia punya kekasih halusinasih," pikirnya sembarangan sambil menggidik ngeri.


"Mami ini gimana sih mikirnya kemana aja!" ketus Ronald melihat istrinya yang berpikiran sempit itu. "Sudah jangan di pikirkan."


"Tapi Pih!!! Daren harus segera menikah, Mami akan mencari wanita lagi untuknya," usul Diana dengan antusias saat sadar begitu banyak stok wanita yang sudah ia siapkan.


"Jangan Mam! tidak usah, nanti masalahnya semakin panjang jika mami mengenalkan lagi wanita pada Daren," jawabnya.


Diana menatap suaminya masalah apa yang akan menjadi panjang sampai suaminya melarang dirinya mengenalkan Daren pada wanita pilihannya.


"Tapi pih…"


"Sudah ayo, tidak usah membahas lagi masalah itu, biarkan anak-anak kita yang mengurusnya sendiri," ucap Ronald menarik sang istri ke dalam pelukanya dan menbawanya pergi.


.


.

__ADS_1


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


__ADS_2