
Daren tersenyum sangat manis, ia mencium bibir Aneu dalam-dalam dan penuh kelembutan. Daren memejamkan mata dan meresapi ciuman nya
Aneu melotot sempurna, ia berusaha mendorong Daren namun tidak bisa karena sekarang Daren memeluknya semakin erat dengan tangan membelai punggung Aneu.
Daren mulai masuk ke dalam mulut Aneu dan menggerakan bibirnya, membuat Aneu ikut terbuai dan ikut memejamkan matanya, dia juga baru pertama kali merasakan ciuman.
Setelah beberapa saat, Daren melepas ciuman mereka. "Jadi seperti ini rasanya berciuman," ucap daren tiba-tiba. "Bibirmu sangat manis Aneu," lanjut Daren mengelap sisa liur di ujung bibir Aneu dengan ibu jarinya.
Daren tersenyum saat melihat Aneu yang masih mengatur napasnya. "Ternyata kamu menikmatinya juga," ucap Daren lalu menundukan wajah nya kembali untuk mencium Aneu.
𝐁𝐫𝐚𝐤𝐤...
"Daddy!" teriak Brisea yang tiba-tiba membuka pintu dengan sangat kencang mengagetkan kedua orang dewasa di dalamnya.
Aneu langsung mendorong Daren dengan sangat kuat, seolah tiba-tiba memiliki kekuatan super dan membuat Daren hampir terpental. "Ada apa sayang? kenapa bangun tengah malam?" tanya Aneu dia langsung memeluk Brisea.
"Bee takut abis mimpi buruk, Bee ingin tidur sama Daddy," ucap anak perempuan itu sambil mengucek-ucek mata yang gatal.
__ADS_1
"Daddy ga mau tidur bareng Bee!" protes Daren yang merasa risih dengan gaya tidur anaknya. Dia berdiri sambil menatap Anak nya dengan sinis.
Aneu yang melihat kelakuan Daren terhadap Anaknya tidak habis pikir, bukanya langsung memelul dan menenangkan anaknya, dia malah menolak untuk tidur bersama. "Ayo kita tidur di kamar Daddy," ucap Aneu tidak memperdulikan Daren yang sedang protes.
Aneu menggendong Brisea dan berjalan menuju ranjang di kamar Daren yang luas itu, dia membaringkan Brisea di sana, sementara Daren tersenyum karna dia menyalah artikan ucapan Aneu barusan.
"Jadi kamu juga akan tidur bersama kami?" tanya Daren dan mengekori Aneu.
Aneu berdecak, "maksudku hanya Tuan dan Bee yang akan tidur di sini, saya hanya menemani Bee sampai dia tertidur lalu kembali ke dalam kamar saya," jawab Aneu malas. Dia belum membuat perhitungan pada Daren yang tiba-tiba menciumnya tadi.
Jantung Aneu masih berdebar, bagaimana pun ciuman pertamanya sangatlah indah apalagi Daren menciumnya dengan sangat lembut dan sentuhan lengannya membuat dirinya ikut terhanyut.
"Cepat tidurlah Bee, Daddy harus melanjutkan sesuatu yang tertunda bersama Kak Aneu mu itu," pinta Daren pada anak perempuan satu-satu nya itu.
"Maksud Daddy berpelukan sama Kak Aneu?," tanya Brisea polos, karena Brisea melihat Daren dan Aneu berpelukan saat dirinya masuk kedalam kamar Daddy nya.
"Tidak sayang, Kak Aneu hampir jatuh tadi untung ada Daddy nya Bee yang nolong Kakak." Ucap Aneu lalu menghela napas karena merasa memberi jawaban yang paling tepat. Lalu Aneu melemparkan tatapan sinis pada Daren karna sudah berbicara seenak nya di depan Brisea.
__ADS_1
"Tapi Daddy biasanya tidak peduli dengan situasi sekelilingnya Kak, Bee saja pernah jatuh di depanya dan Daddy hanya menyuruhku untuk tidak merengek," jawab Brisea penuh semangat untuk mengadu dengan tingkah Daddy nya kepada Aneu.
"Sudah ayo kita tidur, kakak harus segera kembali ke kamar Kakak," ucap Aneu mengalihkan pembicaraan Brisea, karena dia pasti akan terus berbicara jika Aneu meladeni nya.
Aneu memeluk Brisea sambil membaringkan tubuh nya di atas ranjang Daren namun kedua kaki nya menjuntai ke lantai, sementara Daren ikut berbaring di sisi lain dia menatap Brisea dan Aneu yang saling berpelukan.
Daren tersenyum membayangkan jika dia yang ada di dalam pelukan Aneu, sementara Aneu yang tau isi otak Daren langsung mendelikan matanya saat netra mereka bertemu.
Daren ternyata tertidur lebih dulu, lalu setelah Brisea tidur Aneu baru bisa kembali ke dalam kamar nya. Dia pun membaringkan tububnya di atas kasur empuk itu.
Aneu merasa hari pertamanya bekerja terasa sangat panjang dan banyak drama dari bapak dan ketiga anak itu.
Aneu menggulingkan tubuhnya ke sisi lain, dia membayangkan ciuman nya tadi bersama Daren.
"Bagaiamana ini," bergumam sambil mebggigit bibir bawahnya. "Kenapa tuan Daren sangat meresahkan!" gerutu nya kesal. Dia kesal karna jantung nya mulai tidak aman.
Wajah Daren memang sangat menggoda, bulu-bulu tipis di sekitar bibir Daren membuat nya sangat tergoda apalagi bibir tipis dan merah membuat nya ingin melanjutkan ciuman tadi.
__ADS_1
"Tidak! sadar Aneu, kamu tidak boleh jatuh cinta pada kakak sahabat mu sendiri," ucap Aneu menyadarkan dirinya sendiri. "Apalagi dia adalah majikan mu Aneu …" lirihnya pelan.
...****************...