Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 23


__ADS_3

"Woah…" Daren terkejut melihat bentuk kedua dada Aneu yang sudah polos, pria itu terlihat kagum menatap nya tanpa berkedip.


Aneu baru selesai mengatur napasnya, "tutup matamu sayang!" sentak Aneu saat melihat Daren yang menatap tubuhnya tanpa mengedipkan matanya. Aneu menatap bagian tubuh yang sudah tidak tertutup apapun dan menutupnya dengan kedua lengannya.


"Tidak apa-apa sayang, aku sangat menyukainya," Daren menganbil kedua tangan yang membungkus kedua aset milik Aneu. "Aku sangat ingin menyentuhnya, apa kamu mengijinkanku?" tanya Daren untuk memastikan seraya mengelus kedua pangkal lengan Aneu dengan sensual.


Aneu masih belum menjawab pertanyaan Daren, membuat pria itu harus lebih keras lagi untuk merayu gadisnya. "Honey, kau sangat sexy … aku bingung bagaimana bisa ada gadis sempurna seperti dirimu," rayu Daren mulai beralih mengelus di sekitar pangkal pinggangnya.


"Apa aku harus membuka pakaianku juga agar kau bisa melihat dada bidang miliku," tanya Daren karena Aneu masih belum bereaksi. "Aku janji akan mengijinkanmu memainkan segala sesuatu yang ada dalam diriku," Daren menatap gadisnya dengan senyum mesumnya.


Daren mulai membelai pinggang Aneu dari pinggang naik ke atas dengan sensual, membuat Aneu sedikit menarik napasnya dengan mata yang terpejam. Kemudian mengelus pelan Squishy milik Aneu hingga bagian menonjol nya semakin mengeras.


"Aku sangat gemas, ingin memainkanya. Bagaimana boleh?" tanya Daren, dia bisa saja langsung melakukannya tanpa persetujuan Aneu, namun pria itu menghormati keputusan gadisnya ia tidak ingin memaksakan jika gadis itu tidak menginginkannya.


Aneu menggigit bibir bawahnya seraya membusungkan dadanya. Daren tersenyum melihan anggukan tanda persetujuan dari gadisnya iya langsung memajukan kepalanya dan memainkan dada gadisnya itu.


"Ah… honey." Aneu menarik rambut Daren saat sesuatu yang hangat menyentuh bagian dadanya yang menimbulkan sensasi kenikmatan yang begitu memabukan yang baru pertama kali ia rasakan.


"Bagaimana rasanya honey?" tanya Daren menghentikan sebentar aktifitasnya untuk mendongak mentapa wajah Aneu.


"Ini sangat memabukan Honey," jawab Aneu dengan wajah sayunya dengan sedikit napas yang terengah-engah.

__ADS_1


"Apa kamu mau mencoba sesuatu yang lebih dari memabukan, sesuatu yang bisa membuatmu terbang Honey?" tanya Daren.


Belum Aneu menjawab, Daren sudah membuat Aneu kembali dimabukan dia malah semakin liar di kedua dada Aneu. "Engg…" Aneu semakin menggeliat hebat.


Daren segera merebahkan tubuh Aneu di atas sofa dan dengan cepat membuka kancing kemejanya, walau dirinya sudah menyiapkan tempat untuk unboxing nya bersama Aneu, namun nyatanya Daren saat ini sudah sangat tidak bisa menahanya lagi.


Aneu menatap dada bidang Daren sambil tersipu malu, dia sangat kagum dengan otot di tubuh Daren yang membuatnya semakin memikirkan hal kotor di otaknya. Daren semakin gencar dengan membuat gadis itu bergairah, Dia mengecup di bagian lehernya lalu turun ke dada dan bagian perutnya.


Saat hendak membuka celana yang Aneu pakai, mereka di kagetkan dengan suara ketukan yang keras dari arah luar.


tok... tok... tok...


Daren tidak memperdulikan ketukan pintu yang keras itu, dia sudah memulai sesuatu dengan senang berarti dia juga harus mengakhirinya dalam keadaan senang juga.


"Aku tidak peduli," Daren sudah di selimuti gairah, dia tidak mau menghentikan aktifitas panasnya dengan Aneu yang selama ini ia nantikan.


"Cukup!" bentak Aneu. "Aku takut anak-anak kenapa-kenapa sayang. Cepat pakai, pakaian mu kembali," perintah Aneu membuat milik Daren yang sedang ON menjadi Off seketika.


"Oh Shhhiiitt!!" Dqren mengumpat dengan sangat kesal menatap ke arah pintu.


"Tuan Darendra, apa anda bisa keluar sebentar!" teriak seseorang yang ada di luar ruangan. Daren tidak menjawab.

__ADS_1


Selesai memakai pakaiannya sendiri, dia membantu Aneu memakai pakaian gadis itu dengan santainya tanpa memperdulikan orang di luar sana yang terdengar sedang sangat tidak sabaran.


"Temui saja dulu orang itu sayang," pinta Aneu agar lebih cepat.


"Aku takan keluar saat kamu selesai merapikan dirimu Honey," ucapnya lalu memeluk Aneu yang tengah sibuk merapikan pakaiannya.


Daren memeluk Aneu dengan wajah kusutnya, lagi-lagi dia harus menelan pil pahit.Daren selalu gagal saat ingin bermesraan dengan Aneu seolah alam tidak merestuinya.


"Salah apa aku tuhan!" pekik Daren di dalam hatinya, dengan wajah yang tenggelam di kedua dada Aneu.


"Ayo, aku sudah selesai," ucao Aneu menarik Daren melangkah ke arah pintu.


Daren membuka pintu dan menatap orang di baliknya dengan tatapan sengit. "Ada apa kau menggangguku!" sentak Daren pada pria yang ada di depannya.


Pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu terlihat sangat panik saat menatap wajah Bos nya itu, "Anu tuan…" pria itu bingung bagaimana cara dirinya menyampaikannya.


"KATAKAN!!"


"Anak-anak anda…"


.

__ADS_1


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


__ADS_2