Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 7


__ADS_3

Aneuly melotot jantung nya hampir copot, dia tidak bisa berhenti berdebar saat Daren mendempetkan tubuh nya di punggung Aneu, Aneuli berusaha menahan nafas agar detak jantung nya tak terdengar oleh Daren. Aroma dari tubuh Daren membuat Aneu terhanyut untuk sesaat.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya nya menatap pemandangan lewat jendela sambil menopangkan dagu nya di atas kepala Aneu.


"Tu-tuan apa yang sedang anda lakukan?" menjauhkan tubuh Aneu dari yubuh daren.


"Memang nya apa yang aku lakukan?" tanya nya balik membuat Aneu semakin bingung. Daren menyenderkan tubuhnya di dinding dan menatap Aneu sambil bersedekap tangan di dada nya.


"Kalau begitu saya permisi, saya harus memandikan anak-anak," ucap Aneu tanpa menunggu jawaban dia langsung pergi dengan jantung yang masih berdebar.


"𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑖𝑡𝑢? 𝑗𝑎𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑘𝑢 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑚𝑎𝑛," ucap Aneu dalam hati berjalan sambil memegang dada nya.


Sementara Daren tersenyum melihat kepergian Aneu, "sial apa yang ku lakukan!" pekik nya merutuki tindakan nya sendiri. Daren menatap kedua lengan yang pernah memegang Bagian tubuh Aneu, lalu tersenyum lagi.


"Bibi Nur aku ingin makan," ucap Daren berjalan ke arah dapur, dengan senyuman di bibir nya.


"Ada apa Tuan? tidak biasa nya anda tersenyum seperti itu?" tanya Bibi Nur karena ekpresi Daren menbuat nya penasaran. Daren jarang sekali berbicara bahkan tersenyim sekalipun.


"Entahlah Bi," ujar Daren yang duduk di kursi sambil menatap Bi Nur yang tengah sibuk di dapur, sejujur nya dia pun tidak tau apa yang terjadi padanya. Yang Daren rasakan sejak pagi dia merasa gelisa, namun saat melihat perubahan anak-anaknya perasaan gelisah itu hilang apalagi melihat Aneu yang terlihat tegang saat di dekat nya.


"Bagaimana dengan Aneu, Bi?" tanya Daren tiba-tiba.


"Non Aneu? dia cantik dan cocok jika di jadikan istri," jawab Bi Nur.


Daren mengerutkan kening nya, dia bingung dengan apa yang bi Nur ucapkan, "maksudku tentang pekerjaan nya Bi ujar Daren sambil bersedakep tangan di dada nya.


"Ah maaf Tuan, Bibi kira tuan nanyain itu," jawab Bi Nur sedikit merasa tidak enak. Karna sejujurnya Bi Nur mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


"Bibi nih," lirih Daren pelan sambil menggelengkan kepalanya.


"Non Aneu sangat penyayang, dia sangat tau bagaimana cara mendidik anak-anak agar menurut kepadanya," jawab nya. "Coba tuan ke atas, pasti mereka sedang di bacakan dongeng," suruh bi Nur pada tuan nya.


Daren menatap tangga, sambil berpikir jika anak-anak memang sering meminta nya untuk membacakan dongeng. Tapi dia tidak tau cara membacakan dongeng untuk anak-anak, karena dulu sekali pernah di protes oleh Brisea jika dirinya tidak asik dan seperti robot yang sedang membaca buku.


.


.


.


Aneu sedang membacakan dongeng sambil berbaring berjajar di atas ranjang dengan si kembar yang ada di kanan dan kiri nya. Sebelum nya Aneu sudah memandikan ketiga anak itu dan menggantikan pakaian nya.


"Lalu menurut kalian siapa yang akan menang, kura-kura atau kelinci?,"tanya Aneu setelah membaca dongeng seekor kura-kura yang ikut lomba.


"Kura-kura," jawab Cyi.


"Kak Ay kenapa ikut jawab, bukanya tadi bilang tidak mau dengar Kak Aneu baca dongeng?" tanya Brisea dengan kesal karena sebelum nya mereka memperdebatkan itu.


"Tapi aku punya telinga Bee!" jawab nya ketus lalu memalingkan wajahnya.


"Bee ..." panggil Aneu pelan sambil mengusap kepala.


"Siapa pun boleh menjawab dan berpendapat, biarkan Kakak mu menjawab."pinta Aneu pada gadis kecil itu. Brisea nampak tidak setuju dengan ucapan Aneu, dia mengerucutkan bibir nya dengan kesal.


"Lalu menurut Bee siapa yang lebih dulu sampai?" tanya nya menatap anak perempuan itu.

__ADS_1


"Kelinci, karena dia bisa lari lebih tepat drai kura-kura Kak,"jawab nya sambil berbicara Antusias pada Aneu.


"Bodoh! kelinci itu melompat, bukan lari," sambar nya tiba-tiba lalu di balas dengan tatapan tajam oleh Brisea.


"Axio, jangan sebut adik-adik mu bodoh seperti itu," pinta Aneu karena mulai kesal sedari tadi Axio terus mengatai Adiknya. "Tapi apa yang di katakan Kakak kalian jika kelinci itu bisa melompat dengan cepat itu benar."lanjut Aneu meyakinkan yang lain.


"Jadi yang lebih dulu menang adalah kelinci?" tanya gadis berbibir merah itu.


"Tentu saja."


"Sekarang saat nya kalian tidur, karna besok pagi kalian harus bangun seperti biasa," perintah Aneu lalu menyelimuti ketiga anak itu.


Mereka bertiga pun memejamkan matanya, dan Aneu mematikan lampunya lalu keluar kamar.


"Astaga, tuan sedang apa di sini?"tanya Aneu kaget karna saat keluar dari kamar langsung melihat wajah Daren yang sedang berdiri di depan pintu.


"Apa kamu sudah membacakan dongeng untuk anak-anak?" tanya nya tanpa beralih dari posisinya berdiri saat ini.


"Iya tuan ... saya baru selesai membaca dongeng untuk mereka, sekarang mereka sedang tidur," jawab Aneu.


"Kalau begitu sekarang giliran kamu membacakan dongeng untuk ku!" pinta Daren lalu menarik lengan Aneu.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


𝐀𝐥𝐮𝐫 𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐭𝐚𝐢.. 𝐧𝐢𝐤𝐦𝐚𝐭𝐢𝐧 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐩𝐫𝐨𝐬𝐞𝐬𝐧𝐲𝐚.


𝐦𝐚𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐮 𝐬𝐚𝐛𝐚𝐫 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐍𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐚𝐤𝐮❤


__ADS_2