
Daren terbangun dari tidur nya entah apa yang terjadi semalam karena dirinya benar-benar tidak mau mengingat kejadian malam itu, dimana dirinya sangat tersiksa karena ketiga anaknya terjaga hingga pagi.
Hingga membuat Daren benar-benar tertidur dengan hasrat yang menyiksanya, Daren bangun dan menatap wajah wanitanya yang masih tertidur pulas dengan ketiga anaknya yang memeluk wanita yang sudah mereka anggap Mommy itu.
"Kalian terlalu dekat dengan wanitaku," gumam Daren sambil menggeserkan satu persatu anaknya yang entah sejak kapan memeluk lengan, perut dan paha Aneuly. "Kamu pasti susah bergerak sayang," ucapnya seraya mengelus lengan mulus Aneuly.
Daren menatap Cyi yang sedang berbalik sambil mencari-cari lengan Aneuly dalam keadaan tidur, "menjauhlah Cyi, wanitaku sedang tidur nyenyak." gumamnya sambil menghadang Cyi yang akan memeluk Aneuly dengan guling.
Cyi pun memeluk guling itu, Daren mencium sekilas kening Aneuly sambil beranjak dengan ponsel yang sebelumnya ia ambil di atas nakas. Daren berjalan sambil menghubungi seseorang lewat sambungan telpon, "Apa kamu sibuk?" tanyanya langsung saat seseorang di sebrang sana mengangkat panggilan telponya.
"Tidak," jawab Abian singkat. Semalam Abian sengaja tidak tinggal di rumah kakak nya itu, dia memilih pergi dari pada harus membuat dirinya sendiri terluka.
"Nanti sore aku akan menemuimu di mansion," ujar Daren dan langsung menutup sambungan telponya.
__ADS_1
Bi Nur yang sejak tadi melihat kedatangan Daren pun langsung tersenyum ketika pria itu menatapnya. "Tuan Daren, ini masih pagi sekali kenapa sudah ada di dapur?" tanya nya karena dia hawatir jika Tuanya akan meminta makanan, sementara dirinya belum membuat apapun karena hari masih pagi.
"Aku mau masak untuk anak-anak dan Aneuly bi, apa bahan makanan yang ada bi?" tanya Daren karena sejujurnya dirinya pun bingung akan memasak apa.
Bi Nur tersenyum, "Nona Aneuly beruntung sekali punya tuan yang pengertian seperti tuan Daren." Ujar Bi nur seraya mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam lemari es.
"Calon istri bi, bibi tau kan hubunganku denganya seperti apa." ujar Daren terus terang karena bi Nur pernah memergoki dirinya sedang memeluk Aneuly.
"Jadi tuan Daren serius? bibi kira tidak sampai ke tahap pernikahan." ucapnya karena Aneuly tidak pernah menceritakan apapun tentang kedekatanya dengan Daren.
"Aneuly harus saya perjuangkan bi, dia wanita pertama yang saya sukai." Daren tersenyum mendengar ucaoanya sendiri sambil mencuci wortol yang ada di tanganya.
"Bibi senang mendengarnya tuan, Nona Aneuly juga orang yang baik dan sayang pada ketiga anak tuan Daren." ungkapnya.
__ADS_1
"Dia juga sayang padaku bi, bukan hanya kepada ketiga anakku." Ujar nya karena dia tidak mau kalah dengan ketiga anaknya, dia juga merasa jika Aneuly benar-benar mencintainya dan bukan hanya kepada ketiga anaknya.
Bi Nur pun terkekeh mendengar ucapan Daren yang baru pertama kali dia lihat dengan tingkah yang tidak mau kalahnya itu.
"Sayangku Daren sedang apa di dapur?" tanya Angelina dengan wajah yang sudah sangat cantik dan pakaian sexy yang membaluti tubuhnya.
Daren berhenti tersenyum saat sadar jika di rumah ini masih ada satu pengganggu, "kau masih di sini? kapan kamu akan pergi?" tanya Daren tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun.
.
.
to be continued...
__ADS_1
Haii guyss... maaf up nya lama.. hihi sibuk banget akhir-akhir ini , semoga kalian masih mau baca ceritaku..
jangan lupa mampir ke Novel Aily dan Rion ya..