Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 6


__ADS_3

Daren pulang dengan raut wajah kusut, berbeda dengan tadi pagi yang terlihat rapih dan tampan, lengan baju nya di gulung asal, dasi yang entah kemana dengan kancing atas yang terbuka.


Aneuly langsung bersembunyi ke dapur saat tau Daren pulang, dia enggan bertemu dengan nya. Ketiga anak kembar itu berlarian menyambut kedatangan Daddy nya di depan pintu ,"Daddy tumben pulang cepat?" tanya Bee mengagetkan Daren, karena biasanya ketiga anak nya tidak pernah menyambut nya.


"Daddy sakit kepala, Daddy mau ke atas dulu," ucap Daren yang tidak peka.


"Dad tunggu," cegat Brisea.


"Ada apa?" Daren pun berjongkok untuk mensejajarkan tinggi nya dengan ketiga anak itu.


Tiba-tiba Bee mencium kedua pipi Daren lalu duduk di paha kanan Daren sambil melingkarkan kedua lengan nya di leher Daddy nya itu. Daren nampak terkejut karena ini baru pertama kali Bee melakukan nya.


Di ikuti oleh Cyi yang kemudian melakukan hal serupa seperti Brisea. "Ada apa ini, tiba-tiba sekali kalian seperti ini? Daddy jadi merinding" tanya Daren.


"Kami di suruh banyak berinteraksi dengan Daddy, dan menyambut kedatangan Daddy saat pulang kerja," jawab Axio dengan lantang, dia masih bersedekap tangan di dada enggan melakukan hal yang sama seperti kedua adik nya.


"Lalu kenapa Ay tidak melakukan nya?" tanya nya pada Axio.


"Apa harus seperti itu juga?" tanya nya gengsi.


"Tentu saja,"


Axio tidak menjawab dia hanya berdiam diri menatap ubin, lalu Daren melepaskan Cryl dan Brisea dari pelukan nya "ya sudah Daddy mau ke kamar jika Ay tidak mau mencium Daddy seperti kedua adikmu," ucap Daren. Daren berpikir jika Aneuly harus berusaha lebih keras lagi, karena bagaimana pun Axio tidak akan berubah semudah itu.


"Tunggu," menarik lengan Daren agar tidak berdiri.


𝑐𝑢𝑝...


Tiba-tiba Axio mengecup pipi kiri Darendra dengan raut wajah malu-malu, walau hanya satu kecupan, itu adalah perubahan kecil yang mampu membuat Daren tertegun untuk sesaat.


"Ayo Cyi kita kembali belajar," ajak Brisea dan menggandeng tangan Cyi lalu mengikuti kakak nya Ay yang sudah lebih dulu meninggalkan mereka saat selesai mengecup Daddy nya.


Tidak bisa di pungkiri, Daren mengakui jika perubahan anak-anak nya dapat menggoyahkan sedikit hati nya, dia belum pernah merasakan perasaan hangat di rumah ini seperti barusan yang terjadi. Daren berjalan ke atas, sepanjang perjalanan dia tidak melihat Aneuly, yang dia lihat hanya anak-anak nya yang sedang duduk dengan banyak buku bergambar di sekitar karpet yang mereka duduki.


.

__ADS_1


.


.


"Non Aneu lagi apa di situ?" tanya Bibi Nur yang baru selesai mengangkat jemuran dan kembali ke dapur.


"Eh bibi," Aneu bingung mau menjawab apa, namun dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Non lagi menghindar dari Tuan Daren yah?" ucap nya tepat sasaran. "Tuan Daren baik ko aslinya, hanya saja dia memang tidak pernah tersenyum dan jarang bicara, Nanti juga Non Aneu terbiasa," ungkap Bibi Nur. Karena dulu dia juga merasa jika Daren adalah pria yang galak, tapi setelah lama kerja di tempat itu, lama-lama Bibi Nur memahami sipat Tuan nya.


"Bibi senang melihat anak-anak belajar mendekatkan diri dengan tuan Daren, berkat kamu Non Aneu," ucap Bibi Nur yang tadi tidak sengaja melihat interaksi Bapak dan Anak yang belum pernah dia lihat, dia pikir sudah pasti Aneu yang mengajarkan nya.


"Iya bi, tuan Daren terlalu sibuk sendiri, dan mengabaikan anak-anak nya," Adu aneuly sambil memperhatikan bibi Nur yang sedang mengambil wortel di dalam kulkas.


"Tuan Daren menikah masih sangat muda, saat itu usia nya masih 21 Tahun, dia baru lulus kuliah dan sudah harus menikah," jawab bibi Nur sambil memotong wortel itu.


"Iya sih umur 21 tahun masih sangat muda untuk seorang lelaki menikah di usia itu," pikir Aneu sependapat dengan Bibi Nur. Tapi Aneu juga heran kenapa Daren menikah di usia muda nya.


"Dan setahun kemudian ketiga anak itu lahir, sementara tuan Daren sedang sibuk-sibuk nya bekerja karena bisnis yang baru di rintis nya berkembang pesat," jawab Bibi Nur.


Aneu menghela napas panjang, seolah mengerti dengan keadaan nya waktu itu, "Lalu ibu nya kemana bibi?"tanya Aneu penasaran karena saat itu Abian sama sekali tidak menjawab pertanyaan mengenai ibu dari si kembar.


"Kalau soal itu bibi tidak bisa cerita, nanti ada saat nya kamu tau," jawab bibi Nur tersenyum ke arah Aneu membuat Aneu semakin resah.


"Bibi ini suka bikin penasaran, Kalau begitu Aneu temani si kembar dulu yah bi Nur," ucap Aneu lalu pergi menemui ketiga anak asuh nya.


.


"Bian kamu sudah pulang?" tanya Aneu pda Bian yang sedang duduk lesehan di atas karpet bersama si kembar yang sedang mewarnai, mereka sedang di sibukan dengan perintah Aneu yang menyuruh nya untuk mewarnai beberapa gambar.


Senyum sumringah datang dari wajah Bian yang dari tadi ingin cepat pulang untuk bertemu Aneu, "iya, bagaimana hari pertama mu bekerja Aneu? Apa kamu kerepotan?" tanya Bian.


"Tentu saja tidak, mereka sangat penurut," jawab Aneu.


"Benarkah?" tanya Bian tidak percaya.

__ADS_1


"Kak Aneu, Bee lebih cepat selesai mewarnai nya dari pada kak Ay dan Cyi," teriak Brisea dengan gembira memperlihatkan hasil mewarnai nya.


"Mana coba lihat," ucap Aneu, langsung merangkul Brisea ke dalam pelukan nya sambil duduk lesehan.


"Aku juga sudah selesai," ucap Axio bangun dan berjalan ke arah Aneu. sementara Cyi masih pokus menyelesaikan tugas nya.


Axio menatap Brisea yang duduk di lahunan paha kiri Aneu sambil berdiri memegangi selembar kertas, "Ay mau duduk di sini?" tanya Aneu sambil menepuk paha kanan nya. "Kemarilah," ajak Aneu sambil menarik Axio duduk di pangkuan nya.


"Apa tidak apa-apa jika Ay duduk di sini?" tanya Axio.


"Tentu saja tidak masalah," jawab Aneu sambil memegang gemas kedua pipi Axio.


"Lepaskan Ay bukan anak kecil," gerutu nya sambil mengerucutkan bibir mungilnya namun hanya diam dan tidak menolak, membuat Aneu semakin gemas di buat nya, sementara Abian hanya tersenyum melihat interaksi Aneu dengan Axio yang di luar dugaan nya.


"Wah rapih sekali kalian mewarnai nya, Nanti malam kita tempel di dinding kamar," ajak Aneu pada kedua anak itu dan di jawab dengan anggukan.


"Nanti malam kaka jadi kan membaca Dongeng untuk Bee," tanya Brisea untuk yang keberapa kali nya hari ini.


"Untuk Cyi juga ya kak." pinta Cyi tiba-tiba.


"Iya-iya kalian pergi ke kamar kalian di atas, Kakak beresin ini dulu, nanti setelah kita mandi kakak akan bacain dongeng untuk lalian," jawab Aneu membuat ke dua Anak itu semakin senang,


"Ayo Cyi, Kak Ay.." teriak Brisea yang sudah berlari.


Sementara di atas Daren sudah mengganti pakaian nya dan memperhatikan mereka semua sedari tadi, Daren berjalan saat melihat Abian ikut pergi dari tempat mereka berkumpul tadi dan meninggalkan Aneu yang sedang membereskan peralatan menggambar.


Selesai membereskan nya Aneu berniat menutup jendela, dia tidak sadar ada langkah seseorang yang sedang berjalan menuju tempat Aneu berdiri saat ini di depan jendela.


Daren berdiri tepat di punggung Aneu, pria itu heran kenapa Aneu sangat pendek hingga kepala Aneu dapat menopang dagu nya. Ya Daren menempelkan Dagu nya di atas kepala Aneu hingga tubuh kedua nya saling menempel, Aneu tau siapa orang yang ada di belakang nya saat ini, hingga membuat diri nya terdiam dan menahan napasnya.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2