Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 54


__ADS_3

Abian berdiri dengan setelan rapi di pintu masuk Ballroom di hotel terkenal di ibunkota, dia enggan masuk dan merasa tak kuasa melihat wanita yang masih ada di dalam hatinya itu tengah berbahagia bersama pasanganya yaitu kakaknya sendiri.


Namun sata melihat kebahagiaan ketiga keponakanya itu membuat dirinya berusaha mengiklaskan dan merelakan wanita yang dicintainya untuk ketiga keponakanya itu, Abian berniat pergi dari tempat itu tanpa berpamitan lebih dulu pada keluarganya.


Namun saat hendak melangkah dirinya tidak sengaja di tubruk gadis yang jauh lebih pendek darinya, Abian hanya menatapnya sekilas lalu hendak pergi melangkah.


"Hei! apa kamu punya mukut?" tanya gadis itu dengan kasar, Abian pun menoleh dan melihat siapa gadis yang memakinya itu.


"Kau berbicara denganku?" tanya Abian.


"Tentu saja! siapa lagi jika bukan kamu yang menabrakku barusan!" ketusnya dengan mata tajamnya kesal karena heels yang ia kenakan patah karena di tubruk oleh pria yang ada di depanya itu. "Sebelum kau pergi! harusnya kau meminta maaf lebih dulu karena sudah menubruku dan merusak heels ku!" gerutunya.


"Bukankah kamu yang lebih dulu menubruku, kenapa harus aku yang meminta maaf?" tanya Abian bingung.

__ADS_1


Abian mengamati penampilan gadis itu dari atas hingga bawah, gadis itu memakai sebelah heelsnya karena heels satunya rusah mungkin karena tubrukan yang tidak sengaja mereka lakukan.


"Enak saja, sudah salah masih mau mengelak!" gerutunya gadis itu sadar sebenarnya memang salahnya namun dia kesal karena pria yang di tubruknya adalah pria tampan.


"Ambil ini untuk mengganti sepatumu itu," ujar Abian mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikanya di lengan gadis yang memang dia akui jika gadis itu gadis yang sangat cantik.


Abian langsung melangkah pergi meninggalkan gadis cerewet itu karena niat awalnya dia ingin menghirup udara segar dan tidak mebghadiri acara pernikahan kakak dan sahabatnya itu.


"Hei tunggu aku! aku ikut! kamu mau kemana! memangnya dengan memberi uang semuanya selesai begitu saja? kamu bahkan belum meminta maaf padaku!" ketusnya kesal sambil mengekori Abian yang berjalan tanpa menghiraukan suara cempreng milik gadis cantik itu.


Sementara di depan pintu masuk Ballroom itu Ronald dan Diana terkekeh pelan melihat tingah anaknya dengan seorang gadis cantik yang entah datang dari mana, namun kemungkinan dia adalah salah satu tamu undangan di acara pernikahan putranya.


"Sepertinya Abian akan cepat move on," ujar Diana berbicara pada suami yang sedang merangkul pinggang nya itu.

__ADS_1


"Syukurlah jika begitu, kamu tidak perlu menghawatirkanya lagi." ujar Ronald yang juga merasa senang dan tenang karena istrinya pasti tidak akan khawatir lagi dengan anak itu.


Tiba-tiba datang Darendra dan Aneuly yang sejak tadi mencari keberadaan adiknya itu karena hawatir dia akan bersedih di suatu tempat.


"Mam, kalian lihat Abian tidak? kenapa dia tidak datang?" tanya Daren yang berjalan mendekat dengan Aneuly.


"Kamu tidak perlu hawatir di tadi kesini, tapi sudah pergi lagi karena sekarang saat nya dia menjemput jodohnya," ujar Dianya sambil terkekeh melihat betapa gigihnya gadis tadi hanya untuk mendapatakan ucapan maaf dari Abian.


"Kenapa kalian meninggalakan tamu undangan, ayo cepat kita kembali," ujar Diana karena takut semua orang mencari pengantinya.


.


.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2