Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 41


__ADS_3

"Daren!" sentak Diana dengan nada tinggi, "kenapa kamu merusak anak orang!" marahnya lagi sambil memukul bahu anaknya. Dan diiringi ringisan dari Daren akibat pukulan dari sang Mami, tubuh Diana tidak bisa menopang bobit badanya dia pun hampir terjatuh dan dengan sigao sang suami dan anaknya menangkap tubuh Diana.


"Duduk sayang," ucap Ronald lalu ikut duduj di sampingnya.


Diana terduduk di atas sofa dengan lemas, di sisi lain dia sangat senang melihat anak pertamanya mempunyai pujaan hati. Namun di sisi lain dia sangat ketakutan jika nanti akan ada perang saudara, "Bagaimana jika Abian tetap menginginkan Aneuly?"


"Tidak bisa! aku akan tetap menikah dengan Aneuly," jawab Daren dengan matang.


"Daren!" sentak Diana lagi sambil memijat pelipisnya.


"Sudah Mam, jangan marah-matah!" Ronald mulai ikut kesal pada Diana. Bagaimana pun semuanya sudah terjadi, tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain merestui Darendra dengan Aneuly.


"Haduh... kenapa kalian menyukai orang yang sama sih." gumam sambil memikirkan apa yang membuat kedua anaknya memperebutkan gadis yang sama. "Ini memang salah Mami, menyuruhnya bekerja di rumah mu. Sudah jelas-jelas di rumah itu ada dua pria single," ujarnya merutuki kebodohanya sendiri.


Ronald menghela nafasnya, "jadi apa yang akan kamu lakukan pada Abian?" tanya Ronald ingin tau apa rencana anaknya itu.


Dari awal Ronald tidak mendukung salah satunya, dia hanya akan merestui siapa yang lebih cepat mendapatkan Aneuly. Bukan tidak peduli, tapi menurutnya mereka yang berjuang sampai akhir dialah pemenangnya. Tidak ada kata curang dalam berbagai cara merebut cintanya, karena sudah jelas jawaban ada pada wanitanya.

__ADS_1


Aneuly jatuh di tangan Daren, itu artinya mereka memang saling mencintai. Tidak ada kata terpaksa dalam sebuah hubungan.


"Aku akan memberi tahunya terlebih dulu padanya Pih, tindakan selanjutnya aku akan melihat dari reaksi dan jawabanya." Jawab Daren karena sejujurnya dia belum tau apa yang akan dia lakuakan, dia ingin melihat reaksi adiknya dulu baru bertindak.


"Mami tidak mau melihat kalian bertengkar Nak!" pintanya pada Daren karena dia sangat memikirkan itu dari awal. Daren mengangguk, karena dirinya pun tidak berniat memulai peperangan.


Selesai menemui kedua orang tuanya, Daren bergegas pulang untuk melepas rindu dengan Aneuly. Namun orang yang di harapkan belum pulang, dan membuat Daren kesalbkarena wanitanya tidak memberi kabar sama sekali.


"Apa Mommy kalian tidak memberi kabar?" tanya Daren pada ketiga anaknya yang sedang duduk menghadapnya.


Daren menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal, dia tidak mengira anak-anaknya akan sekejam itu pada sahabatnya. Namun memang itu kebodohan Angelina yang sama sekali tidak menolak keinginan ketiga anak dari pujaan hatinya.


"Ini sudah malam, Dad harus cari dulu Mommy kalian. Karena dia sama sekali susah di hubungi," ucapnya dan hendak berdiri.


"Dad, Bee ikut," ucap Brisea.


"Ay juga Dad, mau ikut." Ucap Axio.

__ADS_1


"Cyi... Cyi juga mau Dad."


Ketiga anak itu kompak ingin ikut menjemput Aneuly dan keributan ketiga anak itu membuat Angelina yang tertidur, langsung bangun begitu saja.


Daren menghela nafasnya kasar, " Ayo!" ajaknya sambil menuntun salah satu anaknya.


"Hei kalian mau kemana?" teriak Angelina lalu berlari kecil mengikuti keempat orang itu. "Aku ikut...."


"Angelina! untuk apa kamu ikut, liat wajahmu saja berantakan! orang-orang akan melihatmu." Ujar Daren dia tidak ingin jika wanita itu ikut denganya.


"Aku tidak peduli! aku ikut." ucapnya berjalan lebih dulu masuk ke dalam mobil.


.


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...

__ADS_1


__ADS_2