Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 24


__ADS_3

Daren memijat pelipis yang sedang nyeri, dia tidak tau jika ketiga anaknya akan membuat onar yang sangat tidak terduga. Saat ini Daren sedang berada di Loby, dimana seluruh kariawan menatap ke arah nya menunggu keputusan apa yang akan dirinya buat dengan ulah anak-anaknya.


Patung besar yang tingginya hampir 3 meter dengan luas 2 meter, yang melambangkan Ikon perusahaan nya hancur begitu saja di tangan ketiga anak nya. Entah dengan cara apa mereka bisa merusaknya. Daren tidak mempermasalahkan harga milyaran yang sudah ia keluarkan.


Yang sangat dia sayangkan saat ini karena Seniman terkenal di Dunia itu sudah meninggal dunia. Patung itu adalah patung terakhir yang beliau buat sebelum dirinya pengsiun dan wafat.


Daren lalu menatap sinis ketiga anak kembarnya yang sedang bersembunyi di belakang kaki Aneu meminta perlindungan dari wanuta yang selama ini sering membelanya itu.


"Maafkan kami Dad," ucap ketiga anaknya sambil menunduk, mengikuti perintah Aneu agar mengakui kesalahanya.


Daren memejamkan mata dan menghela napas kasar, sebelum akhirnya menegur mereka. "Axio! kau biasanya tidak pernah ikut gabung dengan tingkah kedua adikmu! kenapa sekarang kamu malah mengikuti kelakuan jelek adik-adikmu!!" sentak Daren yang tidak menyangka jika Axio yang pintar dan sering bertindak dewasa masih memiliki sipat anak kecil.


"Dad, aku hanya menolong Cyi agar dia tidak jatuh saat menaiki patung itu," jawabnya jujur.


"Entah siapa yang salah pokoknya Daddy akan menghukum keras kalian!" Daren bicara dengan nada tinggi dan sedikit emosi. "Apa kalian tau jika patung ini hanya ada satu-satunya di dunia!" sentak daren membuat Ketiha anaknya kaget dan mulai meneteskan air matanya.


"Kalian membuatku benar-benar kesal!" pekiknya dengan rahang yang sudah mengeras dan emosi yang menggebu kepada ketiga anak itu, seolah meluapkan semua emosi yang terpendam salah satunya dia emosi karena kegiatannya kembali gagal.


Ini kali pertamanya Daren marah yang benar-benar marah. Membuat ketiga anak yang biasa melawannya mulai ketakutan.


Aneu langsung memeluk ketiga anak itu saat mereka menarik-narik lengannya untuk berjongkok. "Tuan, anda sudah sangat keterlaluan pada anak-anak," ujur Aneu pada Daren yang sedang di balut emosi.

__ADS_1


"Tapi ini memang salah mereka!" sentak Daren tanpa sadar sudah membentak Aneu, membuat Aneu menghela napasnya kasar.


"Hentikan Daren seluruh kariawan sedang menatapmu," bisiknya. Lalu Yolan berusaha membubarkan seluruh kariawannya, namun mereka nakal karena bukan langsung pergi malah bersembunyi untuk menyaksikan perdebatan mereka.


"Mom bagaimana ini?" bisik Brisea yang merasa bersalah karena dia lah yang mengajak adiknya untuk menaiki patung itu. Brisea menyeka air matanya yang sudah tak terbendung lagi.


"Jangan nangis Kak Bee, ini salah Cyi juga," ucap Cyi berusaha menenangkan sang kakak perempuannya.


Axio yang merasa kasian pada kedua adiknya itu, merasa harus bertanggung jawab karena dirinya sendiri tidak bisa melarang kedua adiknya saat mereka meluncurkan aksinya. "Maafkan Ay Dad, Ay yang salah. Ampuni kedua adik Ay Dad," pinta Axio menurunkan nada bicaranya.


Aneu mendelik pada Daren dan menarik Axio yang sedang menunduk kepada Daddy nya, "Kamu tidak perlu menunduk seperti itu sayang, ini semua salah ku karena tidak bisa menjaga kalian," ucap nya menatap kesal ke arah Daren. Karena dia lah orang yang paling bersalah menurut Aneu.


Jika dirinya tidak di tahan di dalam ruangan nya, ketiga anak asuhnya pasti tidak akan membuat masalah.


Aneu benar-benar kesal dengan Daren yang membentak ketiga anaknya di depan para kariawannya, walau bukan anak Aneu tapi dia sudah menganggap ketiga anak itu seperti anaknya sendiri.


"Lebih baik kita pulang," ajak Aneu menggandeng kedua dari tiga anak itu. "Ayo Ay," ajaknya karena hanya Axiolah yang tidak dia pegang.


"Tunggu Aneu mau kemana kamu?" tanya Daren tidak rela jika dirinya di tinggal begitu saja, apalagi setelah semua kejadian ini.


"Kita bicara di rumah, dan jangan pernah mengajaku melakukan hal seperti tadi lagi!" sentak Aneu menegaskan bahwa dirinya sudah tidak mau di ajak berduaan seperti tadi lagi.

__ADS_1


"Tidak kalian jangan pergi!" ucap Daren karena dia takut jika Aneu akan benar-benar marah jika tidak di selesaikan saat ini juga permasalahannya.


Daren dengan cepat menggendong Axio lalu membawanya pergi, Aneu terlihat kesal tapi dia berpikir tidak masalah jika Axio bersama nya toh dia kan Anaknya, Aneu kembali melanjutkan langkahnya dengan kedua anak Daren.


Daren menatap ke belakang saat sadar jika Aneu tidak mengejarnya, niat hati Daren agar Aneu tidak pergi karena salah satu anaknya ada bersama dirinya.


Daren menurunkan Axio lalu dia berjalan dengan cepat mendekati ketiga orang yang akan beranjak pergi.


"Yakkk... Daren lepaskan!" teriak Aneu saat tubuhnya merasa melayang, karena Daren menggendongnya seperti sekarung berasa.


"Anak-anak ikut Daddy!" teriaknya agar ketiga anak itu mengikutinya.


Sementara Yolanda yang ada di sana menganga melihat drama keluarga kecil itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat, lalu beberapa detik kemudia dia dengan cepat membubarkan para kariawan yang semakin ricuh.


.


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑛𝑜𝑣𝑒𝑙𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢

__ADS_1


"𝐌𝐲 𝐇𝐨𝐭 𝐋𝐢𝐭𝐭𝐥𝐞 𝐆𝐢𝐫𝐥"


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑗𝑒𝑗𝑎𝑘 🥰


__ADS_2