Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 42


__ADS_3

Dari awal Abian sengaja menunggu kesempatan seperti ini, kesempatan saat Aneuly berada di luar rumah Daren. Abian tau jika Aneuly bertemu dengan Deby dan dia langsung menjemput Aneuly dengan alasan itu akhirnya dia bisa berduaan dengan gadis itu.


"Bian... kita mau kemana?" tanya Aneuly karena dirinya tidak pernah melewati jalan yang sedang mereka lalui.


"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat Aneu..."


"Nanti saja, ini sudah malam Bian. Anak-anak pasti sedang menungguku," jawab Aneuly karena dirinya sedari tadi gelisah sudah meninggalkan ketiga anak asuhnya begitu lama.


"Dia bukan anakmu Aneu... Masih ada ka Daren yang mengurusnya, biarkan kamu istirahat dan bersantai dulu."


"Abian ko kamu ngomong gitu sih, lagian kamu sendiri kenapa tidak pernah ada waktu buat keponakanmu?" tanya Aneuly karena selama ini Abian sering oulang malam dan tidak pernah melihatnya bermain dengan si kembar.


Abian menghela napasnya kasar selama ini dia sengaja menghindari Aneuly untuk mengatur perasaanya, perasaan yang semakin besar untuk gadis yang sedang duduk di samping nya. Abian mempercepat laju mobil agar segera sampai di tempat yang akan dia tuju, "aku sangat sibuk di kampus Aneu..."

__ADS_1


"Oh iyah, bagaimana dengan gadis itu? apa kamu sudah menyatakan cinta padanya?" tanya Aneuly saat mengingat kejadian malam dimana Abian memeluknya karena sedang bersedih dengan urusan asmaranya.


"Belum, justru aku ingin meminta bantuanmu!" jawab Abian sambil tersenyum dan mematikan mesin mobil saat sudah sampai di pinggir pantai.


"Bantuan apa? aku pasti akan membantumu Abian," jawab Aneuly dengan senyum lebarnya saat melihat pantai dan merasakan segarnya angin laut, karena Abian membuka jendela mobil.


"Aku ingin menyatakan cinta, tapi aku takut jika dia akan menolaku. Apalagi aku... " Abian menundukan kepalanya, dia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena dia tau jika dirinya tidak lebih unggul dari kakaknya. Dia sadar diri jika dirinya akan kalah dari kakaknya apalagi Aneuly sudah menjalin hubungan dengan sang kakak.


"Siapa yang akan menolak sahabat terbaiku, pria tampan dengan sejuta pesona seperti mu. Apalagi kamu adalah incaran banyak wanita." Ucap Aneuly sambil menepuk-nepuk pundak Abian.


Aneuly pun sontak menatap Abian dengan terkejut, kini Aneuly merasa curiga dengan tingkah Abian belakangan ini. Dia berusaha mengelak dan berpikiran positif, semoga itu hanya perasaanya saja.


"Aneuly selama ini aku menyukaimu, jauh sebelum kita saling kenal." Ujar Abian dengan jantung yang berdebar kencang dirinya menyatakan cinta pada Aneuly.

__ADS_1


Sementar di tempat lain, Daren sedang uring-uringan. Dia sama sekali tidak menemukan Aneuly, ponselnya pun tidak bisa di hubungi, dirinya sudah mencari Aneuly ke panti asuhan tempat dia tinggal sebelumnya namun mendengar Abian menjemput Aneuly semakin membuat Daren semakin kesal.


"Sial! kemana dia membawa Aneuly!" sentak Daren sambil memukul stir mobil.


"Astaga! Daren kamu mau membuat anak-anakmu bangun?" sentak Angelina yang sejak tadi ikut kesal karena dirinya menjadi sasaran utama Daren yang sedang marah.


"Biarkan saja, toh nanti dia pulang bersama adikmu!" ucap Angelina, sambil mengelus kepala Brisea yang tertidur di pangkuanya.


"Justru itu! aku tidak ingin dia bersama adiku!" ketusnya lagi.


Angelina menatap Daren, "apa kalian menyukai wanita yang sama?" tanya Angelina curiga dan berhasil membuat Daren bungkam.


.

__ADS_1


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


__ADS_2