Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 40


__ADS_3

Daren menyelesaikan tugasnya tepat waktu sesuai waktu yang di ingin, kini dirinya sudah berada di mansion utama dimana kedua orang tuanya tinggal. Dia ingin meminta restu kepada kedua orang tuanya, untuk menikahi Aneuly gadis yang sudah masuk ke dalam hatinya dalam waktu singkat ini.


"Daren? ada apa nak? kamu tumben datang ke sini." Diana terkejut melihat anak pertamanya ada menemuinya. Sangat langka sekali kejadian seperti ini menurut Diana, dia pun berjalan sambil menggandeng anaknya.


"Mam, kamu terlihat sangat cantik." ucap Daren jujur dan sedikit merayu.


"Daren? ini kamu kan?" tanyanya dengan tatapan menyelidik, karena tumben-tumbennya pria dingin ini memuji dirinya yang biasanya terlihat masa bodoh. "Papi, lihat anakmu. Papi dengarkan apa yang dia ucapkan barusan?" tanya Diana seolah dirinya senang dan tidak percaya secara bersamaan.


Ronald menutup koran yang sedang ia baca, "di balik pujian itu biasanya ada yang dia inginkan mam."


"Benarkah? jadi kamu memuji Mami bukan karena mami benar-benar cantik?" kesalnya merasa kecewa.


Daren hanya terkekeh kecil, lalu dia duduk di depan papi nya. Ronald menatap anaknya dengan tatapan waswas dia bisa menebak apa yang anaknya mau. "Jadi ada apa Darendra?" tanya Ronald langsung. "Apa kamu sudah mendapatkan wanita itu dan akan mengenalkanya pada kami?"

__ADS_1


"Siapa? kenapa Papi tau? apa Mami melewatkan sesuatu?" tanya nya heran karena suaminya tau tujuan utama Daren menemui mereka.


"Iya, aku datang ke sini karena sudah memantapkan hatiku. Jadi Mami dan Papi tidak usah repot-repot lagi mencari calon istri untukku, karena aku sekarang sudah mantap akan menikahinya." jawab Darendra panjang lebar.


Kedua orang tua Daren benar-benar kaget, jika Diana kaget dan bahagia. Lain halnya dengan suaminya, dia takut persaingan antar saudara berujung pertempuran.


"Siapa dia? dari kemarin kamu tidak mau mengenalkanya. Jika sudah memutuskan untuk menikahinya, jadi cepat kenalkan kepada kami." pinta Diana.


"Dia orang yang kalian kenal," jawab Daren.


"Aneuly..." jawab Daren dan menatap kedua orang tuanya untuk melihat reaksi keduanya.


"Daren! kamu gila? Dia gebetan adikmu!" jawab Diana langsung. "Apa Mami tidak salah dengar kan?" tanyanya lagi takut dia salah mendengar ucapan anaknya karena melihat dari reaksi suaminya dia terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Apa Abian tau?" tanya Ronald.


"Iya, dia tau jauh sebelum menemui dan meminta restu pada kalian." Jawab Daren dengan jujur, karena nyatanya Abian berusaha mencuri hati Aneuly walau dirinya tau jika Daren dan wanitanya sudah memiliki hubungan.


"Papi, bagaimana ini? mereka bisa bertengkar jika seperti itu." berusaha membujuk suaminya, namun Ronald sama sekali tidak menggubris sang istri. "Daren apa kamu bisa mencari wanita lain nak? jangan memilih wanita yang sama dengan adikmu!"


"Mami harus nya berbicara seperti itu pada Abian, karena Daren lebih dulu menyukai Aneuly. Dan dia berusaha mengambilnya dariku, dan lebih dulu memberi tau kalian tentang perasaanya pada Aneuly padahal jelas dia tau jika kami mempunyai hubungan." beber Daren dengan panjang lebar.


"Hubungan? kalian sudah pacaran?" tanya Diana tidak percaya jika Abian berniat memisahkan Daren dan Aneuly yang sudah mempunyai hubungan lebih dulu.


"Iya, bahkan aku sudah memberi DP di dalam rahimnya. Jadi maafkan aku, kami tidak bisa lagi di pisahkan Mam. Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang ku tanam." jawab Daren karena itulah tujuan utamanya membuat dirinya tidak bisa di pisahkan dari wanitanya walau orang tuanya sekalipun.


.

__ADS_1


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


__ADS_2