Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 25


__ADS_3

Brisea berlari bergandengan dengan Cryl untuk mengimbangi posisi Axio dan Daren yang sudah lebih dulu berjalan. "Dad, lepaskan Mommy kasian dia," ucap Cryl dengan isak tangis di pipinya.


Cryl sangat sayang pada Aneu, walau tidak banyak bicara seperti Brisea, Cryl tau jika Aneu benar-benar menyayanginya dengan sepenuh hati. Saat ini Cryl tidak tega melihat wanita yang sudah ia panggil Mommy itu di gendong seperti itu.


"Jika Dady melepaskan nya Mom kalian akan kabur Cyi," ucap daren memberi jawaban pada anak bungsu nya itu.


"Daren! lepaskan, kepalaku sakit!" teriaknya dengan meronta-ronta.


"Tidak mau! kamu pasti akan pergi begitu saja!" sentak Daren kesal. Daren manaiki Lift bersama ketiga anaknya.


"Sudah jangan menangis," ucap Brisea menyeka air mata Cyi.


"Cyi sayang sama Mommy, Dad ini salah Cyi," Cryl mengusap air matanya sambil di peluk Brisea, sementara Daren hanya menatap anaknya datar.


"Cyi sayang, jangan nangis, Mommy hanya sedang di gendong oleh Daddy mu," ucap Aneu berusaha menenagkan anak kecil itu. Walaupun kepalanya saat ini sangat pusing dia berusaha bersikap baik-baik saja di depan ketiga anak asuhnya.


Daren menurunkan Aneu saat sampai di dalam ruanganya dan mendudukan nya di atas sofa. Aneu langsung menyenderkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya dan memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Tunggu jangan kemana-mana," ucap Daren lalu dirinya kembali keluar ruangan.


Ketiga anak itu merasa bersalah dan mendekati wanita yang sudah mereka anggap ibu kandung nya sendiri. "Mom, apa kamu baik-baik saja?" tanya Axio ikut hawatir.

__ADS_1


"Iya sayang, Mom baik-baik saja," ucap Aneu mengelus kepala Axio.


Brisea yang sudah mengambil minum yang ada di ruang kerja Daddy nya dengan segera memberikannya kepada Aneu, "Sebaiknya Mom minum dulu," ucap Brisea memberikan segelas air.


"Makasih sayang," ucapnya lalu meminum segelas air itu sampai habis.


Aneu menatap Cryl yang dari tadi memeluk pinggangnya dan menenggelamkan wajahnya di antara pinggang Aneu dan sofa. "Cyi jangan sedih, Mom gapapa ko sini peluk," ucap Aneu. Membuat Cyi menatapnya dan lalu memeluknya.


"Maafin Cyi, Cyi ga akan nakal lagi Mom hiks," ucapnya sambil menangis. "Jangan marah Mom, jangan tinggalin kita kalna kita nakal," pinta Cyi dengan isak tangis di wajahnya.


Aneu meraup wajah Cyi yang penuh dengan air mata dan ingus yang terus dia hirup. "Jangan menangis, Momny jadi sedih kalo Cyi menangis,"


"Mom, jangan takut Ay yang akan membela Mommy jika Dady menyalahkan Mommy," ucap Axio dengan berani.


"Terimakasih sayang," ucap Aneu yang langsung memeluk Axio dan juga Brisea yang sedang berdiri.


Tiba-tiba daren datang dengan beberapa kotak makanan di tanganya dan juga di kedua tangan Sekertarisnya. "Halo Aneu," Yoland tersenyum sambil menyimpan kotak fizza di meja. "Maafkan aku, atas sikapku kemarin saat di rumah Daren," ucap Yoland langsung menunduk dan bergegas pergi tanpa mendengar jawaban darinya.


Aneu berpikir memangnya apa yang dia lakukaan saat berada di rumah Daren sampai jarus meminta maaf padanya.


Sementara Daren tengah berdiri mematung dengan kedua lengan yang di penuhi dengan kotak makanan, dia enggan berbicara karena ketiga anaknya sedang menatap sinis ke arahnya seperti sedang melemparkan bendera perang.

__ADS_1


"Dad hanya, membawa ini untuk ... EMm siapa tau kalian lapar," tiba-tiba berbicara dengan canggung karena merasa tidak enak dengan apa yang sudah ia lakukan.


Yolanda menyarankan Daren untuk memberikan banyak makanan untuk mereka agar tidak lagi marah padanya, namun Daren heran kenapa Aneu dan ketiga anaknya sama sekali terlihat biasa saja saat dirinya sudah membawakan makanan.


'Tidak, aku harus berusaha lebih giat lagi agar mereka memaafkan ku' batin Daren karena jika saat ini dia gagal membujuknya, tidak akan ada kejadian yang dapat membuat ularnya mengeluarkan bisa.


Daren menyimpan seluruh makanan itu di atas meja, dan membukanya satu per satu kotak itu. "Ayo kalian pasti lapar setelah bermain, makan lah Cyi, Bee, Ay," ucapnya sedikit tersenyum sambil melotot ke arah Axio meminta pertolongan agar mencairkan suasana.


Karena hanya Axio lah yang mengerti isi hatinya, namun sayangnya Anak itu memalingkan wajahnya berusaha mengacuhkan Daddy yang sudah membuatnya terlahir kedunia. 'Oh shhhiiiitttt!!! ' Umoat Daren dalam hati.


"Baiklah Dady tidak akan marah pada kalian," ucap Daren yang sedang berjongkok di deoan meja menghadao ketiga anaknya.


"Daddy serius? Daddy ga akan marah juga pada Mommy?" tanya Brisea.


Daren menatap ke arah Aneu yang sudah memalingkan wajahnya malas.


.


.


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...

__ADS_1


__ADS_2