Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 26


__ADS_3

Sudah seharian Daren di cuekin Aneu, Dia hanya berdiam diri mengurus ketiga anaknya tanpa menjawab semua pertanyaannya bahkan perhatian yang Daren berikan.


Bahkan sampai saat ini, saat mereka sudah pulang kembali ke rumah. Ketiga anak Daren bersikap sama seperti yang di lakukan Aneu.


Daren menatap langit-langit kamarnya di atas tempat tidur sambil merebahkan tubuhnya yang merasa lelah. Dia membayangkan apa jadinya jika dia tidak bisa menyentuh gadis yang sudah berubah status sebagai kekasihnya itu.


Daren tidak menyangka jika Aneu sangat susah untuk memaafkan kesalahan yang menurutnya hal kecil.


"Ah sial, aku tidak bisa memeluknya lagi!" gerutunya kesal lalu mengambil dan meneluk guling yang ada di samping nya.


"Padahal, berapa hari lagi aku bisa melakukannya dengan Aneu," gumamnya sambil memeluk guling itu dengan erat. Daren membayangkan jika guling itu adalah Aneu, dia menatapnya sambil tersenyum.


"Kamu sangat cantik Aneu, aku mencintaimu," ucap Daren lalu mencium berkali-kali guling itu seolah sedang memeluk gadis yang ia cintai.


"Dad! Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Brisea yang sudah mekihat tingkah konyol Daddy nya. Daren menegang kaget dia lalu dengan ceoat duduk di tepi ranjang dan menatap ke arah Brisea yang ada di ambang pintu.


"Ada apa Bee? kenapa kamu tidak mengetuk pintu sebelum masuk?" tanya Daren sedikit kesal dengan kebiasaan anaknya itu.

__ADS_1


"Bee tidak sempat Dad," elaknya karena dirinya sendiri lupa. "Nenek bilang Dad susah di hubungi,"


Daren mengerutkan keningnya, lalu dia mengambil ponsel yang ada di atas nakas dan melihat 10 panggilan tak terjawab dari Mami nya itu.


"Nenek bilang Dad harus ke rumah," ucap Bee lalu hendak kembali keluar.


"Tunggu bee," cegah Daren menghentikan langkah Anaknya. "Kemarilah, Dad ingin bertanya," ucap Daren dengan wajah tersenyum berusaha mendekatkan diri dengan Anaknya.


"Bee sibuk, lagian Dad pasti mau nanyain Mommy kan? Dia sedang bersama Om Abian!" ketusnya lalu beranjak meninggalkan kamar Daddy nya.


"Dasar anak menyebalkan!" gerutunya. Dengan raut wajah yang berubah dan tidak tersenyum lagi Daren sangat menyesal sudah mempunyai anak yang tidak bisa di ajak kompromi.


Selesai menghubungi Maminya, Daren bergegas untuk menemui orang tuanya karena permintaan Maminya, walau dengan perasaan malas Daren mengiyakan.


Daren berjalan melihat keberadaan Aneuly, namun dia tidak bisa menemukan Aneuly dimanapun. Lalu saat hendak keluar dia melewati ruang santai di rumah itu dan melihat Aneuly juga Abian yang sedang berbicara dengan santai.


Daren sangat ingin menyapa dan memberu tahu jika dirinya akan pergi kerumah utaman dimana Diana dan Ronald yang sedang mebunggunya.

__ADS_1


Namun dia urungkan niat untuk menyapa kedua orang itu, saat dirinya melihat Aneu tertawa sampai terbahak-bahak saat bersama Abian.


"Sepertinya Dad punya saingan," ucap Axio sambil menyilangkan kedua lengannya didada.


Seketika Daren menatap Axio, dia sangat kaget dengan perkataan anaknya. Walau dirinya sadar kemungkinan Axio tau jika Daren sedang mendekati Aneuly, namun dia tidak menyangka jika anaknya terang-terangan berbicara seoerti itu.


"Anak nakal! jangan berbicara yang tidak-tidak! mana mungkin Dad mau bersaing dengan Om mu sendiri," ucap Daren sambil menggendong Axio dan hendak membawanya pergi.


Daren menatap sekilas kedua orang itu, walaupun dirinya berusaha menyangkal apa yang di bicarakan Axio, hati tetap merasakan takut akan hal yang kemungkinan bisa terjadi.


"Dad pergi menemui Nenek dan Kakek mu dulu yah," ucap Daren menurunkan Axio dari pangkuannya. Lalu Daren pun membuka pintu dan pergi.


"Jika itu terjadi pun, aku akan mendukung mu Dad untuk mendapatkan Mommy," gumam Axio sambil berlalu begitu saja.


.


.

__ADS_1


𝑡𝑜 𝑏𝑒 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑖𝑛𝑢𝑒𝑑...


__ADS_2