Duda Lebih Menggoda

Duda Lebih Menggoda
DLM II Eps 30


__ADS_3

Anuely menatap lengan nya sendiri yang di tepis oleh Daren, sentuhan yang sangat dingin dari lengan Daren membuat Aneuly terdiam sesaat. Namun rasa sakit seperti tersayat muncul di dadanya saat menyadari perubahan sikap Daren padanya.


Aneuly dengan cepat keluar dari kamar Daren, ini bukan waktunya untuk bersedih, mungkin Daren sedikit emosi karena tubuhnya yang menggigil. Aneuly berusaha berpikiran positif selama dirinya berjalan ke bawah menemui Bi Nur.


Aneuly menyuruh Bi Nur untuk segera memanggil dokter dan menyiapkan air hangat agar tubuh Daren tidak lagi menggigil. Berusaha bersikap biasa saja juga Aneuly sangat kesusahan, karena dirinya sangat hawatir dan juga sangat penasaran kenapa Daren bersikap seperti itu.


Apa lagi saat malam hari ketika Daren melihat Aneuly bersama Abian di dapur, dia sama sekali tidak menyapa dirinya. Aneuly bertanya-tanya apakah Daren marah karena dirinya terlalu lama merajuk.


"Mom, Daddy kenapa Mom?" tanya Axio pada Aneuly yang sedang duduk sambil melamun.


"Daddy mu sedang sakit, sayang." Jawab Aneuly.


"Lalu kenapa Mommy tidak berada di sisinya?" tanya Axio penasaran. Axio duduk di samping Aneu sambil menatapnya dengan pemikirannya yang sudah menerka-nerka kondisi hubungan kedua orang dewasa itu.


"Iya nanti Mom kesana, Daddy sedang ingin sendiri," bohong Aneuly agar anak asuhnya tidak hawatir.


"Aku sangat sayang Mommy, apapun yang terjadi jangan tinggalkan kami Mom," pinta Axio yang sudah memeluknya dengan sangat erat. Axio sangat menghawatirkan jika suatu saat nanti Aneuly pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Mom juga sayang sama Ay, Mom ga akan kemana-mana kenapa Ay bicara seperti itu?" tanya Aneuly sambil mengelus kepala anak kecil berumur 5 tahun itu.


"Karena Ay berharap jika Mommy benar-benar menjadi ibu untuk Ay dan kedua adik Ay."


Aneuly tersenyum lebar mendengar ucapan Ay yang selalu bersikap dewasa namun polos itu, mereka pun saling berpelukan.


*


Aneuly menyiapkan makan untuk Daren setelah Bi Nur dan mengantar Dokter yang tadi memeriksa keadaan Daren. Dia berjalan ke atas dan masuk ke dalam kamar Daren.


"Tuan, sebaiknya anda makan dulu," ucap Aneuly sedikit canggung melangkah ke dalam kamar Daren.


Aneuly pun berjalan mendekat melihat keadaan Daren dan menatao wajahnya, "ku bilang pergi! dan jangan masuk ke dalam kamarku!" sentak Daren saat membuaka mata dan melihat Aneuly.


Aneuly terkejut, Daren benar-benar telah berubah. Dia serius mengusirnya, jantung Aneuly semakin sakit mendengar ucapan dingin dari Daren.


"Kenapa? apa kamu marah karena aku tidak memaafkan mu?" tanya Aneuly dia sangat ingin tau dimana letak kesalahaan nya.

__ADS_1


"Pergilah! aku tidak ibgin mehat mu lagi!" Daren memalingkan wajahnya ke sisi lain, dia sangat enggan menjawab pertanyaan Aneu. Walau dada nya sendiri sakit akibat perbuatan nya yang kasar kepada gadis yang ia cintai. Tapi untuk saat ini, Daren benar-benar belum bisa mengambilbtidak akan apa yang harus dia lakukan.


Apalagi tubuhnya yang sedang lemas ini, semalam dia menangis di bawah guyuran Air dingin sambil menonjok tembok hingga berdarah. Dirinya tidak sadar jika sudah meoakukan hal itu hingga berjam-jam dan tidak langsung mengobati luka di jari dan lenganya. Hingga membuat tubuhnya menggigil dan lenganya terkena infeksi.


"Tapi aku benar-benar minta maaf, mungkin aku sangat keterlaluan. Namun itu semua dem--"


"Pergi sana!" sentak Daren. Membuat Aneuly terdiam dan menghentikan ucapannya. "Urus saja urusan mu sendiri! kau tidak perlu mengurusku! kau hanya perlu mebgurus anak-anakku."


Daren memalingkan wajahnya enggan meligat wajah Aneuly yang sudah pasti sedang marah padanya. Dia mengepalkan kedua lengannya seolah kesal pada dirinya sendiri dengan perlakuan nya barusan pada Aneuly.


"Daren," tiba-tiba Yolanda masuk ke dalam kamr Daren.


.


.


to be continued...

__ADS_1


...jangan lupa baca Novel temen aku juga yah. Dijamin tidak kalah seru dan Em baca aja biar ga penasaran wkwk...



__ADS_2