Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
bodo amat


__ADS_3

Fira kembali ke kantor dengan menenteng dua gelas kopi, wajah yang tadi kesal sudah kembali senyum setelah mendapat telepon dari kakaknya. Mendengar kakaknya yang mulai sembuh ia menjadi lebih lega.


Sekarang ia bisa fokus bekerja. beberapa hari ini ia selalu kawatir dengan sang kakak yang tinggal sendiri dirumah, membuat ia tak bisa konsisten dengan pekerjaan.


"Ini kopinya pak," Meletakkan satu kopi didepan meja sang bos. Sedangkan yang satunya lagi untuk dirinya sendiri.


"Hanya membeli kopi, kau harus menghabiskan waktu selama ini? Cekk ...," Kaivan berdecak membuat Gadis itu kembali kesal.


Tapi Fira hanya memilih diam, lagi pula ia hanya bawahan tak punya keberanian sebesar itu untuk membantah. Kata pecat sudah ia bayangkan jika ia berani melakukan kesalahan, apalagi ini memang sedikit kesalahannya karena tadi keasyikan menelepon dengan Abi ia menjadi sedikit lupa.


"Apa kau tuli?!" Kaivan mulai mengeraskan suaranya. “Apa begitu cara mu dengan atasan!"


Entah apa salahnya, padahal ia tidak terlalu lama keluar membeli kopi. Kenapa sekarang Bosnya aneh ya? Apakah ini sifatnya yang sebenarnya? Dan selama ini berpura baik hanya pencitraan saja.


"Pak ... tadi saya," Entah mengapa nyali untuk menjawab hilang dari otak gadis itu. Sekarang ia sudah bergetar ketakutan karena bentakan si bos.


Kaivan menatap jengah, sebenarnya ia hanya kesal dengan Abi Yang tidak membalas pesannya, apa pria itu tidak peduli dengan istrinya? Tapi malah Fira yang menjadi imbasnya.

__ADS_1


"Sudahlah... Lebih baik kau pergi, sebentar lagi jam istirahat akan berakhir!"


Fira hanya mengangguk, sebelum ia mengambil langkah seribu untuk kabur, "dasar bos aneh, padahal aku kan cuma pergi lima belas menit, dasar tidak berperasaan!" Hatinya terus saja mengumpat.


Sebenarnya ini yang pertama bosnya itu berulah, padahal biasanya itu orang adem tampa marah-marah tak jelas seperti ini.


Merasa lapar, Fira langsung menuju kantin kantor. Disana sudah ada beberapa temannya yang ia kenal selama bekerja disini. Sekarang ia ingin melepas penatnya dulu, mungkin curhat dengan mereka lebih baik, pikirnya.


"Halo mbak Meli?" Ia menyapa sang sekretaris Bosnya itu, karena memang hubungan pertemanan mereka cukup baik sekarang, Begitupun dengan Bu Sofi yang sekarang dipanggil dengan mbak Sofi.


"Kelamaan kamu Fir, udah mau habis nih jam istirahat." Fira hanya menyengir.


"Mungkin dia ada masalah." Fira hanya mendelik mendengar ucapan Meli.


"Apa hubungannya mbak,"


"Ya ada lah, kamu gak tahu bos aja." meli membuat Fira semakin penasaran, gadis itu sudah merapatkan duduknya.

__ADS_1


"Cerita dong mbak, penasaran ini." Desak Fira, jiwa kepoh sudah meronta-ronta.


"Sebagai seorang sekretaris, saya cukup tahu kehidupan sang bos. tapi hanya sebagian, tentu tidak keseluruhan."


Meli mulai bercerita apa yang selama ini ia dengar dari gosip yang beredar di kalangan karyawan dikantor ini. "Katanya, pak bos salah satu pria yang gagal dalam membina rumah tangga dengan istrinya. Ia bahkan dikabarkan menjadi suami yang kejam, kata orang-orang dia menyiksa istrinya karena dendam." Meli sedikit berbisik mengucap kata terakhir, ia tidak ingin seseorang mendengar dan mengadu pada sang bos.


"Benarkah? Apa dia sekejam itu?" Fira yang hanya mendengar sepenggal kisah itu sudah lebih dulu merinding. Ternyata memang benar ya, tampan belum tentu baik, buktinya pak Kaivan tampan tapi perilakunya yang jelek.


"Mana aku tahu dia sekejam apa? kan bukan aku jadi mantan istrinya."


"Bener juga," Jawab Fira sok paham. "Kok jadi ngeri dekat pak Kaivan ya mbak, mending aku jauh-jauh dari dia deh, gak mau nanti kena sial."


Meli yang mendengar ucapan Fira yang ngelantur memilih melanjutkan makannya, lagi pula itu bukan urusannya untuk ikut campur urusan pribadi sang bos.


"Kalo aku bodoh amat sama tuh bos duda Tampan. Tapi kasihan juga nih anak, apa ya tujuan pak bos menjadikan gadis ini asistennya?" Meli masih penasaran, tapi ya itu, gak berani Nanya.


*****

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya 😘


salah cinta dari Ara putri 😘


__ADS_2