Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
malam pertama yang tertunda


__ADS_3

Fira dan Kaivan sampai di rumah, ketika mereka sampai hari sudah sangat sore. Fira langsung membersihkan tubuhnya.


Jika sudah lelah pergi bekerja seperti ini Fira tak perlu kawatir tentang rumah, karena semuanya sudah dikerjakan oleh pembantu Kaivan. Fira belum terlalu kenal dengan dia, karena baru disini ditambah dengan dirinya yang jarang di rumah, membuat ia belum terlalu mengenal kehidupan Kaivan.


“Bu Salma. Sedang apa, Bu?” Fira tersenyum melihat wanita paruh baya itu yang sedang sibuk pekerjaannya.


“Duh, nyonya. Ibu sedang masak,”


Fira merasa tergelitik mendengar seseorang memanggilnya nyonya, ada rasa malu dan tak nyaman yang ia rasakan, mungkin karena tak terbiasa dan tak mau terbiasa.


“Panggil nama aja, buk. Gak usah nyonya-nyonya an, gak cocok sama Fira.”


Bu Salma tersenyum mendengarnya, jawaban Fira mengingatkan nya pada seseorang. Entah mengapa tuannya ini selalu mendapatkan istri yang baik-baik, Allah selalu baik padanya meskipun Kaivan pernah berbuat kesalahan.


“Baiklah nak Fira,”


Suara pintu terbuka membuat mereka berdua menoleh, ternyata Kaivan yang kembali setelah pergi keluar sebentar.


“Kau sudah mandi?” tanya Kaivan saat melihat istrinya sudah rapi dengan pakaian santai.

__ADS_1


“Udah. Kenapa?”


Kaivan tersenyum lebar, ia tahu pasti Fira lupa lagi, tapi kali ini ia tak akan membiar gadis itu lolos lagi.


“Bagus ... Berarti kamu ingat malam ini kita harus ngapain,” ucap Kaivan senyum manis, tapi dimata Fira itu terlihat mengerikan.


Mengingat hal itu, entah mengapa rasa cemas tapi sepertinya Fira lebih penasaran. Bukannya mereka sudah sah, jadi jika Kaivan ingin melakukannya sekarang dia tak masalah. Tapi yang namanya wanita pasti ada jual mahalnya, seperti dirinya sekarang berpura-pura menolak, tapi hati bergetar tak menentu.


“Apaan sih, mas.” Fira berlari memasuki kamarnya dengan wajah tersipu malu, ia sungguh malu dengan Bu Salma yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


Kaivan yang melihat itu terkekeh geli, pria itu dari tadi tak berhenti tersenyum melihat tingkah istrinya yang seharian ini begitu lucu baginya. Pria itu ikut masuk ke dalam kamar mereka setelah mengatakan pada pelayanannya boleh pulang setelah pekerjaan wanita itu selesai.


Kaivan kembali ingin menggoda Fira, “udah siap ya, dek? Sabar dulu ya, mas mau mandi dulu.”


Fira yang mendengar itu langsung menghambur bangkit, “apaan sih, mas. Siapa juga yang nunggu kamu?” Tanyanya tak terima.


“Loh, bukaannya kamu. Buktinya duluan baring, kalau gak mas siapa lagi yang kamu tunggu?”


Fira mengeram kesal, Kaivan ini pintar sekali membalas ucapannya. Saat gadis itu ingin protes lagi, Kaivan sudah lebih dulu meninggalkannya masuk ke kamar mandi. Sebelum ia menghilang masih sempat-sempatnya berulang “sabar ya dek ... Mas sebentar kok, mandinya.”

__ADS_1


Setelah Kaivan tak ada gadis itu kembali berpikir, berusaha meyakinkan dirinya jika suaminya benar-benar ingin melakukan itu nanti. Bukannya apa-apa, tapi dengar kata orang malam pertama itu sakit, dan karena itu lah ia merasa takut untuk menyerahkan dirinya pada sang suami.


*****


Kaivan menegang kedua pipi Fira dengan lembut, lalu ia kembali tersenyum melihat kegugupan Fira.


“Tak perlu seperti gugup itu, sayang. Gak ada orang yang mati setelah melakukan itu kok, kamu gak perlu setakut itu padaku.”


Fira mengangguk, lalu gadis itu menggenggam erat tangan Kaivan.


“Mas yakin mau melakukan itu sama Fira?” tanyanya yang masih tak percaya.


“Tentu saja ... Kalau gak sama kamu terus sama siapa lagi?”


Fira langsung memukul pundak Kaivan, “gak gitu juga kali!” Fira menggigit bibirnya gugup, “mas ... Kita salat sunah dulu ya,” ucap Fira pada akhirnya.


Kaivan sedikit terkejut mendengar ucapan Fira, tapi dengan cepat ia langsung mengangguk setuju. Kaivan semakin yakin ia tak salah mencari istri, meskipun Fira tak begitu taat pada agama, tapi ia cukup tahu banyak dari dirinya yang sudah begitu jauh dari Allah.


“Semoga anak-anak ku nanti menjadi Solah, dan Solehah.” Doa

__ADS_1


kaivan dalam hati.


__ADS_2