
Mereka berdua melakukan salat sunah bersama, salat berjemaah itu mereka lakukan dengan sangat khusyuk. meskipun Kaivan tak terlalu tahu banyak tentang agama, tapi ia cukup tahu doa-doa apa saja yang ia perlukan malam ini.
Kaivan berbalik ke belakang setelah salat, pria itu langsung tersenyum menatap Fira yang tertunduk malu. Meskipun begitu Fira meraih tangan Kaivan untuk ia ciumkan. Ini bisa dibilang salat pertama mereka setelah menikah, selama ini Kaivan jarang sekali salat, bisa disebutkan Fira belum pernah melihatnya selama ini.
“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Kaivan tak nyaman.
Fira mengerjap pelan, ternyata ia melamun sambil menatap suaminya, aiss pasti Kaivan berpikir yang tidak-tidak.
“Gak kok, mas.”
Kaivan terkekeh kecil, membuat istrinya semakin salah tingkah.
“Alhamdulillah, akhirnya kita salat jamaah bersama.” Gumam Fira yang masih dapat didengar Kaivan.
Lagi-lagi Kaivan tersenyum melihat tingkah istrinya, dirinya sungguh bersyukur mendapatkan istri seperti Fira. Ia berkata seperti itu bukan berarti tak bersyukur dengan istrinya dulu, hanya saja ia merasa tak pantas, pria pendosa seperti dirinya ini bisa mendapatkan istri-istri yang begitu baik untuknya.
__ADS_1
Kaivan merapatkan jarak mereka berdua, setelah itu ia membelai lembut wajah istrinya.
“Boleh?” tanya Kaivan lembut.
Meskipun ada rasa keraguan, tapi Fira mengangguk pelan. Ia menatap tepat ke arah kedua mata Kaivan, ia tersenyum lebar untuk meyakinkan perasaan mereka. Sekarang ia sudah memasrahkan semuanya pada Kaivan, rasa keraguan itu ia tepis jauh-jauh untuk sekarang.
Kaivan membalas senyuman manis istrinya, pria itu mendekati wajah yang beberapa hari ini selalu didambakan nya. Setiap pagi yang ingin ia kecup, setiap Malam yang selalu menggoda imannya, dan sebentar lagi ia akan merasakan sepuasnya.
Kaivan mengangkat tubuh Fira, meletakkannya dengan lembut sang istri diatas tempat tidur. Pria itu membantu istrinya melepaskan mukena yang masih melekat di tubuh Fira , setelah itu ia sendiri melepaskan bajunya.
Kaivan meneguk ludah kasar saat ia berhasil melepaskan pakaian Fira, sekarang hanya menyisakan pakaian dalam gadis itu saja. Pria itu merasa pusing melihat pemandangan indah didepannya ini, dirinya benar-benar tergoda untuk mencicipinya sekarang. tapi ia tak ingin terburu-buru, ia banyak waktu untuk memilikinya.
Kaivan mulai mencium wajah Fira, dari mata turun ke pipi lalu berlanjut ke bibir ranum istrinya. Kaivan ******* pelan bibir manis Fira, makin lama ciuman itu semakin panas, membuat mereka berdua terlarut dalam kemesraan.
Fira semakin tak terkendali ketika merasa ciuman Kaivan semakin turun kebawah, ia dapat merasa jilatan lembut dipuncak dadanya membuat Gadis itu berteriak tertahan.
__ADS_1
“Mas ...,”
“Mm, apa sayang?” tanya Kaivan yang makin diliputi gairah yang membara.
“Geli!” Kaivan terkekeh disela cumbuan nya, ada-ada saja istrinya ini.
“Kamu belum terbiasa sayang ... Nikmati aja, oke?” Fira mengangguk saja. “I love you.”
Fira tak menjawab ucapan cinta suaminya. Apa karena dia tak cinta atau mungkin ia sudah tak mendengar apa, karena terlalu asyik menikmati cumbuan suaminya.
Kaivan tak ambil pusing, mungkin dirinya memang belum bisa memiliki hati gadis ini tapi sebentar lagi ia akan memiliki raga Fira seutuhnya, lalu apa lagi yang perlu ia cemaskan, masih banyak waktu untuk ia mencari hati istrinya.
Adegan panas itu berlanjut dengan Kaivan yang menjadi pemimpin, sedangkan Fira menikmati semua perbuatan suaminya. Bagaimana pun ini pertama kali bagi Fira, dan dia tidak punya pengalaman berpacaran selama ini.
******
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, komen, like, vote.
salam cinta Ara putri 😘❤️💖