Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
kaivan


__ADS_3

POV Kaivan


Jangan kalian pikir ini semua mudah, sebenarnya ini sangat sulit untukku lakukan, tapi ini juga kesempatan untuk diriku memulai dari awal. Karena aku menyadari akhir-akhir ini aku mulai tertarik dengan asisten ku sendiri, karena dasar itu lah aku mencoba mengajaknya menikah.


Seperti orang gila, aku melamar seorang gadis begitu buruk. Tentu saja gadis itu sangat syok saat aku mengajaknya untuk menikah, tapi ini sudah aku pikirkan dua hari ini, dan aku yakin dengan tekatku kali ini. Tapi aku tidak tahu dengan dia, karena seperti akan mendapat penolakan, tapi ... Seorang Kaivan tidak akan pernah menyerah, ia pun berbagai macam cara agar keinginannya didapatkan.


Pernah gagal satu kali dalam membina rumah tangga, tapi kali ini akan ku usahakan untuk tidak terjadi lagi. Meskipun kami tidak saling mencintai, tapi disini kami saling menguntungkan. Aku tau masalah yang sedang dihadapinya, karena itu ide gila ini muncul dalam pikiranku begitu saja.


Lihatlah gadis itu sekarang, ia terlihat semakin kaku dan dingin, mungkin karena dia masih tidak terima dengan usulanku. Apa sebentar lagi Gadis ini akan mengamuk? Tapi tidak apa-apa, karena aku suka dengan tampang marah-marahnya, itu terlihat sangat menggemaskan.


"Bagaimana?" Aku mendekati meja kerjanya. "Aa ... sudah kau pikirkan? Kau tahu, usulan ini sangat bagus, dan juga menguntungkan dirimu nona," Gadis itu mendengus dingin padaku.


"Hey tuan Kaivan yang terhormat! Kau pikir pernikahan itu main-main?! Pernikahanku hanya terjadi sekali seumur hidup, dan akan menikah dengan pria yang ku cintai, jadi penawaran anda saya tolak tuan!!" Ucapnya menggebu-gebu, membuka ku terkekeh geli.


Sepertinya gadis ini sangat kesal, bahkan ia sudah lupa jika aku ini Bos-Nya. Tapi aku tidak akan masalah jika pun dapat bakian nanti, karena ini memang ide gila dari ku, dan membuat ia marah akan menjadi hobi baruku sepertinya nanti.


"Kalau begitu, kita bisa belajar saling mencintai setelah menikah. Itu sangat indah, berpacaran setelah menikah. “Ucapku untuk meyakinkannya, entah mengapa aku begitu bersemangat untuk menaklukkan hati gadis ini?


"Saya tidak tertarik!"

__ADS_1


"Kau yakin?" godaku yang langsung mendapat polotan. "Ini demi kebaikan mu juga, apa kau ingin kakakmu menjadi perjaka tua?"


Ucapan ku kali ini berhasil membuat ia menatap ku dengan tajam, belum Pernah aku merasa begitu takut, tapi sepertinya sekarang aku mulai merasakannya. Aku salah ucap, seharusnya itu hanya cukup menjadi rahasia ku saja. Tapi dengan cepat aku kembalikan wajah datar ku, bagaimana pun disini aku yang akan jadi pemenangnya, karena aku seorang bos!


Aku tahu kali ini pasti gadis ini akan luluh, aku tau dia sangat menyayangi kakaknya itu. Informasi ini sudah aku ketahui, karena itu lah berani aku menekannya.


Pukulan keras di meja membuatku sungguh terkejut, gadis ini benar-benar berani, apa dia tidak sadar sedang berurusan dengan bosnya sendiri? Awas saja kalau berani dia menolak ku, akan aku pecat dengan sadis!


"Kau ...," Aku ingin memarahinya, tapi dia lebih dulu sudah memotong perkataan ku.


"Dari mana anda tahu? Apa bosku seorang penguntit?" Ucapnya penuh ejekan.


"Saya bisa tahu dengan mudah. sekarang katakan, bagaimana?"


"Apa tuan Kaivan sedang jatuh cinta padaku? Astaga, ternyata diriku ini memang sangat cantik!” Gadis itu terpekik sendiri, Aku hanya melongo melihat tingkah gadis ini, aku pikir ia akan marah, tapi malah menjadi kecentilan. Benar-benar tidak waras!


"Jadi, saya simpulkan kamu menerima lamaran ini." Ucapan ku langsung membuat tawanya hilang. "Tunggu saja, nanti malam saya akan datang ke rumahmu." Setelah itu aku meninggalkan gadis yang sudah menganga itu, sepertinya ia sangat syok, aku harap setelah itu dia tidak pingsan.


Mungkin ia pikir diriku Hanya bercanda, karena itu sepertinya ia tidak mengejar ku untuk berpikir ulang. Tapi lihat saja, malam ini akan aku beri kejutan!

__ADS_1


****


Seperti yang sudah direncanakan, malam ini aku akan melamar Fira adik dari sahabat ku sendiri, Ehh, maksudnya mungkin mantan. Setelah aku menyampaikan Niat baik ini kepada kedua orang tuaku, mereka menyambut dengan gembira. Saat aku bilang malam ini akan melamar gadis itu mereka langsung menyiapkan cincin dan hadiah untuk gadis itu.


Aku datang bersama ayah dan ibu, sengaja aku bawa mereka agar mereka yakin aku tidak akan main-main kali ini. Tepat pukul delapan malam kami langsung menuju ke rumah mereka. Sebenarnya aku tidak yakin mereka akan menyambut dengan baik, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, sebelum janur kuning melengkung dirinya masih boleh memperjuangkannya.


Sekarang kami sudah berada didepan rumah Abi, entah mengapa aku begitu gugup, padahal bertemu dengan klien saja aku tidak akan segugup ini, benar-benar memalukan.


"Ayo, Jangan menjadi penakut. Kau hanya melamar seorang gadis, bukan pergi berperang."


Ayah ini, apa dia tidak tahu diriku sangat gugup. Padahal dulu aku juga pernah melamar mantan istriku, tapi tidak segugup ini.


“Jangan mengejekku ayah ... Kamu pasti tahu bagaimana gugupnya seorang pria datang melamar.” Ayah malah tertawa melihat ku yang kesal, benar-benar sangat buruk, sekarang aku malah menjadi semakin gugup karena nya.


"Baiklah, ayo kita masuk." Ibu mengalihkan perhatian kami, “mereka pasti sudah menunggu, tidak baik juga berbicara didepan rumah orang saat tuannya tak ada.”


Menunggu?


Kenapa aku tak yakin ya? Gadis itu saja sepertinya tadi sore tidak menganggap serius perkataan ku ... Aku harap kali ini keluarga kami tidak malu karena kesalahan ku, lagi.

__ADS_1


*****"


__ADS_2