Duda Tampan Kekasih Hati

Duda Tampan Kekasih Hati
Sensitif


__ADS_3

Abi sangat syok, Saat melihat pria yang duduk didepannya bersama keluarganya. Awalnya Abi tidak peduli, tapi saat tahu maksud Kaivan datang ke rumahnya ia langsung memasang wajah datar dan kesal.


Sedangkan Fira sudah terlihat syok, masih belum percaya apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin bosnya datang melamar? Padahal tadi sore ia pikir hanya candaan bosnya saja, tapi pria ini malah benar-benar datang ke rumahnya.


Setelah banyak obrolan yang terjadi akhirnya keluarga Kaivan Mulai meminta kepastian atas lamaran mereka bawa.


"Bagaimana nak, Abi? Apa lamaran anak kami diterima?" Tanya ayah Kaivan penuh harap.


Fira melihat kakaknya penuh harap, berharap sang kakak menolak lamaran gila itu. Tapi tatapan matanya disalah artikan oleh sang kakak, Abi mengira tatapan permohonan itu ditunjukkan untuk ia menerima lamaran Kaivan.


"Baiklah, Saya menerima lamaran keluarga anda tuan," Ucap Abi.


Fira melongo tak percaya, sengsara lah hidupnya. Berbeda dengan keluarga Kaivan, mereka tersenyum penuh haru, ayah Kaivan langsung tersenyum lembut pada calon menantunya.


"Baiklah, sudah diputuskan pernikahan akan terjadi secepatnya," ucap ibu Kaivan yang terlihat tak sabaran. Wanita tua itu bahkan sudah memeluk Fira dengan penuh kebahagiaan.


Obrolan berlanjut hingga malam, setelah agak larut keluarga Kaivan pamit untuk pulang. Abi mengantar mereka sampai pagar rumah sebagai penghormatan sebagai tamu, apalagi tamu ini sepesial bagi adiknya.


******


Setelah keluar Kaivan pergi, Fira langsung menghadang kakaknya. Ia melotot kesal pada Abi Yang malah ditatap balik dengan tampang kebingungan.


"Ada apa, dek?"


"kenapa kakak terima lamaran mereka?”


Abi Yang sedikit bingung, "memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Lamarannya bang!! Kok diterima sih," rengek Fira, seolah ingin menjelaskan, tapi tak tahu caranya.


Jika tadi ia berpikir kakaknya tidak akan menerima karena sepertinya hubungan pertemanan mereka kurang baik, tapi sekarang Fira sudah kalah, ia harus menikah dengan seorang Duda yang tidak dicintainya.


"Kok kamu marah sama Abang? kan tadi kamu sendiri yang memohon," ucap Abi bingung.


Fira hanya bisa menekuk wajahnya kesal, lagi pula berdebat dengan kakaknya tidak akan merubah kan apapun, karena kata yang sudah terucap tidak akan bisa ditarik lagi. Apalagi seorang Kaivan mana mau dia ditolak begitu saja.


β€œMenikah dengan orang yang tidak aku cinta, akan jadi apa hidupku kedepannya? Apalagi dia dikabarkan pria yang kasar sama mantan istrinya, ya tuhan. habislah hidupku ditangannya.” Batin Fira berteriak histeris menerima kenyataan ini.


Abi hanya bingung dengan perubahan mood adiknya, saat ingin bertanya lagi, gadis itu sudah lebih dulu berlari ke kamarnya.


"Ada apa dengannya?"


Setelah adiknya pergi, Abi pun ikut pergi ke kamarnya. Sekarang mungkin ia juga merasa bimbang. Di satu sisi ia bahagia adiknya akan menikah, tapi disisi lain ada rasa tidak rela melepaskan Fira pergi. Rasa sayangnya pada sang adik membuat ia lupa, jika suatu hari nanti ini pasti akan terjadi, dan ia tidak percaya waktunya begitu cepat untuk memisahkan mereka.


******


Kaivan tersenyum mengingat kejadian tadi, ia begitu bahagia bahwa lamarannya diterima dengan baik. Sekarang ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya lagi, sebenarnya ia sendiri bingung mengapa ia bisa begitu bahagia hanya karena diterima Fira.


"Sudah senyum-senyum nya, nanti kamu bisa nabrak loh Kai," Goda sang ibu.


Kaivan hanya bisa tersipu mendengar godaan sang ibu, ia sendiri menjadi malu melihat tingkahnya sendiri.


"Sepertinya kamu benar-benar sedang jatuh cinta,"


"Ayah ... Aku tidak tahu, tapi aku sangat senang dan merasa bahagia jika bersamanya. Apa itu bisa dibilang cinta?" Ia mengakui perasaannya tanpa malu pada sang ayah.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau sudah jatuh cinta nak. Saat kamu tertarik dan terobsesi untuk memilikinya, itu belum tentu bisa kamu sebut cinta, itu hanya *****. Berbeda jika kamu merasa bahagia saat bersamanya, dan selalu ingin bersamanya, tapi kamu tidak memaksa kehendak itu barulah cinta suci." Kaivan hanya bisa terdiam mendengar perkataan ibunya.


"Andaikan ibu tau, saat ini aku sedang memaksanya untuk menjadi milikku. apa aku sedang terobsesi? Aku rasa tidak, karena dia menerimanya." Kaivan sendiri bingung dengan perasaannya.


Kaivan tersenyum mendengar nasehat Hanum, mungkin sekarang ibunya benar-benar berubah. Ucapan ibunya tadi membuat ia mengerti, jika hati seorang wanita itu tidak suka dipaksa.


"Ibumu besar, nak. Cintailah istrimu dengan sungguh-sungguh, jangan masa lalu terulang lagi. Meskipun kamu sudah memperbaiki kesalahanmu, bukan berarti kamu bisa berbuat lagi!"


Kaivan tersenyum haru, semenjak kejadian itu ayahnya selalu mengingatkan dirinya. Meskipun ia sedih dengan kebodohannya yang ia lakukan, tapi keluarganya tidak pernah meningkatkannya.


Waktu itu ibunya sempat drop, dan wanita setengah baya itu sakit-sakitan dan ia malah menyiksa diri sebagai bentuk penyesalan. Tapi berkat suami mantan istrinya, ibunya kembali pulih.


Kejadian terakhir yang membuat keluarganya malu juga sudah berlalu dengan baik, keluarga mantan istrinya begitu baik sehingga memaafkan begitu saja. Tapi ibunya sempat mendapat hukuman dari ayahnya, dengan mendiami wanita itu hampir empat bulan mampu membuat Hanum bertekuk lutut untuk mengakui kesalahannya. sebagai seorang suami yang baik tentu saja ayahnya tidak akan tega.


"Bagaimana kabar dia?"


"Maksud ibu, Salva?" Tanya Kaivan yang langsung di anggukkan ibunya. "Dia sudah membaik Bu, kemarin Arya menelepon ku. Sepertinya mereka akan kembali ke Bandung, mereka berpamitan."


"Baguslah, Ibu senang mendengarnya."


Setelah itu mereka memilih untuk diam sampai mereka dirumah. Sepertinya pembahasan satu ini sangat sensitif di keluarga ini, sehingga membuat mereka begitu bungkam jika sudah menyebutkan namanya.


******


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Vote, like, end komen. Biar aku semakin semangat untuk melanjutkan cerita ini 😁


Salam cinta 😘😍😘😍😘

__ADS_1


__ADS_2