
Sudah hampir seminggu dirinya bekerja di kantor ini sebagai asisten sang bos, tapi sejauh ini belum ada yang mengganggu pekerjaannya, dan pak Kaivan sebagai bos cukup menyenangkan tidak ada kejadian yang seperti dikatakan karyawan disini. Awal menjadi asisten Kaivan, Fira cukup deg-degan. Tapi setelah beberapa hari ia mulai merasa nyaman, toh sang bos juga tidak banyak tingkah.
"Fira, tolong belikan makan siang." Fira yang sedang menyusun laporan mendongak melihat pria didepannya.
"Baik pak."
"Mm, saya mau makan di restoran kemarin, kamu bisa pergi belikan bersama sopir saya!"
"Kenapa gak pesan lewat gofood aja pak?" Hidup sudah mudah kenapa disahkan, pikir Fira.
"Malas." Fira mendelik mendengar ucapan Kaivan. Tumben bertingkah?
"Tapi pak ... kalo saya pergi butuh waktu lama dong pak, mending pesan lewat gofood aja."
"Ya sudah, kamu yang pesanan." Fira tersenyum cerah, akhirnya tak sia-sia usahanya. Lagi pula pergi dengan cuaca sepanas ini, dan dikelilingi macet, akan berakhir sampai dikantor ini pas jam pulang kerja, karena memang tempat restoran itu cukup jauh. Beda lagi ceritanya kalau dipesan, karena mereka pasti akan mengusahakan secepatnya.
Akhirnya aku gak ngeluarin tenaga dengan cuma-cuma!
Kaivan yang tetap fokus dengan dokumen ditangannya mengabaikan Fira yang sudah kesenangan. Sebenarnya ia tahu perempuan itu tidak akan mau menuruti permintaannya, tapi memang sejak awal dirinya malas memesan makanan, jadi dia menyuruh asistennya saja.
"Jangan senang dulu! Mending pergi ke kafe depan, belikan saya kopi." Senyum yang tadi secerah mentari sekarang redup bagaikan senja yang mau hujan.
__ADS_1
"Iya pak, iya." Fira mencebik kesal. Sepertinya sikap si bos yang sebenarnya mulai keluar, apa selama beberapa hari ini Cuma pencitraan?
Fira pergi dengan berat hati. Entah kenapa hari ini tubuhnya terasa malas untuk melakukan aktivitas, mungkin efek dari tamu bulannya.
Sepeninggal Fira, Kaivan terkekeh kecil. Ia masih ingat bagaimana senyum manis itu langsung meredup saat ia kembali menyuruh sang asisten untuk membeli kopi. Padahal tidak ada yang lucu, hanya saja ia senang memperhatikan wajah gadis itu yang sering berubah-ubah
Aku masih penasaran dengan dia, apa hubungannya dengan Abian? Mungkin benar dia istri dari saingannya dulu itu.
Ia meraih ponselnya yang tergeletak disudut meja, dengan lihai ia mulai mengetik sesuatu disana. Mungkin seseorang di seberang akan marah jika membacanya, pikir Kaivan.
"Istrimu sungguh cantik, sepertinya akan menarik jika dia selalu di samping ku.' Pesan itu ia kirim dengan penuh seringai.
******
Semua masalah bengkel terpaksa Abi titipkan pada temannya yang bisa ia percaya, untung selama beberapa hari ini berjalan lancar tanpa kendala.
Suara notifikasi dari ponsel mengalihkan pikiran Abi dari makanan didepannya. Ia meletakkan mangkuk bubur yang sudah kosong.
"Istrimu sungguh cantik, sepertinya akan menarik jika dia selalu di samping ku.'
Abi hanya bisa mengerutkan keningnya tak mengerti. Ia sangat tahu siapa yang mengirimkan pesan aneh ini, tapi yang tak ia paham, kata istri. Memangnya sejak kapan ia pernah menikah?
__ADS_1
"Dasar aneh!" Memilih mengabaikan pesan itu.
Abi mulai mencari nomor gadis kesayangan, ia mulai menekan panggilan disana. Setelah sambungan tersambung suara lembut seseorang juga menyusul dengan merdu.
"Assalamualaikum, dek.”
"Waalaikum salam kak" jawab disebrang
"Apa sudah istirahat." Terdengar suara kekeh disebrang membuat senyum Abi ikut terbit.
"Hanya karena itu kakak telepon? Ayolah... Bagaimana keadaan kak Abi? apa sudah lebih baik?"
"Ya,"
Setelah bertukar kabar, panggilan ia akhirnya. Sebenarnya Abi hanya kawatir saat Kaivan mengirim pesan. Ia masih sangat ingat saat pria itu berkunjung ke rumahnya, pria itu berpikir bahwa Fira istrinya. Meskipun ia tidak tahu pasti bawah nomor itu punya dia, tapi ia juga yakin tebakannya tidak salah.
‘Aku harap kau tidak macam-macam dengan adikku Kaivan! Jika sampai kau melukainya, akan ku pertaruhan nyawaku untuk membalas mu!' Abi rahangnya mengeras membayangkan itu.
Jika ditanya bagaimana bisa Kaivan sampai di rumahnya, itu terjadi karena Abi membantu teman lamanya karena ada insiden kecil. Tapi siapa sangka adiknya yang tidak diketahui keberadaannya oleh Kaivan malah disangka istri oleh teman lamanya itu, lebih tepatnya matan teman.
*****
__ADS_1
Jangan lupa Tinggalkan jejak cantik kalian 😁
Salam cinta dari Ara putri 😘❤️💖